Saya kembali ke Harvard, setelah sepuluh tahun. Sebagai Visiting Scholar di Harvard Center for International Development, Harvard University. Setahun ke depan, saya akan meneliti, menulis, mengajar—dan belajar. Karena saya tahu, saya belum selesai juga bodohnya.
Saya selalu menganggap universitas sebagai rumah saya.Dan saya bersyukur, pernah dipinjamkan rumah ini untuk terlibat di dunia nyata, dalam kebijakan, dalam keputusan-keputusan yang tidak selalu punya waktu untuk ragu.
Tapi dari keraguanlah pengetahuan tumbuh.
Bukan dari yang merasa paling tahu,
melainkan dari yang mau mendengar, meragukan, dan mencari.
@uciirahma_ Lihat istri bersihin sepatu saya, kadang mikir
"nih anak orang bukan saya yang membesarkan,
bukan saya yang sekolahin, bukan saya yang
mengurusnya dari kecil, saya di masakin,
diurusin, dan semunya" Apa tak kurang ajar
saya kalau sampai dia bersedih!
-unknown
Jadi disukai itu mudah. Cukup jadi orang baik. Terima saja apa yang dilakukan orang terhadapmu, balas dengan senyum. Niscaya kau akan terkenal. Disukai banyak orang.
Tapi, bukan hidup semacam itu yang kucari. Aku tak bisa melihat diriku dilukai berkali-kali, tanpa membelanya.