@txtdrbekasi Numpang infoin aja kalo temen2 disini yang sedang sakit stroke patah tulang atau apapun butuh homecare Fisioterapi daerah bekasi-cibubur bisa hubungi saya 🙏
jadi ceritanya gibran hari ini ada sidak MBG kesekolah
lokasinya di SMP N 1 ndona nusa tenggara timur
dia kaget ternyata MBG yang dimasak itu jam 4 di laporan tapi aslinya jam 3 udah mulai
di marah lahh, kalo jam segitu udah dingin dong nanti
pantesan banyak yang udah basi juga
dia juga kaget di kelas gada lampu
dia bilang harusnya perhatikan lampu dulu
sebelum ngasih MBG, gimana mau belajar gelap gelap gini, dan dia heran ini SMP tapi masih pasang poster
angka 1 sampe 10 ini smp atau sekolah dasar?
Lo tau Casimiro Miguel? Seorang streamer asal Brasil yang beli hak siar Piala Dunia dan nayangin seluruh pertandingannya di YouTube-nya secara gratis?
Dia berani keluar modal besar buat beli lisensi hak siar Piala Dunia langsung dari FIFA, dia tayangin ke-104 pertandingannya secara gratis di YouTube channel-nya CazeTV, dan dari situ berhasil kumpulkan sekitar R$2 miliar atau lebih dari Rp4 triliun dari sponsor. Casimiro sengaja menyiarkan seluruh pertandingan Piala Dunia secara gratis sebagai tamparan keras untuk model tv berbayar yang mahal dan ekslusif, yang semakin lama semakin mahal untuk dijangkau masyarakat. Jadi Caze TV ia buat untuk demokratisasi akses untuk bisa dinikmati secara gratis oleh rakyat Brasil.
Tapi buat ngerti kenapa itu bisa terjadi, kita harus mundur dulu ke 2020.
Waktu pandemi, Globo, stasiun TV terbesar di Brasil, revenue-nya anjlok parah. Sementara di waktu yang sama, mereka punya kontrak dengan FIFA senilai US$90 juta untuk hak siar Piala Dunia. Alih-alih bayar, mereka milih minta renegosiasi ke FIFA. FIFA jelas nolak keras, bahkan ngancem bakal bawa kasus ini ke pengadilan Swiss.
Globo meladenin ancaman itu dan bawa ke jalur hukum, dan mereka berhasil menang untuk tunda bayar. Tapi kemenangan itu punya harga yang mahal: ujungnya Globo kehilangan eksklusivitas hak siar digital mereka.
Di saat yang sama, ada anak dari Rio de Janeiro yang karirnya dimulai dari magang di stasiun TV, kerjanya ngadmin akun Twitter stasiun TV tsb. Namanya Casimiro Miguel.
Pas pandemi dia mulai live streaming dengan gaya yang beda, santai, jujur, sama sekali nggak dibuat-buat. Dan lambat laun, penontonnya berkembang hingga jutaan. Sampai Globo sendiri pernah nawarin dia kontrak untuk program di stasiun TV-nya. Dia tolak, karena di internet dia bisa bebas bicara apa aja dan ngelakuin apa aja.
Dan waktu celah itu terbuka, Casimiro bersama partner-nya LiveMode langsung memanfaatkan situasi dengan negosiasi langsung ke FIFA, beli hak siar digital Piala Dunia, dan lahirlah CazéTV.
Piala Dunia 2026, CazeTV pegang semua hak siar ke-104 pertandingan dan nayangin semuanya gratis di YouTube dia. Globo? Cuma kebagian 52 laga doang, setengah turnamen pun nggak nyampe.
Pertama kali sejak 1982, Brazil nonton Piala Dunia bukan lewat Globo. Ini jadi salah satu cerita paling iconic di Brasil, dimana seorang admin twitter yang banting stir jadi streamer berhasil ngalahin stasiun TV terbesar di negaranya 🥹
#FeelEveryGoal | @toshibatv_id