SAVE utas ini sebelum liburan berikutnya.
Kirim ke pasangan atau keluarga yang sering menginap di hotel. Semoga mereka tidak buru-buru membuka dompet hanya karena ada angka yang disebutkan dari balik meja kasir. 🖤
@jurnalsibapak
BU KENAPA INFO SEDAGING INI BARU DI SEBARIN SEKARANG‼️😭
Selama ini tiap WC mampet atau penuh pasti langsung buru-buru panggil tukang sedot — tau ini dari dulu kan uang ratusan ribuku terselamatkan🥹🤏🏻
@Stakof Loh iya to
Ayolah akui saja
Jangan taqlid buta
Masih banyak kyai lurus juga lebih banyak kiai yang cinta dunia
Hikam, ihya, hanya sebatas alat buat di panggil gus
Dia videoin anak tidur.
anaknya dengkur. Lucu. Mulut terbuka.
Kayak bapaknya.
dia kirim ke grup keluarga.
Semua ketawa.
"Lucu banget."
"Gen bapaknya kuat ya."
Niatnya baik. Mau share momen lucu.
Sampai adiknya yang kbetulan seorang dokter bales:
"Kak, itu bukan lucu.
Coba bawa ke THT."
bayinya umur 3 bulan. Nangis 4 jam nonstop.
Sudah disusui. Sudah digendong. Sudah diayun. Sudah dinyanyiin.
Tetap nangis.
Bidan bilang kolik. Tetangga bilang "bayi emang gitu." Ibunyau bilang kerokan.
Tapi ada satu hal yang NGGAK ada yang periksa.
Kalau telat 6 jam, anaknyau bisa kehilangan jari kakinya.
Itu terjadi di hari ke-93 anaknya lahir.
Sore hari, jam 4. Tiba-tiba nangis kenceng banget. Bukan nangis biasa, ini nangis sampai mukanya merah, badannya kaku.
Istrinya baru selesai mandi. Rambut masih basah, belum diikat.
Dia langsung gendong. Kasih ASI. Ganti popok. Cek suhu 36,8°C, normal.
Bayi tetap nangis.
Jam 5. Jam 6. Jam 7.
Masih. Nangis.
SEMUA BILANG KOLIK
Dia telepon bidan. Jawabannya: "Kemungkinan kolik, Pak. Bayi umur 3 bulan memang sering. Coba pijat perutnya searah jarum jam, kasih kehangatan."
Dia coba. Nggak berhasil.
Ibunya datang. "Masuk angin itu. Kerokin pake bawang merah."
dicoba lagi. Nggak berhasil.
Google: "Kolik bayi normal, biasanya terjadi sore-malam, berlangsung 3 jam atau lebih."
Semua jawaban mengarah ke satu hal: kolik. Normal. Sabar aja.
Dan dia hampir percaya.
SATU HAL YANG NGGAK DICEK
Jam 8 malam. Sudah 4 jam.
Istrinya nangis juga. Karena capek, karena bingung, karena nggak bisa bikin anaknya berhenti nangis.
dia ambil keputusan: bawa ke UGD.
Di UGD, dokter jaga periksa standar , suhu, THT, perut. Semua normal.
"Coba lepas kaus kakinya, Pak."
dia ku lepas.
Dan di jari kelingking kaki kanan, ada sehelai rambut istrinya yang melilit SANGAT kencang sampai jarinya bengkak dan mulai membiru.
Rambut rontok yang jatuh ke dalam kaus kaki.
Dokter bilang: "Ini namanya Hair Tourniquet Syndrome. Sehelai rambut melilit jari bayi dan memotong aliran darah."
Fakta yang aku baru tahu malam itu:
→ Paling sering terjadi di usia 3–5 bulan, tepat di masa rambut ibu rontok deras pasca melahirkan → Bisa melilit jari tangan, jari kaki, bahkan kelamin bayi → Kalau telat ditangani lebih dari 6 jam → kerusakan saraf, jaringan mati, dan bisa berujung amputasi
Anaknya sudah 4 jam.
2 jam lagi dan ceritanya bisa sangat berbeda
Dokter mencoba lepas rambut itu dengan pinset. Tapi rambutnya sudah masuk ke dalam alur kulit yang bengkak , nggak kelihatan.
Akhirnya pakai krim penghilang rambut (depilatory cream) yang dioleskan tipis ke area yang melilit. Rambut larut dalam 10 menit.
Jari anaknya perlahan kembali ke warna normal.
Tangisnya berhenti.
Dalam 10 menit. Setelah 4 jam.
Bukan kolik. Bukan masuk angin. Bukan rewel biasa.
Satu helai rambut.
Malam itu dia nggak bisa tidur.
Bukan karena bayinya nangis — dia sudah tidur pulas.
Tapi karena dia mikir:
Kalau dia percaya "kolik biasa" dan nunggu sampai besok pagi?
4 jam → 12 jam → jari membiru → jaringan mati.
Dan semua orang — bidan, ibunya, Google — bilang normal.
Semua benar secara umum. Kolik memang umum (40% bayi Indonesia mengalaminya). Tapi malam itu, anaknya bukan kolik.
Dan satu-satunya alasan kami tahu adalah karena kami MEMUTUSKAN untuk bawa ke UGD.
Ini bukan cerita anti-kolik. Kolik itu nyata dan umum.
Tapi ini yang perlu setiap Bapak tahu:
Tangisan bayi itu satu-satunya cara mereka bilang ada yang salah.
Mereka nggak bisa nunjuk jari yang sakit. Nggak bisa bilang "Pak, ini perih." Yang bisa mereka lakukan cuma NANGIS.
Bedanya: Bapak yang punya CHECKLIST vs Bapak yang cuma ikut kata orang.
Checklist sederhana sebelum menyimpulkan "kolik biasa":
✅ Suhu demam nggak?
✅ Popok ruam, iritasi?
✅ Jari tangan & kaki, ada yang melilit? Bengkak? Warna berubah?
✅ Perut, keras, kembung?
✅ Telinga , tarik-tarik telinga? (bisa tanda infeksi)
✅ Mulut ,sariawan, gusi bengkak?
2 menit. 6 titik pemeriksaan. Bisa menyelamatkan jari. Bisa menyelamatkan nyawa.
Pak, rambut rontok istri pasca melahirkan itu BANYAK BANGET.
Di bantal, di kasur, di baju, di lantai & bisa masuk ke kaus kaki, sarung tangan, bahkan popok bayi tanpa kita sadar