Sudah sering saya bilang, anak mesti ikut aturan orang tua, jangan dibalik. Mereka akan tuman kalo dibiasakan selalu dikasih kompromi ketika mereka menangis, itu berarti air mata lebih efektif daripada bicara baik2. Jangan kalah sama tangisan anak. 😊
Jadi gini…
“Super El Niño” tahun ini kemungkinan akan menjadi yang terkuat dalam 500 hingga 1000 tahun terakhir.
Terus bagaimana dampaknya ke Indonesia? Apa yang bisa kita lakukan?
BMKG telah memprediksi dalam konferensi pers pekan lalu. Intinya ada di 4 slide ini
1. Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi akan mengalami musim kemarau LEBIH KERING dari biasanya, bahkan durasinya LEBIH PANJANG dari normalnya
2. Puncak risiko KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN diprediksi terjadi pada Agustus-September 2026. Provinsi prioritas: Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Papua Selatan
3. Prediksi CURAH HUJAN dominan kategori rendah-menengah di bulan Agustus dan September (puncak dari dampak Super El Niño
REKOMENDASI
1. PANGAN: Menyesuaikan jadwal tanam dan memilih varietas tanaman yang membutuhkan lebih sedikit air, lebih tahan kekeringan, serta memiliki siklus tanam yang lebih pendek.
2. SUMBER DAYA AIR: Memastikan revitalisasi waduk, memperbaiki jaringan distribusi air, serta memastikan ketersediaan air untuk kebutuhan masyarakat.
Saran: tabung air di tandon ukuran besar
3. ENERGI: Memastikan kapasitas air bendungan untuk operasional PLTA.
4. LINGKUNGAN & KESEHATAN: Menyiapkan mekanisme respons cepat untuk antisipasi memburuknya kualitas udara yang berpotensi memicu ISPA.
Saran: sedia masker
5. KEHUTANAN DAN KEBENCANAAN: Kesiapsiagaan terhadap potensi kekeringan dan kejadian kebakaran hutan dan lahan.
Saran: perhatikan APAR karena risiko dan dampak kebakaran bisa lebih tinggi
6. PERIKANAN DAN TAMBAK GARAM: Mengoptimalkan adanya fenomena upwelling untuk peningkatan tangkapan ikan serta mengoptimalkan musim kemarau yang lebih kering untuk peningkatan produksi garam.
Bocoran Bloomberg soal lingkaran Prabowo:
- Akar masalahnya bukan kebijakan tapi cara Prabowo dan orang-orang dekatnya ambil keputusan, asal-asalan
- Penasihatnya berebut pengaruh sendiri-sendiri, kasih saran yang malah saling bertentangan dan dangkal
- Prabowo digambarkan impulsif main tembak keputusan tanpa mau pusingin detail
- Kalau dikritik, jawabannya cuma: "Aku bukan begok" bahkan ke keluarganya sendiri
- Benci rapat panjang, benci debat kebijakan udah dia akuin sendiri di depan umum
- Hasilnya kebijakan jadi serampangan, komunikasi berantakan, pasar ikut goyang
- Selama gaya kerja di puncak ini enggak berubah, jangan harap ada perbaikan beneran mau reshuffle menteri berkali-kali pun sama aja
- Contoh nyata: aturan ekspor batu bara berubah-ubah kayak anak kecil ganti baju diumumkan, ditarik, diumumkan lagi, akhirnya enggak jalan juga karena emang enggak masuk akal secara bisnis
BREAKING: media Jepang menyebut pemerintah Indonesia memakai buzzer untuk membungkam publik dengan cara menuduh warga yang kritis sebagai "antek-antek asing"
---
Antek-antek asing mendunia guys.
Yg 'males' baca artike di bawah, intinya gini..👇
- Prabowo Subianto terlalu boros (spendthrift) dan terlalu otoriter (authoritarian), sehingga membahayakan stabilitas ekonomi dan demokrasi Indonesia.
- Prabowo punya sifat mercurial (mudah berubah-ubah): kadang terlihat ramah & menerima kritik, tapi sering marah-marah dan menuduh kekuatan asing mendanai LSM untuk mengganggu stabilitas.
- Masalah Ekonomi: Program-program populis yang sangat mahal (terutama makan bergizi gratis) menekan anggaran negara, melemahkan rupiah, dan mengancam stabilitas makroekonomi.
- Masalah Demokrasi: Tendensi sentralisasi kekuasaan, pembungkaman kritik, dan gaya kepemimpinan yang semakin otoriter.
- Latar belakang: Prabowo mantan jenderal yang punya masa lalu “thuggish” (kasar), kini berubah image jadi kakek penyayang kucing, tapi watak aslinya masih muncul dan mengkhawatirkan sekutu sendiri.
- Inti kritik dari Economist: Prabowo sedang membawa Indonesia ke jalur berbahaya dengan kombinasi pengeluaran berlebihan + gaya kepemimpinan yang kurang demokratis.
Jadi.. selama 10 tahun terakhir, cara parenting yang katanya "lembut dan baik" itu TERNYATA gagal total.
Iya, gagal.
Penelitian di tahun 2025 di Amerika menunjukan:
keluarga yang pake aturan tegas—jam malam nggak bisa ditawar, batasan gadget jelas PUNYA HUBUNGAN SAMA ANAKNYA JAUH LEBIH BAIK.
Jujur, menjadi bapak-bapak usia 40-an yang harus bersikap "tega" ke anak sendiri itu menguras mental. Apalagi kalau berhadapan dengan anak perempuan umur 6 tahun yang lagi jago-jagonya negosiasi.
Kadang rasanya pengen menyerah saja. Mengiyakan apa yang dia mau supaya rumah tenang, dan saya bisa duduk sebentar nyeruput kopi hitam tanpa dengar suara rengekan.
Istri saya adalah seorang perawat NICU. Setiap hari dia merawat bayi-bayi prematur yang butuh presisi dan kedisiplinan tingkat tinggi. Jadi buat dia, urusan rutinitas anak di rumah—jadwal tidur, jam belajar, dan batas waktu main gadget—adalah hal mutlak. Kalau istri lagi dapat shift jaga malam, otomatis sayalah sang "Panglima Tempur" yang harus menegakkan semua aturan itu sendirian.
Tiap jam 8 malam, dramanya sering mengalahkan sinetron.
"Yah, 5 menit lagi ya YouTube-nya!"
"Yah, aku belum ngantuk, mau main block sebentar lagi!"
Mendengar dia menangis karena iPad-nya saya tarik, batin ini rasanya perang. Saya sempat mikir, "Apa saya terlalu keras ya sama anak sendiri?"
Tapi kemudian saya menemukan grafik dari Family Studies di bawah ini. Rasanya seperti ditampar, sekaligus dipeluk.
Di grafik itu ada satu temuan yang sangat valid, Stricter parenting is harder. Menetapkan aturan yang ketat itu memang bikin orang tua lebih pusing, capek, dan stress (lihat bar warna krem). Jauh lebih gampang ngasih anak HP supaya mereka diam.
TAPI, coba perhatikan bar warna biru dan abu-abunya.
Ternyata, aturan yang bikin kita capek itu—seperti menetapkan jam tidur yang ketat (strict bedtime) dan membatasi gadget (screen time limits)—justru meningkatkan kualitas hubungan orang tua dan anak secara drastis. Dan hebatnya lagi, ini bukan cuma klaim dari kacamata kita sebagai orang tua, tapi anak-anak juga merasakannya!
Pantas saja. Walaupun semalam dia menangis tersedu-sedu karena saya suruh berhenti nonton dan masuk kamar, pagi ini dia bangun dengan sangat segar.
Tiba-tiba dia lari, memeluk kaki saya dari belakang pas saya lagi menyeduh kopi di dapur, sambil menyengir lebar, "Ayah, ayo temenin adek main Lego!"
Tidak ada dendam. Yang ada hanya anak yang merasa aman, karena dia tahu kapan batasnya, kapan dia harus berhenti, dan kapan dia harus istirahat.
Ternyata anak-anak kita butuh ketegasan untuk merasa diperhatikan. Capeknya berdebat tiap malam dan menahan rasa "nggak tegaan" itu adalah investasi jangka panjang untuk kedekatan kita dengan mereka di masa depan.
Bismillah. Mari kuat-kuatkan mental jadi orang tua yang tega demi kebaikan mereka sendiri. 💪
Bagaimana dengan Bapak/Ibu di sini? Ada yang sering perang batin juga setiap menyuruh anak tidur atau menarik gadget dari tangan mereka? Apa trik kalian supaya tetap waras menghadapi fasenya?
Sore tadi membaca kembali salah satu quote yang entah dari siapa, yang bunyinya:
"A parent's primary responsibility is not their child's day-to-day happiness.".
Children need to experience the full spectrum of human emotions, including sadness, anger, boredom, and disappointment, while in a safe environment. If they are constantly rescued from negative feelings, they never develop the internal coping mechanisms required for healthy adulthood.
Orang dewasa punya standar tinggi kalau ketemu anak kecil.
Di mata orang dewasa, anak harus ceria, harus mau respon segala pertanyaan, harus mau salim, harus mengikuti norma sosial dengan perfect.
Anak kecil teriak dikit
"Gak diajarin ortunya ya?"
Anak kecil nangis
"Kok cengeng sih?"
Anak kecil slow to warm up
"Masih kecil udah introvert ya"
Anak kecil ikut ortu nongkrong, bosen, butuh input stimulus lain
"Rewel ya ternyata"
Kata gw mah elu yg rewel. Udah dewasa tapi judgemental banget ke anak-anak. Anak kecil tuh sedang belajar memahami dirinya sekaligus memahami dunia yang semua isinya tuh besar-besar. It gets too overwhelmed sometimes. It's a part of the growth process. Mari kita jadi orang dewasa yg wajar gitu lho.
As someone who works in the plastic industry, cara cepet biar tau piringnya aman atau ngga, bisa ambil tissue dan dibasahin dengan minyak kayu putih atau white oil, lalu gosok di piringnya. Kalau ada warna yang menempel di tissue, berarti piring/warnanya ngga food grade.
Cara paling aman & lengkap buat download semua file kamu adlh pakai Google Takeout.
Ini tools resmi dari google buat export data.
Khusus Google Drive, semua file & folder di My Drive kamu bakal diekspor, termasuk Docs, Sheet, Foto, Video, dll.
Web nya https://t.co/Tyau2N0wBw.
Hai, yuk bantu kumpulin ketupat!
Main Kejar Ketupat di Tokopedia, dapetin voucher belanjaan dibayarin (hingga 4M/hari) & kesempatan menang grand prize.
Klik link ini, siapa tahu dapet voucher 30rb! 👉 https://t.co/brCB34G111