Aksi damai direpresi, judicial review ke MK diintimidasi militer
See, kekuasaan otoritarian dan militeristik gak peduli warga mau pakai aksi legal, damai, atau kekerasan
Semua cara bakal dilakukan buat menjegal segala bentuk perlawanan rakyat
Orang-orang yang cuma bisa nuntut. Sudah berkontribusi apa sih?
Merasakan paling tersakiti dan lupa pernah menyakiti. Tidak heran orang-orang itu cuma bisa ngeluh.
Budi vs Budi
1) 21 Mei 2024, Awal Mula
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan akan mendatangkan dokter asing.
Dia menganalogikan mendatangkan dokter asing seperti pemain naturalisasi di Timnas Indonesia.
"Untungnya orang Indonesia tidak ada yang melarang pelatih bola tidak boleh asing."
"Kalau kita ada Undang-undang pelatih bola asing harus belajar dulu 5 tahun di Indonesia untuk bisa jadi pelatih, gak akan Indonesia menang."
"Ini bagus buat kita introspeksi"
"Jadi, bapak, ibu nanti kalau ada dokter asing masuk, direktur utama rumah sakit bule masuk, tolong dilihat itu bukan akan menghabiskan atau menutup lapangan kerja. Itu untuk menjawab isu fundamental bahwa kita harus meningkatkan kualitas tenaga kesehatan kita."
"Nanti kalau bentar lagi ada (dokter asing) yang masuk, bapak, ibu jangan marah, jangan nyebarin (isu) di WA grup. Bapak, ibu bilang, 'ayo kita buktikan kesempatan ini untuk mengangkat putra-putri tenaga kesehatan Indonesia untuk lebih baik ke depannya,"
2) 27 Juni 2024, Penolakan
Pernyataan Menkes itu mengundang kontroversi, salah satunya dari Dekan FK Unair, Prof. Budi Santoso.
Di beberapa media, dia menyatakan tegas menolak kedatangan dokter asing.
"Secara pribadi dan institusi, kami dari fakultas kedokteran tidak setuju," katanya di Kampus Unair A, hari itu.
"Saya pikir semua dokter di Indonesia tidak rela kalau dokter asing bekerja di sini, karena kita mampu untuk memenuhi dan kita mampu menjadi dokter tuan rumah sendiri,"
"Agak aneh. Ada Denpasar RS Sanglah, RS Wahidin Makasar di kota besar, Jogja, Bandung, Semarang. Masa mereka kekurangan dokter spesialis? Kami tidak setuju dengan dokter asing,"
"Kami akan terus memperjuangkan ke Kemenkes bahwa kami tidak setuju. Saya sebagai institusi fakultas kedokteran tidak setuju untuk dokter asing,"
Singkatnya Dekan FK Unair mengkritik tajam pernyataan Menkes di media.
3) 3 Juli 2024, Surat Pencopotan dari Rektor
Di grup WhatsApp beredar pernyataan pamit Prof. Budi Santoso
"Assalamualaikum wr wb, Bpk ibu Dosen FK. Unair, per hari ini sy diberhentikan sebagai Dekan FK. Unair, sy menerima dengan lapang dada dan ikhlas, Mhn maaf selama sy memimpin FK. Unair ada salah dan khilaf, mari terus kita perjuangkan FK. Unair tercinta untuk terus maju dan berkembang, Aamiin3x , salam hormat untuk guru, senior dan sejawat semuanya,"
Kabarnya pihak rektorat sudah memberikan informasi sejak 3 Juli 2024. Ini dikonfirmasi dengan SK pencopotan dari Rektor Unair, Prof. M. Nasih.
SK itu diterima Prof. Budi, sorenya, sekitar pukul 15:00 WIB.
Yang aneh, tidak ada alasan pencopotan dalam SK itu.
Tentu saja dugaan kuatnya karena pernyataan Prof. Budi kepada Menkes Budi.
Budi vs Budi.
4) 4 Juli 2024, Warga Unair Marah.
Besoknya, warga Unair marah. Mereka menggelar aksi. Menolak pencopotan Prof. Budi Santoso sebagai dekan.
Rektor sebelumnya ikut aksi.
BEM ikut aksi.
Para dosen mengancam mogok mengajar.
Mereka merasa pencopotan Prof. Budi Santoso tidak adil.
"Tidak ada alasan ketidakadilan dilakukan terhadap Prof Bus, kita akan bergerak mulai sekarang. Semua dosen, wakil dekan, kepala bagian, semua staf FK Unair saya usulkan untuk mogok mengajar mulai hari ini sampai Prof Bus dikembalikan kepada tempatnya," kata Prof Hafid, salah satu guru besar di FK.
Tapi rektorat tidak mengubah keputusannya. Tetap mencopot Prof. Budi.
Menariknya, mereka tetap mengelak menjelaskan alasannya
"Alasan atau pertimbangan pimpinan Universitas Airlangga terkait pemberhentian ini adalah merupakan kebijakan internal untuk menerapkan tata kelola yang lebih baik guna penguatan kelembagaan khususnya di lingkungan FK Unair,"
"Kami menghaturkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Prof. Dr. dr. Budi Santoso Sp.OG.(K) atas semua pengabdian dan jasa-jasanya selama memangku jabatan tersebut."
5) 9 Juli 2024, Dibatalkan
Setelah viral dan kontroversi berlarut-larut, tanggal 9 Juli 2024, keputusan pencopotan Prof. Budi dibatalkan rektor.
Tapi tidak menjelaskan alasan pembatalannya.
"Kami bisa paham apa yang disampaikan Prof Bus. Karena ada alasan bagi kami untuk mengangkat beliau sebagai dekan, ya kami angkat kembali,"
Juga tetap bersikeras tidak menjelaskan alasan pencopotannya.
"Itu masa lalu, yang penting sekarang kami fokus ke depan untuk Unair yang kita cintai,"
"Ini kan biasa saja. Jadi sampean ketemu, pacaran, terus ada masalah apa tiba-tiba putus, kan biasa kan. Jadi tidak usah baperan. Tapi Insya Allah semua sudah oke, kami sudah baca surat Prof Bus dan sudah kami angkat kembali jadi Dekan Fakultas Kedokteran,"
***
Sampai hari ini belum jelas:
1) Alasan resmi pencopotan
2) Alasan resmi pembatalan pencopotan
Subuh, Yogyakarta, 9 Februari 2008
Lambang Babar Purnomo, seorang PNS arkeolog senior, alumni FIB UGM, ditemukan tewas di selokan di jalan lingkar luar utara Yogyakarta.
Dia baru pulang sekitar jam 4 pagi setelah bertemu dengan sejumlah teman arkeolognya.
Harusnya di hari itu, siangnya, dia menjadi saksi ahli dalam persidangan perkara kehilangan dan pemalsuan beberapa benda berupa arca, koleksi Museum Radya Pustaka, Solo.
Beberapa waktu sebelum kejadian, dia ditugaskan kantornya untuk pengambilan dan pengembalian benda pusaka ke tempat seharusnya.
Benda-benda itu kedapatan di rumah/bangunan pribadi di Jakarta.
Milik siapa rumah itu? Hashim Djojohadikusumo, adik Presiden Prabowo Subianto.
Setelah jemput arca di rumah itu, Lambang juga bilang bahwa ada fosil gading dan arca-arca lain tanpa dokumen.
Polisi menyatakan kematian Lambang adalah karena kecelakaan tunggal sepeda motor.
Tapi, ini janggal karena jenazahnya tidak menunjukkan kalau itu kecelakaan tunggal
Di laporan Tempo tanggal 29 September 2008, dokter yang melakukan otopsi bilang kalau tidak seperti kecelakaan, tapi bisa karena 3 hal: kepalanya terbentur, dipukul, atau dipuntir.
"Seperti di film-film itu, lo, sampai bunyi krek."
Tapi polisi tetap menyatakan itu kecelakaan tunggal.
Kematiannya tidak pernah dibawa ke pengadilan.
***
Setelah kejadian itu, akhir 2008, Hashim menyumbang 3M ke UGM untuk bangun Gedung Margono Djojohadikusumo di FIB UGM.
Lambang adalah alumni fakultas itu.
Apakah ada hubungan sebab-akibat? Entahlah.
***
Kebetulan Tempo, 3 bulan lalu mengangkat kasus ini sebagai kilas balik.
Menarik disimak.