JUST IN: KELUARGA NOVIA BANTAH ADA RIWAYAT TBC, UNGKAP KRONOLOGI SEBELUM MENINGGAL SAAT IKUT LATSARMIL KDMP ๐จ๐จ
Keluarga Almh. Novia Rahmadhani Sihotang, korban ke-3 latsarmil KDMP, menyampaikan bahwa Novia berangkat mengikuti latihan militer SPPI Kopdes dalam kondisi sehat dan tanpa keluhan apa pun. Ia juga diantar langsung oleh keluarga ke lokasi pelatihan, serta tidak menunjukkan tanda-tanda sedang sakit.
Menurut keluarga, mereka kemudian menerima telepon dari dokter pendamping yang mengabarkan kondisi Novia menurun, mengalami lemas dan sesak napas. Namun sebelum keluarga berhasil tiba di lokasi, Novia telah dinyatakan meninggal dunia.
Terkait keterangan dari pihak Kementerian Pertahanan yang menyebut Novia memiliki riwayat TBC, keluarga membantah tegas informasi tersebut. Mereka menegaskan tidak pernah mengetahui adanya riwayat TBC pada Novia maupun di lingkungan keluarganya.
Jadi apa yang sebenarnya terjadi?
REMINDER buat selalu cuci atau minimal bilas minuman kaleng sebelum diminum ๐
โkok sampe segitunya?โ
jadi gini, pas koas dulu pernah jaga IGD, ketemu pasien yg datang dg keluhan demam beberapa hari, mual, muntah, badan lemes, dan sakit kepalaโฆsekilas keliatannya kayak infeksi ringan atau flu biasa, eh ternyata
buat yg dukung MBG tetap jalan, nih dengerin suara hati guru-guru yg diwakilkan pak guru Iman
cuman butuh 17 detik buat paham sakitnya jdi guru di tengah fantastisnya anggaran MBG
- ditekan krn bersuara
- gaji seuprit dibanding petugas SPPG
- ada yg gajinya ga dibayar
Akhirnya nemu jg
Kata2 mutiara mahasiswa ini yg membuat Budiman Sudjatmiko mengeluarkan watak aslinya ๐๐ป
Semua yg disampaikan bener banget tuh...
Makanya Budiman jd kepanasan kek cacing dijemur..
Woiiii gosah kerahkan buzzer jg
Hadapi mahasiswa noh!!
Gosah ngomongin munafik, Sama kek ngludahin muka sendiri
Gosah bahas idealnya negara
Idup loe aja tuh idealin
Ngacaa dulu
Klo ga mampu beli kaca, biar kami kumpulkan koin ๐
Berhubung saya sekarang udah dicap sebagai si paling jurnal, izin berbagi cara "sederhana" untuk membaca jurnal ilmiah. Skill ini sebenarnya penting, tapi sangat jarang diajarkan, bahkan semasa S1, apalagi dengan adanya AI sekarang yang bisa dengan mudah membuat summary-nya agar mudah dipahami.
Kebetulan ada satu paper menarik yang menjelaskan itu dengan membaginya menjadi 3 tahap, agar lebih mudah.
Yuk kita bahas!
1. ๐ง๐ต๐ฒ ๐๐ถ๐ฟ๐๐ ๐ฃ๐ฎ๐๐
Dalam 5-10 menit, lakukan hal ini:
-Baca cepat judul, abstrak, dan pendahuluan,
-Baca sub judul
-Baca kesimpulan dan referensi
Niatkan fase pertama untuk menjawab 5C (Category, Context, Correctness, Contributions, Clarity).
Setelah melalui fase ini, kalian bisa memutuskan apakah jurnal ini menarik atau apakah kalian bisa membaca ini dengan baik. Karena untuk membaca jurnal ilmiah dibutuhkan ekspertise tertentu.
Tentunya saya yang backgroundnya medis, akan kesulitan membaca jurnal ekonomi atau mengenai mesin pesawat.
2. ๐ง๐ต๐ฒ ๐ฆ๐ฒ๐ฐ๐ผ๐ป๐ฑ ๐ฃ๐ฎ๐๐
Dalam 1 jam, lakukan hal ini:
-Perhatikan gambar, diagram, atau ilustrasi lainnya, terutama grafik. Perhatikan apakah memang hasilnya valid atau "dibuat-buat".
Setelah fase ini, harusnya kita sudah bisa menangkap isi dari jurnalnya, serta mampu membuat summary dari jurnalnya untuk diceritakan ke orang lain.
Bila kalian membaca jurnal yang BUKAN ekpertise kalian, maka membaca sampai second pass itu sudah bagus banget.
3. ๐ง๐ต๐ฒ ๐ง๐ต๐ถ๐ฟ๐ฑ ๐ฃ๐ฎ๐๐
Fase ini terutama ditujukan bila kalian adalah reviewer dari jurnalnya, yang artinya mencapai fase ini tidak selalu dibutuhkan. Pada fase ini kita harus mengidentifikasi dan challenge asumsi pada setiap statement penelitian ini. Bahkan kita harus mempertanyakan apakah argumen dan hasilnya valid, apakah bukti ilmiahnya sudah cukup atau belum untuk support kesimpulannya.
Jujur, saya baru belajar fase 3 ini saat pendidikan S3, karena benar-benar dilatih untuk melakukan review pada studi ilmiah yang belum dipublikasikan.
๐๐ธ๐ต๐ถ๐ฟ ๐๐ฎ๐๐ฎ
Ini adalah tahapan yang sangat disederhanakan dan mungkin sangat berbeda antar bidang ilmiah.
Semoga bermanfaat!
Sumber:
Keshav. How to Read a Paper.
Akun ini ngasi tahu bagaimana cara membaca makalah ilmiah dengan tepat. Dia merekomendasikan satu esai pendek klasik yang harus dibaca oleh setiap pemula penelitian: How to Read a Paper oleh S. Keshav.
Sumber bacaannya menjelaskan metode tiga tahap yang dirancang untuk membantu akademisi membaca artikel penelitian secara lebih efisien dan sistematis. Dijelaskan bahwa pembaca sebaiknya tidak langsung melahap seluruh teks, melainkan memulainya dengan pemindaian cepat untuk memahami gambaran umum sebelum memutuskan untuk mendalami kontennya.
Tahap pertama bertujuan menentukan relevansi makalah, tahap kedua berfokus pada pemahaman isi tanpa detail teknis yang rumit, dan tahap ketiga melibatkan analisis kritis yang mendalam. Selain teknik membaca, teks ini juga memberikan panduan praktis dalam melakukan survei literatur dengan memanfaatkan referensi dan nama peneliti kunci.
Pendekatan ini bertujuan untuk menghemat waktu serta mengurangi rasa frustrasi yang sering dialami oleh mahasiswa pascasarjana.
Bayangin...
Kamu ada di puncak karier. Dihormati banyak orang. Dicari murid-murid terbaik. Setiap kata yang keluar dari mulutmu didengar dan dicatat.
Lalu suatu hari, kamu kehilangan kemampuan untuk berbicara.
Itulah yang dialami Imam Al-Ghazali.
Bukan karena stroke. Bukan karena gangguan pada pita suara.