@Gojekmilitan Ko jadi bahas ginian bang? Kesel boleh, tp gak harus melenceng kemana2 jg. Yg bayarannya mahal gak cuma SDIT, sekolah non muslim jg banyak yg mahal2 gak sekalian dibilang "mencerdaskan yg mampu aja"
@Dydydi@Robinbinbin1@neohistoria_id Temen ane dikasih emas batangan beneran yg ukuran gede, ada pahatan wajah bung Karno apa gambar Garuda di belakangnya. Sempet dikasih pegang jg ane. Cuma kata yg ngasih ketemen ane. ni barang gak boleh dijual belikan ke toko emas atau lain2, karena bisa geger sejagad raya.
Tahun 674 M. Pasukan yg dipimpin oleh Maslamah bin Abdul Malik dari Kekhalifahan Umawiyah bertolak dari pangkalannya di kawasan timur Laut Aegea menuju Konstantinopel dengan melintasi Laut Marmara. Menurut catatan Santo Teofanis (758-817), sekurang-kurangnya ada 700 kapal angkatan laut kaum Muslimin yg digunakan dalam upaya pembebasan tersebut.
Namun, kaisar Konstantinus IV penguasa Byzantium Romawi Timur yg beribukota di Konstantinopel ternyata memiliki armada laut yg lebih siap, lebih banyak dan lebih canggih dari sisi amunisi dan persenjataan. Kapal-kapal perang pasukan Konstantinopel sudah bersenjatakaan The Greek Fire (Api Yunani). Sebuah senjata pembakar anti air dengan nozel bertekanan yg dibuat dari senyawa kimia kalium oksida (kapur tohor), belerang dan minyak bumi.
Pasukan laut Maslamah bin Abdul Malik pun kalah. Sebagiannya ditarik kembali menuju pangkalan di semenanjung Kizikos di daerah Asia Kecil.
Ya, dalam setiap pertempuran tentunya kita tidak bisa hanya mengandalkan semangat saja. Tidak pula hanya mengandalkan ‘ghirah’ saja. Benar memang ada janji Allah di sana bahwa kemenangan akan tiba. Namun tentunya ikhtiar duniawi juga perlu disiapkan segala sesuatunya. Bertempur tanpa pengetahuan, nekad namanya.
Perjuangan, dalam konteks apa pun adalah gabungan antara idealita dengan realita. Karena bagaimana pun: KEMENANGAN ADA SYARATNYA. SEBAGAIMANA KEKALAHAN PUN ADA PENYEBABNYA.
Tahun 649 M. Khalifah Utsman bin Affan ra mengutus Muawiyah bin Abi Sufyan untuk menjemput takdir penaklukan Konstantinopel untuk yg pertama kalinya. Untuk pertama kalinya pula, kaum Muslimin memiliki angkatan laut. Upaya penaklukan baru sampai ke Qabarsha (kini dikenal sebagai Cyprus), pasukan ditarik mundur. Penaklukan belum berhasil.
Tahun 664 M. Muawiyah bin Abi Sufyan berupaya kembali menuju Konstantinopel. Pasukannya berhasil tiba hingga Rhodos, Yunani. Namun, ditarik kembali. Karena perbekalan tak mencukupi.
Tahun 669 M. Sufyan bin Auf memimpin pasukan memimpin pasukan kembali ke Rhodos dengan tujuan akhir Konstantinopel. Namun, upaya belum memperoleh keberhasilan.
Tahun 669 M. Pasukan dipimpin oleh Yazid bin Muawiyah, putra Khalifah Muawiyah bin Abi Sufyan. Pasukan penakluk tiba hingga di Erdek, Türkiye dan menyebrang ke Konstantinopel dihalau oleh pasukan Romawi Timur. Upaya penaklukan ini gagal setelah beberapa bulan pengepungan. Seorang sahabat senior Abu Ayyub Al Anshari yg turut serta, wafat dan dimakamkan di sana.
Tahun 674 M. Maslamah bin Abdul Malik memimpin pasukan untuk melakukan upaya penaklukan Konstantinopel untuk kesekian kalinya. Tak tanggung-tanggung, upaya dilakukan selama 7 tahun lamanya. Namun Konstantinopel tetap kokoh berdiri dengan tegaknya.
Tahun 783 M. Pasukan Harun Al Rasyid tiba di Üsküdar, Türkiye. Namun Konstantinopel tetap kokoh tak terkalahkan.
Lama berselang. Tak ada yg berupaya lagi hingga pada tahun 1395, Sultan Beyazid I mengupayakan kembali. Namun, pasukan Konstantinopel dan bentengnya terlampau kokoh tak terkalahkan.
Tahun 1451 M. Sultan Murad II (ayah Muhammad Al Fatih) berupaya lagi menjemput janji Allah melalui Sayyidina Nabi bahwa Konstantinopel akan takluk. Namun tetap, Konstantinopel ternyata tidak tunduk.
Tahun 1453 M. Setelah perang selama 54 hari, janji Allah pun terjadi. Konstantinopel takluk sebagaimana sabda Nabi. Setelah lebih dari 800 tahun berupaya dan menanti. Setelah kekalahan berkali-kali. Pasukan yg dipimpin oleh Sultan Mehmet II (Muhammad Al Fatih) berhasil menembus Konstantinopel yg lebih dari 13 abad berdiri.
Mereka, yg berupaya menaklukan Konstantinopel itu yg menjadi teladan perjuangan kita yg menyampaikan hikmah bahwa betapa nilai sebuah perjuangan tak lekang dengan kekalahan atau pun kemenangan. Mereka tak kenal menyerah walau mungkin harus kalah. Mereka berjuang menembus batas waktu lebih dari 8 abad dengan tentunya selalu menyiapkan generasi pelanjutnya sampai tiba masanya.
Kita pun demikian juga. Belum Allah ditakdirkannya menggapai kesuksesan, keberhasilan, kemenangan adalah cara Allah memberikan kesempatan beramal agar kita belajar dan terus belajar sembari memperbaiki segala upaya kita menjemput takdir Allah Yang Maha Rahman. Karena kemenangan ada syaratnya, sebagaimana kekalahan pun ada penyebabnya.
Kita tidak akan pernah berhenti berjuang dan melahirkan generasi pejuang. Kita akan tetap berdiri di barisan kebenaran walau harus berjuang 1000 tahun lagi.
Saat pencalonan capres, mereka mengabaikan konstitusi. Namun saat hak angket bergulir, mereka rame2 berkata "Ayo taati konstitusi".
Emang hidup harus seanjing itu ya?
@MinmonPS7 Keren emang nih Mak banteng, dah muncul tanduk runcingnya,sampe Bu Sri dan pa bas katanya menghadap kesana mau undur diri. Dan perkataan Bu Sri belakangan mulai spill dikit2 atasannya di pemerintahan, belom LG petinggi2 kampus yg mulai berani speak up.
Bisa gk sih manteman berhenti sehari aja komenin cuitan akun bajer2 Omon Pengkor?
Sebab mereka itu dibayar krn ada yg komenin
Klu mau komen carilah link berita ato jitak akun capres ato cawapresnya langsung jgn komeninin akun2 buzzernya
Bisa gk sih ?
Rekaman CCTV RS Ibn Sina di Jenin Tepi Barat Palestina saat para tentara Zionis Israel menyamar menjadi dokter dan tenaga medis dan melakukan penyerangan di dalam RS.