Iyo..... apes tenan pilihan ku kali ini. Mana ribuan lagi yg saya ajak memilih.
Memang benar kata para pakar (yg tidak didengar Prabowo), bahwa kekuasaan itu adalah ujian, bukan berkah. Dan pak Prabowo nampaknya jauh dari akan lolos dari ujian kekuasaan.
Nilainya hampir semua D
Wes ayu...
Pinter masak...
Kreatif...
Tampilan sederhana...
Gelem dipakani watu maneh...
Bener² idaman para cowo yg ingin mencinta dengan modal awak sehat, semangat dan bismillah tok. ♥️
Memotong anggaran BNPB dan BMKG untuk MBG. Sains dan mitigasi bencana dikhianati untuk program tanpa nalar. Nyatanya pendidikan, kesehatan dan keselamatanlah yang jauh lebih penting daripada makan siang.
Stupid as hell, The Prabs Way.
Mimpi basah warga Indonesia itu dateng Ksatria Piningit macem LKY
Otoritarian, Tegas, Disiplin, Ambisius, Blak-blakan, Dominan, Control-oriented, Pragmatis, mendekati NPD, tapi Meritokratis, Teknokratis, Anti-Korupsi, Visioner.
😂😂
Beberapa presiden jg berpikir mereka LKY😂
Dulu, pernah ada ibu yang hamil tua di Karimunjawa. Ada puskesmas di sana, tapi tak memadai, jadi dirujuk ke Jepara.
Karimunjawa ke Jepara harus naik kapal, sekital 90 mil.
Susah payah mencari kapal, akhirnya persalinan di tengah laut. Anaknya meninggal.
Tapi presiden kita lebih memprioritaskan:
- MBG
- KDMP
- URI
- Sekolah Rakyat
lngin gol? Panggil Lewandowski.
Ingin beberapa assist? Mari kita panggil Kevin De Bruyne.
Ingin menggiring bola? Panggil Neymar.
Ingin kemampuan mengatur permainan? Mari kita panggil Xavi.
Ingin semua itu? Hubungi Cristiano Ronaldo, dia akan memberimu nomor telepon Lionel Messi
- komen orang di tiktok
saya melihatnya wajar, saat banyak ahli hukum yang hebat, saling bersilang pendapat.
cuman, saat menyaksikan soalan UU Guru dan Dosen di MK, atau juga konstitusionalitas MBG dalam mandatory spending, saya jadi sadar, bahwa yang berilmu tidak selalu jadi yang berpihak.
Prof. Zainal Arifin Mochtar menegaskan,
“bagi saya, ilmu dan pemihakan adalah satu paket. Tetaplah bersama kepentingan orang banyak dan tertindas. Dan jangan pernah jual di hadapan penindas”.
Ndak salah mahasiswa yang membubarkan acara Total Politik di UGM di tengah situasi ini.
Di tengah situasi jomplang informasi dan suasana batin antara mahasiswa dan pejabat yang jadi pembicara.
Mas @budimandjatmiko@NusronWahid1 dan Sudaryono datang dengan kesadaran bahwa kebijakan pemerintah di sisi yg benar, dan di pikiran mereka, sebagai bagian kekuasaan, semua pelaksanaan di bawah berjalan benar. Menguntungkan rakyat dan negara.
Sementara mahasiswa UGM tsb punya kesadaran berbeda, bertolak belakang malah dengan para pejabat tsb. Kebijakan pemerintah di sisi yg salah, dan realitas di lapangannya nyata banyak penyimpangan. Merugikan rakyat dan negara.
Ciri kekuasaan itu sama-sama kita tahu lah mas Budiman dkk, selalu merasa benar, walau ditunjukan fakta ada penyimpangan di lapangan.
Pengadaan Motor BGN, Tata Kelola MBG, sudah terlihat ganjil, bau busuk menyengat, tapi kan kalian semua waktu itu tetap membela bahwa yang dilakukan BGN benar, bahwa MBG ini berjalan baik dgn tujuan mulianya. Sampai akhirnya semua kasep, uang rakyat di maling, kalian yg membela pun tertipu.
Sama dengan KDMP, sudah banyak bau busuk menyengat, dari pengadaan Truk yang serampangan, bangunan KDMP yang asal-asalan, rekruit manager yang bertentangan dengan UU, bahkan tidak ada sama sekali ruh koperasi di KDMP, kalian pejabat kan tetap buta tuli. Tetap membela program KDMP itu di jalan yang benar.
Di sana masalahnya, memang posisinya mahasiswa dan kalian pejabat saling berhadapan, tidak dalam sisi yang sama.
Mahasiswa menyuarakan amanat kesusahan rakyat, problem nyata di lapangan, kalian pejabat sesuai tabiatnya tentu membela tuan kalian yang memberi jabatan, yaitu Presiden.
Pertanyaannya, sebagai mantan aktivis mahasiswa, apakah tidak tersisa sedikit pun pada diri kalian, sensitifitas atas kesusahan dan masalah yang dirasakan rakyat di bawah?
Coba lah jujur dengan Nurani.
Ini saya lampirkan beberapa pengaduan yang masuk ke saya terkait program strategis Presiden. Pengaduan-pengaduan semacam ini saya teruskan ke kawan di kabinet yg saya yakin lurus, tidak membela membabi buta. Tapi ya tidak berdaya juga.
Mungkin jika Mas Bud, Nusron, dan Sudar punya akses lebih kuat ke Presiden, coba sampaikan ini. Jangan hanya puja puji di depan Presiden, coba berani sampaikan "Pak Presiden, program bapak MBG dan KDMP jadi bancakan di bawah, lebih baik hentikan dulu, evaluasi total".
Jika kalian berani sampaikan itu ke Presiden, maka barulah bisa duduk bersama mahasiswa, berdialog untuk perbaikan negeri ini.
Salam
FK
5 tuntutan bem ui:
1. Menghentikan pemborosan APBN
2. Menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.
3. Menghentikan Program MBG dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
4. Menghentikan militerisme di ranah sipil.
5. Mendesak pemerintah mengakui kesalahan dan berhenti mengelak.