Bolosego awalnya dari UMKM lalu berkembang pesat karena produk mereka memang berkualitas dan laku. Dan, mereka bawa nama Jogja sebagai pengusaha.
harusnya Bolosego yg ditemuin. Wali kota dan Gubernur harusnya minta maaf ke Bolosego karena iklim usaha jadi nggak enak karena "oknum".
lalu, oknum itu diberantas, nggak perlu ditemuin. karena "nuthuk" udah jadi budaya di Jogja ini dan jadi aib.
tapi itu menurut saya ya....
Seorang anak tersenyum karena akhirnya bisa mencicipi buah pir dari MBG untuk pertama kalinya. “Alhamdulillah… terima kasih Pak Prabowo,” katanya.
Yang menyedihkan, dia belum cukup besar untuk paham bahwa kalau negara benar-benar menaruh prioritas pada kesejahteraan keluarganya, misalnya lewat gaji layak untuk ayahnya yang kebetulan seorang guru honorer, buah pir itu tak akan terasa seperti kemewahan 🗿
Pernyataan bahwa MBG tetap dibagikan saat libur Lebaran bahkan dimajukan tanggal 17 Maret terdengar lebih seperti kepanikan proyek daripada kepedulian program.
Libur sekolah, anaknya di rumah.
Tapi MBG tetap harus jalan.
Kenapa?
Karena kalau berhenti seminggu saja, rantai bisnisnya ikut libur.
Kalau memang tujuannya membantu gizi anak, kenapa tidak diberikan tunai saja ke orang tua?
Lebih sederhana.
Lebih fleksibel.
Lebih masuk akal.
Tapi tentu saja…
kalau tunai, terlalu banyak pihak yang kehilangan “jatah operasional”.
Jadi jangan heran kalau program ini dipaksa tetap jalan bahkan saat libur.
Karena yang takut “anak kehilangan gizi” mungkin sedikit.
Yang takut aliran uang berhenti seminggu, kemungkinan jauh lebih banyak.
Singkatnya:
Ini bukan lagi soal makan bergizi.
Tapi soal proyek yang tidak boleh berhenti, bahkan saat sekolah libur.
Dear anak FKIP, pikir dulu 99x sebelum nyemplung jadi guru/dosen. Sudahlah kadang kurang dibela negara, dijadiin tumbal konflik horizontal pula.
Saya gak bosan-bosannya menyayangkan keputusan dikti untuk oprec mahasiswa ppg prajab dengan iming-iming pengangkatan asn dan gaji 2x (gaji + serti) waktu itu. Jadinya pada nagih janji kan? Pengen segera jadi asn dan ngajar di sekolah. Ya wajar, namanya aja dikasih janji.
Saking terbuainya dg janji manis, sampe gak aware kalo masalah keguruan di lapangan itu ruwet. Konflik kepentingannya banyak. Mau diurai pun susah karena terlanjur kayak benang kusut. Persoalan honorer aja banyak kastanya dan belum rampung, eh ketambahan lulusan prajab. Semua saling audiensi dan memperjuangkan golongannya. Akhirnya di proses seleksi ASN lahirlah kasta prioritas, P1 P2 P3 P4 P5 P15281735 yg berlapis-lapis itu.
Adanya sistem prioritas ini bukan solusi, tapi nambah masalah baru yaitu konflik horizontal senggol bacok di sosial media. Semua merasa gak puas dan marah, karena pas "marah ke atas" gak ada yg gubris, akhirnya pada marah ke sesama.
Lulusan prajab ngejek honorer. Prajab berbekal serdik, merasa punya titel guru profesional, ngatain honorer gak kompeten dan ilegal. Padahal bestie, kalau memang profesional, semestinya kita bisa lebih manusiawi. Ketidakadilan yg kita terima, usahakan jangan di-channeling secara horizontal. Kemudian honorer pun gak terima, balik ngatain prajab.
Jujur getir banget ngelihat rakyat kecil gontok-gontokan kayak gini. Padahal kita semua korban sistem.
Honorer ada karena negara gak kunjung adain seleksi cpns, padahal angka pensiun semakin meningkat. Kelas yg kosong, mau diajar siapa? Lahirlah honorer. Ini namanya korban sistem.
Prajab ada karena negara pengen kualitas guru meningkat, tapi belum menyediakan sistem untuk menyerap lulusannya dengan baik. Ini namanya korban sistem.
Pppk ada karena negara tak kuasa sanggup bayar pensiun tenaga kerja. Ini namanya korban sistem.
Pns (asn) guru gajinya segitu tanpa dapet tukin karena pemda gak sanggup bayar, sementara pns kemenkeu dapet tukin sultan. Ini namanya korban sistem.
Jangan sampai sistem yang ruwet ini sukses memecah kita. Ketika sesama pendidik saling merendahkan, yang diuntungkan bukan kita. Sometimes we just need to step back and see the bigger picture, so that we can understand bahwa yg perlu dikritik adalah sistemnya, bukan manusianya.
Ia berjuang untuk dunia pendidikan krn lebih tahu keadaan lapangan.
Atas nama guru-guru kita di masa lalu, dan mereka yg mau memilih profesi guru hari ini, bantulah perjuangannya.
@kompascom Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, saya akan melanjutkan gugatan perkara ini apapun hasilnya
Mohon dukungan & doa dari semuanya, demi Pendidikan kita. Panjang umur Pekerja Pendidikan 🙏
Seorang guru honorer bernama Reza Sudrajat menggugat Undang-undang APBN tahun 2026 ke Mahkamah Konstitusi (MK) gara-gara program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menurutnya berimbas dipangkasnya anggaran pendidikan.
Baca selengkapnya: https://t.co/FMYBX2HPse.
~SN #MBG #GuruHonorer #MK #AnggaranDipangkas
@jogja_base@ulib_ Cuma mau bilang, Affan Kurniawan adalah tulang punggung keluarga. Kalau dia meninggal, siapa yg menghidupi keluarga? Dia hanya lewat untuk antar pesanan, bukan jambret orang, tapi mobil baja itu tanpa ampun melindasnya. Sopir mobil baja itu hanya kena demosi.
3. Crisis Management 101.
Buat temen2 leader, gue paham yg viral itu bikin panik. Tapi mecat karyawan di saat genting tanpa investigasi itu risky.
Protect your team first. Kalo mereka salah, bina. Kalo mereka sesuai SOP, bela. Jangan korbanin karyawan demi ngeredain amarah.