Yaelah kalau cuma perkara fisik mah noh kita juga ada Verrel di DPR. Tapi kan kita tetep ga suka, orang rekam jejaknya jelek.
Ni orang juga sama. Xenophobic dia tuh.
Lagian pejabat publik kok dipuja visualnya.
The “Haruka Suzumori” Account: India Troll Farm Evidence Chain
Here’s the short version of what I found, and it’s hilarious:
1) Account created in November 2024
During the first month:
• China-related tweets: 2 (neutral)
https://t.co/oCtC7uYn4L
• Israel-related tweets: 36 (hardcore pro-Israel, anti-Muslim)
https://t.co/ApanlP9qHc
Classic Phase 1 of an Indian troll account:
Build a “right-wing Japanese girl” persona by farming pro-Israel content.
2) Fast-forward one year: full transformation
In December 2025:
• China-related tweets: 135 (all negative, inflammatory)
https://t.co/3SdawUrJEj
• Israel-related tweets: 1
https://t.co/jvIjyuCLeT
That’s Phase 2:
Once the account gains “trustworthiness,” switch to mass anti-China output.
3) Behavior patterns scream “Indian troll farm”
✔ Instant ID verification right after account creation
✔ Stereotypical “conservative Japanese girl” persona
✔ Posting schedule matches India’s work hours
✔ Writing style is not Japanese at all — it’s Indian ESL
✔ Videos are recycled from Indian anti-China accounts
✔ Consistent use of India’s anti-China talking points word-for-word
Especially this:
Posting at 5:04 AM Japan time
Exactly when Indian troll centers push content.
A normal Japanese-raised girl doesn’t tweet propaganda at dawn.
An Indian troll with night shift does.
4) The content shift is impossible for a real person
Nov 2024 China tweets (2) Israel tweets(36) Building persona
Dec 2025 China tweets (135) Israel tweets (1)Anti-China activation
Only troll farms flip topics like a light switch.
5) Anti-China themes = 100% Indian media template
“China enslaves East Asia”,
“China destroys oceans”,
“Japan must rearm to stop China”
All straight from Indian disinfo farms. Not even original.
In short:
A “Japanese girl” who created her account in Nov 2024, posted 36 pro-Israel, anti-Muslim tweets in her first month, then magically turned into a full-time anti-China machine with 135 posts in Dec 2025, writes like an Indian, tweets on Indian time, and copies Indian talking points…
He claimed to be an Asian girl born in Canada and raised in Japan, but in reality, that’s Mumbai Troll Farm, Server #2.
Lo mau tau ga apa yang bikin karir politiknya mati? berenti ngomongin doi
dia berusaha banget cari atensi dan jadi pembicaraan ampe nginjek kepala kebo segala setelah jurus ijazahnya mau abis
lo mau tau cara matiin termul? mute semua keyword tentang dia, dan bikin akunnya sepi
quote politik yang ampe sekarang masih dia pegang
"di politik itu harus jadi tren setter"
Teruntuk Lia @liamlyati, kalo kamu mau tobat alangkah baiknya ganti foto profil, hapus semua foto orang yang kamu fakerin. Mending kamu ganti pake foto kucing deh daripada pake foto orang lain yang gak tau menahu.
Titipan dari @kakdeo
Orang yg kamu blokir lia
Woy lia hapus gak foto² org yg lu fakerin di media lu, cari impresi jgn pake foto orang lah woyy
wahai para cenblu kalian sadar ga sih sebetulnya banyak mutualan kalian yg pake nama cewe dan ava cewe itu sebetulnya cowo
mereka sengaja pake akun nama cewe dan ava cewe biar orang" jbjbin akun dia agar lebih rame
bahkan banyak akun" gede yang replay genit 🤣
Komposer Veteran AKB48, Hideki Naruse, Jadi Korban Cyberbullying Parah Akibat Lagu Baru
Hideki Naruse, komposer veteran yang berada di balik lagu-lagu legendaris AKB48 seperti BINGO!, Hikoukigumo, hingga lagu perayaan 10 tahun AKB48 Kimi wa Melody, baru-baru ini membagikan curahan hati yang memilukan melalui akun X pribadinya.
Berdasarkan unggahannya, Naruse mengungkapkan bahwa ia sedang menghadapi badai hujatan, cacian, hingga pesan ancaman. Ironisnya, hal ini terjadi hanya karena sebagian penggemar merasa tidak menyukai lagu baru ciptaannya yang dibawakan oleh grup idola Nogizaka46
Kekerasan verbal yang ia terima sangat ekstrem. Naruse memaparkan bahwa beberapa komentar menyebut karyanya sebagai "sampah", "ketinggalan zaman", hingga cibiran yang mengatakan bahwa "AI bisa membuat lagu yang lebih baik". Bahkan, sebuah akun secara terang-terangan mengirimkan pesan yang menyuruhnya untuk tidak pernah lagi menulis lagu untuk Nogizaka.
Sebagai sosok yang telah mendedikasikan hidupnya selama lebih dari 20 tahun di industri musik, Naruse mengaku sangat terpukul. Ia merasa miris melihat dunia penciptaan lagu yang seharusnya menjadi tempat penuh impian, kini berubah menjadi lingkungan yang sangat toxic
Lebih lanjut, ia mengkhawatirkan nasib para komposer muda. Jika komposer veteran sepertinya saja bisa hancur mentalnya karena hujatan tersebut, ia tidak bisa membayangkan bagaimana mental komposer pendatang baru jika harus menghadapi tekanan dan kekerasan verbal yang sama.
Will they ask Christian Pulisic or Weston Mckennie what do they think about their country inflicting a genocide in Gaza and bombing Iranian kids? Why are these type of questions always asked to Asians and Africans?
Ceire Ní Ghribín, the nurse who went viral after saying, "I was a nurse in Gaza. I volunteered in Gaza. I’ve seen what happens. There is a genocide. Free Palestine" has posted proof as people had been calling her a liar.
The heroine is a registered nurse and a midwife.