Ucapan “Londo Ireng” Mengkhianati Mandat Konstitusi dan Kedaulatan Rakyat
Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mengecam keras pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyamakan wartawan, pengamat, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dengan “Londo Ireng”. Pernyataan tersebut bukan sekadar candaan atau gaya komunikasi personal. Ia merupakan pelabelan terhadap kelompok kritis sebagai pihak yang tidak setia kepada bangsa, bekerja untuk kepentingan asing, bahkan secara tersirat sebagai pengkhianat.
https://t.co/CrGMnwiTzQ
twitter (or as the youngsters called ‘X’) is not fun anymore. all tweets are designated to chase impressions by akun cenblue. give me pure hearted tweets
Kalau anak sampai dijadikan alat untuk membangun narasi politik, itu bukan lagi soal membela kebijakan. Itu sudah masuk ranah eksploitasi anak demi kepentingan politik. Anak bukan alat propaganda.
Ingat nama ibu Papua ini:
Melkiana Duwitau, ibu hamil 31 tahun, tewas dibunuh peluru tentara saat sedang hamil 32 minggu akibat operasi militer
Kampung Wandoga, Distrik Sugapa, Kab. Intan Jaya
Never forget, never forgive
Kenetralan akademisi itu oxymoron.
Semua dari kita berpihak. Some said it out loud. Some said it quietly. Some pretend that they don’t have any even though they absolutely do.