Fires are smoldering in Indonesia, which is in a severe and widespread drought. Some of these are tropical peatland fires, which burn slowly, release higher amounts of air pollution, and are notoriously difficult to extinguish.
This image from @NASA’s Aqua satellite shows smoke covering much of Indonesia and Malaysia on September 1, 2026. Red dots have been added where the satellite’s MODIS instrument detected thermal anomalies indicative of fire. https://t.co/BTsczWwoxL
"Instead of a power plant strike, a plague of the firstborn - tomorrow evening, eliminate the children of Vahidi, Araghchi, and Ghalibaf. If we can't get to the parents, hit their children"
Israeli analyst Orit Perlov, of the INSS think-tank, affiliated with Tel Aviv University, calls to murder children in Iran. She later deleted this tweet.
Here's a translation of the full tweet:
"Please replace the state approach with a cruel religious approach.
Instead of a power plant strike, a plague of the firstborn - tomorrow evening, eliminate the children of Vahidi, Araghchi, and Ghalibaf. If we can't get to the parents, harm their children (it took us two years to do it in Gaza. We haven't done it in Lebanon yet).
These are religious patents.
No state rationality is working right now.
Instead of a "mad landlord" approach, we need a cruel landlord.
Trump can't promise hell - that's exactly what they want. Hitting power plants would be counterproductive
If they drag us into a boxing match and ping-pong games - We lose."
Ternyata teman-teman jurnalis dan TV nasional diancam akan dicabut hak siarannya kalau meliput tentang demo. Terjadi di hampir seluruh media. Pantes liputan aksi habis2 an ini sangat minim. Terus naikin hastagnya guys
#CabutUUTNI#TolakRUUPolri
Rakyat meminta haknya aja harus pakai pelindung segininya, yang harusnya melindungi rakyat malah jadi alat pembunuh legal pemerintah.
#TolakRUUPolri#TolakUUTNI
In the spirit of the holidays, and based on your feedback, we have decided to give away the next half of the @killzone + @helldivers2 collab away for free for everyone.
Happy holidays from @ArrowheadGS and our friends at @Guerrilla
Buat yang mau ikut ngurus negara dibanding ngurus selangkangan selebgram, ini ringkasan isunya:
1) PKS awalnya mau calonin Anies-Sohibul Iman, Jakarta "Aman". Elektabilitasnya paling tinggi. Problemnya: perlu threshold 20% biar bisa calonin gubernur. Jadi perlu cari partai koalisi biar cukup menuhinnya.
2) Partai koalisi awalnya rencananya sama kaya Pilpres Kemarin: PKB, PKS, dan Nasdem.
3) Koalisi Indonesia Maju (KIM) ngajakin PKB, PKS, dan Nasdem ke koalisi mereka. Kata berita:
a) NasDem dikasih ancaman kasus,
b) Cak Iminnya PKB diancam lengser via konflik PKB-PBNU,
c) PKS ditawari posisi, yang udah jelas adalah wakil gubernur.
4) PKS ngumumin calon mereka ganti jadi Ridwan Kamil - Suswono, dengan koalisi raksasa total 12 partai.
***
Berhenti dulu. Ada keributan lain
5) Di luar keributan partai, ada calon independen: Dharma Pongrekun - Kun Wardana. Mereka juga problematik:
a) Ngumpulin KTP-nya pakai data curian, bahkan sampai ada anaknya Anies diklaim dukung mereka,
b) Warga prottes, pencurian data-nya udah dilaporkan ke Polisi,
c) Polisi menghentikan kasus pencurian datanya, katanya ini wewenang Bawaslu karena urusan Pilkada,
d) Padahal pencurian data itu tindak pidana umum, mestinya Polisi dan Bawaslu dua-duanya bisa jalan.
6) KPU tetap menetapkan calon independen problematik ini.
***
Kembali ke lanjutan nomor 4:
7) Presiden reshuffle kabinet: Menkumham Yasonna (PDIP) dicopot. Ingat: PDI-P belum ngumumin calon mereka.
Mereka juga terganjal threshold 20%.
8) Mahkamah Konstitusi, membuat keputusan penting:
a) Membatalkan Perubahan Batas Usia calon kepala daerah yang kemarin ramai dari Mahkamah Agung.
b) Mengabulkan gugatan Partai Buruh dan Gelora: Threshold dari 20% jadi 7.5%
9) Implikasinya:
a) Beberapa partai lain (misal PDI-P dan PSI) bisa calonin sendiri tanpa perlu cari teman,
b) Kaesang gak bisa nyalon di Pilkada.
10) Presiden langsung panggil Menkumham baru, ingat dia udah bukan orang PDI-P, tapi orang baru. Entah mau ngapain.
***
Yang krusial:
11) Hari ini DPR bakal rapat RUU Pilkada. Agendanya bikin pembahasan, kalau bisa sampai keputusan, hari ini juga.
a) Diduga untuk menganulir putusan MK dengan bikin UU,
b) Deadline pendaftaran calon kepala daerah tinggal 9 hari kalender/7 hari kerja lagi, udah mepet.
***
Ada keributan separah dan sekompleks ini dan kalian malah ngurusin selangkangan orang.
@ZainalM_Prof "Karena terjadi A, maka akan terjadi Z (yang ekstrim)" padahal sebelum Z terjadi B, C dan seterusnya harus terjadi sebagai predecessor. Poinnya bukan gimana ini akan mengacaukan sistim kesehatan, tapi ttg upaya apa yang seharusnya dilakukan untuk mendapatkan trust masy. Kembali
@ZainalM_Prof "Hilangnya trust masyarakat terhadap dokter juga berpotensi semakin memporak-porandakan sistem layanan kesehatan yang ada dengan segala kekurangannya" ini bisa masuk ke ranah Slippery Slope logical fallacy.
@ZainalM_Prof "Halah dia buzzer doang tau apa dia argumen dia pasti salah" padahal poin utamanya bukan tentang sumber si berita nya entah itu benar dari buzzer atau bukan. Tapi tentang apakah benar pembullyan ini benar2 terjadi di institusi kedokteran spesialis?
@ZainalM_Prof "Melihat orkestrasi paduan suara para buzzer terkait bullying dalam pendidikan dokter spesialis, terbaca adanya upaya sistematis, masif dan terstruktur..." saya rasa ini masuk ke kategori logical fallacy Ad Hominem. Mendiskreditkan argumen orang lain karena personalnya
@ZainalM_Prof Apalagi di paragraf2 selanjutnya ngehighlight issue bullying di instansi instansi dan negara lain, masalah mendasarnya bukan soal yang lain juga ikut membully tapi soal apakah membully itu hal yang benar perlu untuk dilakukan?