ahok curhat ternyata dulu pernah menaruh harapan pada pemerintahan prabowo:
- tapi semuanya sirna dalam 2 tahun
- ahok bilang dia enggak liat prabowo mau jalanin usulan dia sebelum jadi presiden
- pertamina bisa beli minyak langsung tanpa tender, harga ikut acuan esdm
- bangun tangki di tanah pertamina biar stok minyak tahan lama
- pipa gas ke rumah biar ga usah pakai lpg subsidi
- subsidi bbm jadi voucher digital di hp
- listrik 1300-2200 watt disubsidi/gratis
- tambang pakai sistem bagi hasil kayak migas
- tambang nganggur 1 tahun, izin diambil negara
- hasil tambang khusus buat pendidikan & kesehatan
- kepala daerah dapat bonus resmi biar ga korupsi
- subsidi berbasis nik biar ga dobel
- tapi satu pun usulan itu tidak di lakukan
- harapan ahok cuma satu indonesia jangan sampe pecah gara-gara beda pilihan politik
Gw tau pemerintah ini komunikasinya kacau betul.
Tapi, Mensesneg konpers di Bank Indonesia ngumumin pengunduran diri Gubernur BI tuh sinyal apa sih yang mau dikasih ke publik?
Sinyal bahwa BI memang ga independen?
Kenapa ga Perry sendiri yg pidato di Gedung BI?
antek2 wowok nyalahin dan ngasih tekanan ke blio karena rupiah terus melambung padahal rupiah bisa nyentuh 18k karena kebijakan tolol wowok yg kekeuh pertahanin embege dan kopdes di kondisi negara lagi carut marut begini
Udah tau belum?
Mamdani Walikota New York bikin Municipal Groceries Store yang tujuannya sama kaya Koperasi Desa Merah Putih yang jual harga barang subsidi.
Tapi gak gedebak-gedebuk sembarangan, ini bikinnya pake konsep, dimulai dari 5 unit dulu, dengan harga bahan pangan pokok 30% lebih murah dari harga pasar.
Kenapa bisa lebih murah?
Karena biaya overhead dan pajaknya ditanggung oleh anggaran kota bukan karena beli lebih murah dari supplier.
Canggihnya setiap produk bisa di cek bar code nya yang berisi transparansi harga dan edukasi program.
Ini praktik sosialisme yang bener.
Logika ni orang :
-Gaji pejabat harus dinaikin biar ga korupsi
-Gaji hakim harus dinaikin biar ga disuap
-Gaji TNI polri harus dinaikin biar ga meras rakyat
Yg ga dinaikin :
-gaji guru soalnya tkut rakyat jd cerdas dan kritis
Kameramennya anjjirr banget😂😂
Ketika prabowo bilang :
"Hey para koruptor, sadar diri"
Kameranya langsung nyorot:
>Kapolri
>Panglima TNI
>Jaksa Agung
tau aja sarang koruptornya di mana😌
• Presidennya hobby pidato pake kata kasar + ngitung gak jelas
• Wapresnya main kucing + ai ai an kayak beda dunia
• Menlunya harus diingetin dlu baru gerak
• Menteri PUPR nya rencana dinas keluar negeri bareng keluarga bertepatan final world cup
• Menkeu nya punya anak yg suka parlay dan malah tone deaf
• Ketua MPR nya jadi suruhan pemerintah
• Aparat nya, TNI Polri lagi rebutan kasus, saling tunjukkan kekuatan
• Aparat Hukum, Jaksanya, terindikasi korupsi atas kasus besar yg ditangani
Negara ini sebenarnya sedang menuju ke mana?
ibu ini cerita kenapa Nadiem Disingkirkan:
- Digitalisasi ancam koruptor= mereka gk bisa korupsi lg
- kebijakan berbasis data bikin penyelewengan ketahuan
- Putus rantai vendor lama
- pindah ke Chrome OS bikin vendor Microsoft & pelatih lama kehilangan income
- Hapus ujian nasional
- hilangkan proyek kertas, buku, soal ujian bernilai miliaran
- hapus jual beli kunci jawaban
- Dana BOS jadi transparan
- laporan terintegrasi, tidak bisa lagi lapor fiktif
- Angkat 700.000 guru PPPK
- ganggu sistem jual beli jabatan yang sudah lama berjalan
- Tidak paham adat
- masuk kolam kotor tapi mau bersih-bersih
- Nadiem disingkirkan karena terlalu banyak pihak kehilangan uang dari pusat sampai daerah
Biar kelen ga menyepelekan keluarga Jokowi.
Dan juga pergerakan gibran sebagai Wapres Prabowo.
Gue akan spill record kemenangan Jokowi dari tahun 2005
2005 => nyalon walikota solo (menang)
2010=> nyalon dua periode solo (memang 90% suara)
2012-=> nyalon gubernur DKI (menang)
2014=> nyalon presiden (menang)
2019=> nyalon presiden lagi (menang lagi)
2024=> memenangkan anaknya
Artinya apa? Jokowi tidak pernah kalah dan belum ada catatan kalah saat pemilu langsung.
Dan sejak tahun 2012, konsultan politiknya masih sama sampai ke Gibran.
Jadi jangan pernah membiarkan Gibran mendapatkan panggung.
"kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur sppg"
"kami mau melapor ke tentara, tentara punya dapur sppg"
"kami mau melapor ke DPR, anggota DPR banyak yg punya dapur SPPG"
"ini jalan terakhir kami mengadu. kepada konstitusilah kami berharap, ya kalau ga punya dapur"
Lah ini bisa pake telpon doang kontakan sama Presiden Palestina.
Kenapa kalo ke Perancis harus ketemu langsung sampe 4 kali?
Takut kena rudal mitra sesama BOP yaa kalo ke Palestina?
Saya meyakini gestur Nanik yang sering nangis-nangis ini bagian dari strategi propaganda politik yang sangat sadar.
Kita tahu konsultan politik Prabowo ini sangat piawai memainkan psikologi massa dan emosi publik (Gemoy playbook).
Harapannya mungkin supaya menarik simpati masyarakat awam lalu memberi ruang pemakluman pada masalah utama dari kebijakan MBG yang dampaknya lebih banyak ke elit daripada ke rakyat.
“kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur sppg, kami mau melapor ke TNI, TNI punya dapur sppg, kami mau melapor ke DPR, DPR pun punya dapur sppg. jadi ini jalan terakhir kami untuk mengadu, kepada konstitusilah kami berharap”
—ucap seorang guru, pendidik anak bangsa. ironi.
Mungkin banyak yang belum tau soal ini,
Hari ini terjadi Gempa 6.7 magnitudo dan disusul lagi 21 gempa susulan di Sulawesi Tengah dengan titik pusat di Palolo yang berdampak pada daerah Palu, Sigi, Parigi dan Poso. Getaran bahkan dirasakan hingga Kabupaten Mamuju dan Luwu Utara.
BMKG mengumumkan tidak berpotensi tsunami dan warga diminta tetap waspada. Kerusakan bangunan ringan hingga parah dilaporkan di beberapa daerah.
Stay safe semua, saudara kami di Sulteng❤️
Polda Metro Jaya hari ini, di depan kamera:
"Kami bukan musuh mahasiswa. Kami adalah partner. Kami adalah mitra."
Lalu mereka umumkan angkanya:
Untuk mengawal demo hari ini , 6.675 personel gabungan disiagakan.
Prediksi massa aksi?
Sekitar 300–500 orang di DPR/MPR.
Di Bundaran HI? 80–100 orang.
Rasionya: untuk 500 mahasiswa, negara siapkan hampir 13 aparat per orang.
Tiga belas.
Bukan untuk perang.
Bukan untuk bencana.
Untuk warga negara yang mau bicara.
Dan ini bukan pertama kali.
Jumat 12 Juni lalu ,4.151 personel untuk massa yang juga ratusan orang.
Setiap minggu angkanya naik.
Di saat yang sama, Polda mempersoalkan surat pemberitahuan , apakah mahasiswa sudah lapor sesuai UU No. 9 Tahun 1998 Pasal 10.
Tapi Kabid Humas Polda mengakui sendiri dalam konferensi pers hari ini: meski tanpa surat pemberitahuan, polisi tetap melakukan pengawalan.
Jadi surat itu wajib atau tidak?
Kalau tidak wajib , kenapa dipermasalahkan ke publik?
Kalau wajib , kenapa tetap dilayani?
6.675 aparat untuk 500 mahasiswa yang mau bicara.
Di negara mana ini disebut "pelayanan"?