i mean kalo ajaran kalian sempurna dan gak ada yang perlu dipertanyakan ngapain defensif dan seringnya juga ableist sampe ngecap ini itu ke orang yang mengkritik? gue udah banyak ngeliat feminis dihate sebegitunya sama akun2 islami disini, lebih parah dari hating on rapists lol
orang2 religius di indo yang gampang melabeli kritik terhadap agama sebagai islamophobia, fitnah dajjal, propaganda kafir barat, feminazi, libtard, dll itu mungkin sebenarnya merasa terancam kalau nanti banyak orang yang mulai mendekonstruksi agama dan bahkan meninggalkannya
indons menganggap orang jadi ateis hanya karena malas ibadah itu bukti kalo mereka gak terbiasa melihat orang lain bisa menggunakan critical thinking skills terhadap ajaran agama mayoritas dan yang sudah diwarisi dari lahir. atau mungkin cuma projecting karena ibadahnya banyak 🤷🏻♀️
Because you won’t watch women’s football because “the players are not that good” but you will be in front of your TV at minute one of the next Spurs vs United game
because indonesian history was stopped prematurely because the people would rather be with suharto and the fascist military over against the communists and gerwani, capiche?
padahal buku ini kan sama terkenalnya sama buku2nya simone de beauvoir, dworkin, foucault, dll kan ya, op ngasih tau kalo kritik pernikahan itu sudah dibahas dari dulu, itu bagian dari literasi populer juga. dikit2 barat "kuffar" tapi dia sendiri hobi mengonsumsi medianya 😂
let me rephrase it:
“coba pelajari sejarah perempuan eropa (yang dulu ngejajah dan jadiin nenek moyang lo babu & budak). lihat betapa menderitanya mereka. maka sudah sepantasnya pengalaman dan perjuangan perempuan eropa dijadikan pengalaman universal perempuan, dan seluruh perempuan dunia wajib ikutin kerangka pembebasan mereka”
kebiasaan hidup jadi mayoritas ya pasti ga familiar sama konsep hidup dengan org yg beda pendapat, bertetangga sama orang yang benci kalian, bekerja saru kantor sama org dgn ideologi yang berbeda, makanya kaget pas liat orang yg berbeda dikit kok bisa survive hidup bermasyarakat
menghindari objektifikasi dan kekerasan seksual dengan membatasi hak dalam berpakaian itu sama aja dengan mengobjektifikasi. dan kekerasan seksual adalah tindak kriminal mengontrol tubuh milik orang lain yang gak bisa dijustifikasi apapun alasannya
She's right but this is exactly why we need radical systems to question why such practices exist in today's world and why the female body is heavily sexualised. These said consequences are a result of deeply ingrained conditioning and making religion the only source of identity.
Stupid to play the choice feminism card when it comes to oppressive religious practices. In an ideal world, it IS their choice but we unfortunately live in an inherently patriarchal society where women are conditioned to behave in a certain way & then calling it their choice.
"stay mad, nyatanya islam semakin berkembang pesat" padahal itu juga terjadi karena birth rate dan indoktrinasi sejak bayi kayak gini. mualaf juga banyak yang gara2 dulunya punya masa lalu kelam dan bisa dapet ampunan in any abrahamic religions lol