karena buku sudah menumpuk sejak dua tahun lalu dan belum dibaca juga, ditambah akhir tahun kemarin nambah beli banyak buku, sepertinya tahun ini bakal baca banyak banget buku, semoga konsisten.
(biar bisa bikin thread buku bacaan kayak orang-orang)
The way abang abangan kiri cuman galak soal isu kelas tapi engga tentang patriarki tells me a lot about them because if they were slightly fortunate they wouldn't be a leftist at all #lol
Kalo hari ini sering liat suporter turun ke jalan (dg ragam cara, bendera & metode) dlm isu2 kerakyatan: di situ Andi Peci (sedikit banyak) yg memulai.
Baliknya Persebaya 1927 ga cuma kemenangan Bonek, tapi ttg: sepakbola emang alat perjuangan.
Malah budhal disek kon iku, Cok!
Salah satu prajurit TNI merampas telepon genggam wartawan Tempo dan memaksa penghapusan foto-foto personel TNI yang berjaga saat peliputan di kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, 9 Juli 2026.
April, 13 tahun yang lalu, Andie Peci dibacok dan dipukuli sekitar 12 orang berbadan besar.
Peci dianiaya beberapa saat setelah ia mengikuti aksi damai mendukung Persebaya Surabaya 1927 yang tak diakui eksistensinya oleh PSSI.
Karena sepak bola, pria2 beringas itu hendak menculik Peci. Namun Peci menolak, melawan, dan menangkis sabetan2 celurit pelaku. Tangan Peci berdarah, beberapa bagian tubuhnya lebam. Di rumah sakit, Peci menerima 29 jahitan pada tangannya.
Teror itu tidak pernah menghentikan Peci. Dia bersuara semakin lantang, semakin aktif turun ke jalan. Sampai hari ini, para pelaku pembacokan itu tidak pernah terungkap. Siapa otak di balik penyiksaan itu tidak pernah tersingkap.
Hari ini, Peci meninggal dunia, meninggalkan jejak kenangan berupa keberanian dan idealisme pilih tanding.
Peci, sebuah kehormatan bisa mengenalmu. Selamat jalan. Semoga mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Innalillahi wa innailaihi rojiun.
gaada pelajaran ttg consent, menstruasi, pelecehan dan kekerasan seksual, body autonomy and privacy MALAH BEGINI yaAllah we really are so so so doomed as a nation
orang indo ini hatinya lembut, gampang banget kasian sama orang, tapi orang yang dikasianin itu elit politik, pemerintah, public figure, orang kaya, dan orang-orang jahat, giliran ke minoritas teriak-teriak nyuruh mati
I’m so tired of mindset that everything u post has to be "good for ur career." Dan kyknya banyaknya di indo aja, none of my foreign friends think like this. Their social media is just their life, while their career speaks for itself elsewhere… sosmed ya sosmed bkn CV-