Mendagri WAJIB COPOT PLT Bupati Pati Risma Ardhi Chandra yang berbuat Kesalahan Fatal demgan Salah Baca Teks Pancasila saat peringatan Hut RI..Bila baca teks Pancasila aja Salah,gimana emban tugas sbg Plt Bupati Pati ?!?
PAWAI KEMERDEKAAN MALAH JADI LAPANG ADU JOTOS, PREMAN MABUK BIKIN BUBAR PESTA RAKYAT!
Niat hati mau merayakan Hari Kemerdekaan dengan gembira, acara karnaval di Cicalengka malah berakhir kacau gara-gara ulah segelintir oknum warga yang diduga lagi mabuk.
Yang bikin urut dada, bukannya tertib pas dilerai, mereka malah makin nekat nantangin petugas TNI-Polri. Bahkan, Kapolsek sama Danramil yang turun langsung ke lapangan buat mendinginkan suasana malah kena jotos.
Ini jelas sangat disayangkan. Acara tahunan yang sudah disiapkan susah payah oleh panitia dan ditunggu-tunggu warga terpaksa dihentikan begitu saja demi keamanan.
Pesta rakyat yang harusnya jadi ajang silaturahmi dan hiburan warga malah rusak total cuma gara-gara kelakuan arogan orang-orang tak bertanggung jawab.
Kejadian ini jadi tampar keras buat kita semua. Mau sampai kapan acara kebudayaan dan pesta kerakyatan dikuasai oleh aksi premanisme dan pengaruh minuman keras?
Aparat keamanan harus bertindak tegas usut tuntas para pelaku tanpa ada kata damai, biar ada efek jera dan kejadian serupa tidak terulang lagi di wilayah lain.
Gimana menurut kalian? Apakah sanksi hukum saja cukup, atau harus ada aturan ekstra ketat soal miras di acara keramaian? Tulis pendapatmu di kolom komentar!
Skakmat dari Connie Bakrie! Aksi pembentangan bendera raksasa bergambar Prabowo oleh tentara di langit HUT RI itu bener-bener too much & narsis banget. Hari Kemerdekaan itu merayakan Merah Putih & rakyat, bukan kultus individu wajah penguasa.
Video : tribun
Kalo negara ulang tahun, cukup benderanya yang dikibarkan, foto orang tidak perlu.
Pahlawan bukan, ikut perang gak pernah,
Malah kabur negara orang..
Bukan gak suka, terlalu lebay.
Contoh komunikasi yang tak hati hati dan tak punya hati.
MEMENJARAKAN KORUPTOR, MENAMBAH BEBAN RAKYAT
Pernyataan Ketua KPK yang mengeluhkan besarnya biaya memenjarakan koruptor—mulai dari makan hingga pakaian yang ditanggung negara—adalah bentuk pengakuan gamblang atas kebangkrutan nalar penegakan hukum kita.
Sungguh sebuah ironi yang menyayat: rakyat yang uangnya dirampok, justru dipaksa kembali membiayai fasilitas hidup para penjahat kerah putih di balik jeruji besi. Ketimbang terus memelihara logika penindakan yang tambal sulam dan menghabiskan anggaran, negara seharusnya fokus pada pengembalian kerugian negara (asset recovery) secara brutal hingga miskin, pemiskinan total pelaku, serta rekonstruksi sistem hukum yang menutup rapat celah korupsi.
Jika penindakan hanya berujung pada beban anggaran baru bagi kas negara, maka hukum tak lebih dari sekadar panggung sandiwara yang merugikan rakyat dua kali.
#EtikaKonstitusi #PemiskinanKoruptor #AssetRecovery #KeadilanSubstantif #BebanRakyat #ReformasiHukum
Isu mengenai kemungkinan pergantian Kapolri kembali menjadi perhatian publik.
Di tengah berkembangnya wacana tersebut, sejumlah nama perwira tinggi Polri disebut-sebut berpeluang menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo apabila terjadi pergantian kepemimpinan.
Perbincangan ini menguat setelah hubungan antara Polri dan Kejaksaan Agung menjadi sorotan publik menyusul perkembangan penanganan perkara yang berkaitan dengan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.
Di tengah spekulasi yang berkembang, mayoritas kandidat yang disebut berasal dari jajaran Komisaris Jenderal (Komjen). Namun, secara mengejutkan, seorang perwira berpangkat Inspektur Jenderal (Irjen) juga ikut masuk dalam pembicaraan.
Pengamat politik dan militer Selamat Ginting menilai dinamika antarpenegak hukum merupakan hal yang lumrah. Meski demikian, ia mengingatkan agar situasi tersebut tidak memunculkan kesan adanya rivalitas antarlembaga yang dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat.
Menurutnya, spekulasi mengenai pergantian pimpinan Polri maupun Kejaksaan Agung turut dipengaruhi oleh fakta bahwa Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Jaksa Agung ST Burhanuddin sama-sama diangkat pada era pemerintahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Di sisi lain, kritik terhadap institusi Polri juga datang dari kalangan mahasiswa. Pada peringatan HUT ke-80 Bhayangkara, 1 Juli 2026, aliansi BEM UI menggelar aksi bertajuk #MatinyaReformasiPolri yang menyoroti kinerja serta kepemimpinan Korps Bhayangkara.
Daftar Nama yang Diisukan Menjadi Calon Kapolri
1. Komjen Pol Dedi Prasetyo
Saat ini ia menjabat sebagai Wakapolri.
2. Komjen Pol Wahyu Widada
Nama berikutnya adalah Wahyu Widada yang saat ini mengemban tugas sebagai Irwasum Polri.
3. Komjen Pol Karyoto
Saat ini ia menjabat sebagai Kabaharkam Polri setelah sebelumnya memimpin Polda Metro Jaya.
4. Komjen Pol Suyudi Ario Seto
Suyudi Ario Seto yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) turut disebut sebagai salah satu kandidat potensial.
5. Irjen Pol Asep Edi Suheri
Saat ini ia menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya. (Versi lengkap https://t.co/9cOzRWVz9x)
Keputusan Tetap di Tangan Presiden
Hingga saat ini belum ada kepastian mengenai pergantian Kapolri. Belum terdapat surat presiden yang diajukan ke DPR terkait calon Kapolri baru.
Apabila pergantian dilakukan, Presiden Prabowo Subianto memiliki kewenangan mengusulkan nama calon Kapolri yang selanjutnya harus mendapatkan persetujuan DPR RI sesuai mekanisme yang berlaku.
Diksi “Londo Ireng” itu sebenernya berbau rasisme.
Lucunya, yang paling lantang ngecap jurnalis sebagai “Londo Ireng” justru keturunan langsung dari The Real Londo Ireng-nya.
Buyutnya dulu ikut bantu Belanda lawan Diponegoro.
Apa gak malu?
GUS NUR AKAN GUGAT JOKOWI...
TANPA BUKTI OTENTIK IJAZAH ASLI SUDAH MEMENJARSKAN ORANG LAIN, SEKARANG GILIRAN JOKOWI YANG AKAN DI PENJARA....‼️
#2026IndonesiaBangkrut#2026IndonesiaBangkrut
🆘🆗
Makanya kemaren2 gue bilang kalo KDM itu GOBLOG. Warga jabar banyak yang miskin, terjerat pinjol, kecanduan judul, terus dikasih sayembara nangkep begal. Jadi pemimpin malah ngerusak mental warganya.
1. Ijazah Jokowi palsu padahal waktu beli minta yang asli
"Pak Jokowi kan bukan yang membuat ijazah. Jadi yang membuat ijazah yang salah. Pak Jokowi tidak bisa disalahkan karena tidak tahu kalau itu palsu" (Elida Netty)
#2026IndonesiaBangkrut#2026IndonesiaBangkrut
3 Orang Di mobil alphard yang intimidasi satpam bundaran HI ternyata anggota POLDA JABAR
Anggota Polda ✅
Pakai Plat Palsu ✅
Nerobos lampu penyebrangan✅
Naik Alphard ✅
Pertanyaan gua polisi naik alphard duit dari mana ? Atau itu alphard punya siapa ??