Compilation of contradictions. Student of life and knowledge enthusiast. Social scientist in the making. A slave of truth. Views are of my own. UI-UQ-Leiden. 🌈
GAPAPA BANGET MACET YA GUYS, INI BUKAN SALAH YANG DEMO.
SALAH YANG BUAT KEBIJAKAN SAMPE PENDEMO HARUS TURUN KE JALAN, MEWAKILI KITA SEMUA AGAR BISA HIDUP MERDEKA.
STAY SAFE ALL
gue kira juga gini, mahasiswa diblokade biar gak masuk area bundaran HI, gak ada orasi, atau kalau orasi pun udah mepet waktunya dan tenaga habis ngadepin aparat tni-polisi, jadi gak ada liputan poin-poin tuntutan ke media
sore atau malamnya penyusup mulai bikin rusuh dan bakar.
Jujur bingung banget
Negara mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Rupiah menguat, pasar merespons positif, koruptor mulai ditangkap, reshuffle disiapkan. Tapi masih ada yang ngotot demo 12 Juni.
Jadi sebenarnya yang dicari solusi atau memang ingin bikin gaduh?
Nah ini contoh twit buzzer ya ges, biasanya harganya 1 twit begini 3000-5000 rupiah.
Kalau ditawarin begini, jangan mau ya. Masa bayarannya kalah sama pertamax 1 liter
Biasanya cuma 1-2 aja isu utama. Ini nilai tukar, penerimaan pajak, defisit, pengangguran, korupsi, tata kelola, optik politik, otw diborong semua berbarengan inflasi bakalan naik
Senegara sampe nenek2 jg udah tau solusinya, mandek karena 1 orang & benteng di sekelilingnya
Prabowo paling takut sama siapa?
Bukan 9 naga, pas ketemu di Hambalang katanya ada yg dibentak.
Bukan pengusaha, semua kebijakannya belakangan gak pro pengusaha
Bukan TNI, itu sudah dikuasai. Dan bukan rakyat jelata juga
Dia paling takut mahasiswa karena konon mertuanya lengser karena mahasiswa. Semangat buat yang demo, jangan sampai anarkis dan salah sasaran. Ingat sekali lagi, yg diperjuangkan jelas, yg disasar juga jelas. Jangan sampai salah sasaran karena kena provokasi mereka
Aliansi Ekonom Indonesia meluncurkan “7 Desakan Darurat Ekonomi.”
Di situ, mereka bilang kualitas hidup masyarakat turun. Ini ga cuma karena isu global tapi jg 1) misalokasi sumber daya dan 2) proses bernegara yg kurang amanah dan berujung ketidakadilan sosial.
It’s on point.
21 CONFIRMED DEATHS
I urge international media to cover today’s events in Nepal. A peaceful, youth-led protest against corruption turned violent when police fired live bullets, killing 21. Government is trying to distort truth by framing protest as only about a social media ban.
It’s shameful to see international media framing Nepal’s Gen Z protest as merely against the social media ban. That’s not what it is about. The protest was—and still is—against a corrupt system, unchecked government privileges, and years of exploitation. Reducing it to just the ban is dishonest and insulting to the movement.
@BBCWorld@nytimes@guardian@dwnews@washingtonpost@CNN@Reuters