Ongkos ojek di Papua Rp500 ribu. Lebih mahal dari perusahaan meminta hutan pak Vincen Kwipalo yang dihargai Rp300 ribu per hektare.
Segera BTS Pesta Babi part 2 di YouTube Watchdoc Documentary
#PestaBabi#PapuaBukanTanahKosong
WARTAWAN DI MEDAN DIDUGA DI CULIK ANGGOTA TNI
Dunia pers di Sumatera Utara kembali diguncang kabar duka terkait keselamatan jurnalis. SP, salah satu pimpinan media online, diduga menjadi korban penculikan dan intimidasi oleh oknum anggota TNI AD pada Selasa (12/5/2026) malam.
Peristiwa ini terjadi tak lama setelah media tersebut menayangkan laporan investigasi mengenai dugaan praktik ilegal kondensat dan judi meja tembak ikan di wilayah Kabupaten Langkat.Kronologi Penjebakan: Modus Informasi NarkobaAksi dugaan penculikan ini bermula dari upaya penjebakan yang rapi.
Kepada awak media, SP menceritakan bahwa dirinya awalnya dihubungi oleh seorang oknum wartawan berinisial FK. Dengan dalih ingin membagikan informasi terkait peredaran narkoba di daerah Binjai, FK mengajak SP untuk bertemu di sebuah kafe di Kota Medan.Namun, setibanya di lokasi yang disepakati, situasi berubah drastis. SP tidak mendapati diskusi yang dijanjikan, melainkan intimidasi fisik.“Setelah saya datang ke lokasi, tiba-tiba saya didatangi dua pria tak dikenal.
Saya dipaksa masuk ke dalam mobil dengan dalih harus memberikan klarifikasi atas berita yang saya tulis,” ujar SP dengan raut wajah trauma, Selasa malam.Di dalam kendaraan tersebut, situasi semakin mencekam. SP mengaku melihat sosok pria mengenakan seragam loreng yang diduga kuat merupakan anggota TNI AD. Di bawah tekanan dan ancaman, SP dipaksa untuk menyangkal kebenaran produk jurnalistik yang telah diterbitkannya.“Saya ditekan untuk membuat video klarifikasi.
Isinya, saya harus menyatakan bahwa berita soal kondensat dan judi tembak ikan itu tidak benar. Saya tidak punya pilihan di bawah ancaman seperti itu,” tegas SP.Lebih ironis lagi, para terduga pelaku mencoba menutup-nutupi aksi mereka dengan pesan yang tak masuk akal. Jika ada rekan sejawat atau keluarga yang bertanya mengenai keberadaan SP, ia diperintahkan untuk berbohong.“Mereka bilang, kalau ada wartawan lain bertanya, bilang saja ada acara ulang tahun atau surprise,” ungkapnya menirukan ucapan oknum tersebut
RIP Hukum Indonesia
Nadiem Makarim dituntut 18 tahun penjara + uang pengganti Rp5 triliun. Benar2 ga masuk akal.
Persidangan selama ini terungkap tidak adanya bukti2 administratif maupun korupsi dari Nadiem. Mungkin ada yg takut Nadiem bebas, maka JPU menuntut dia selama ini dan uang pengganti yg besarnya jauh di atas kekayaan Nadiem saat terakhir jadi Menteri.
Sadis sekali politik di negara ini‼️
Sabar mas @nadiemmakarim Tuhan tidak tidur.
"Km jgn khawatir. Sdh hak km u/ beristirahat & punya waktu yg cukup u/ memulihkan badan sekaligus memulai hubungan dg bayi km. Qt di kampus ingin km menjadi akademisi hebat yg bs mengajar mahasiswa dg baik, & km tdk akan bs jd akademisi hebat tanpa menjadi manusia yg seutuhnya."
Dukung apa yang dilakukan Pak Lasmono dan Bu Painem 👍
Kedepan masyarakat jangan takut untuk menuntut pihak Provider jika celaka karena kabel2 yang tak dirawat
@VegimGrad100 Sampai ke titik ini gue mulai percaya, miskin dan bodoh memang terpelihara agar tetap jadi komoditas …
Meski spending tak seberapa tapi leveragenya banyak😂
Why Elon Musk is RIGHT to fight South Africa’s racist rules blocking Starlink?
Imagine this: Long ago, South Africa had very unfair laws called apartheid. They treated Black people badly and kept them from good jobs and money. When those bad laws ended, the country made new rules (called B-BBEE) to help Black people get a fair share of business. The idea was good – like a big helping hand. But now? For companies like Starlink to sell fast internet, they MUST give away 30% of their business to Black partners. Just because of skin color.
Elon Musk was born in South Africa. He left as a teen to chase big dreams. Today, his company SpaceX wants to bring Starlink – super fast satellite internet – to South Africa. But the rules say no unless they give up part of the company. Elon said it right: “Starlink is not allowed because I’m not Black.”
SpaceX promised to spend about $30 million (that’s 500 million rand!) to give FREE high-speed internet to 5,000 rural schools. That helps over 2.4 MILLION kids every year learn better, get jobs later, and have a brighter future. Real help for the people who need it most!
Starlink already works in about 24 other African countries. Villages there now have internet for school, doctors, and business. South Africa’s villages are missing out because of these racist rules.
Elon isn’t asking for special favors. He just wants fair play so Starlink can connect everyone fast. Internet = education, jobs, hope.
Why hold back millions of kids over rules that pick by race and color?
DI TANGERANG NEGARA SEGEL GEREJA.
Mereka membubarkan orang yang sedang berdoa — lalu meminta agar kasusnya jangan dibesar-besarkan demi menjaga nama baik toleransi negeri ini.
Ironi terbesar dalam sejarah munafik.
Jumat Agung, 3 April 2026. Hari yang bagi jutaan umat Kristen di seluruh dunia adalah momen paling sakral dalam iman mereka. Tetapi di Teluknaga, Kabupaten Tangerang, jemaat Gereja POUK Tesalonika tidak bisa menyelesaikan ibadahnya. Satpol PP — aparatur negara yang digaji rakyat — ikut ambil bagian dalam penyegelan itu. Bukan preman. Bukan massa liar. Tapi negara.
Dan setelah itu, para pelaku meminta agar kejadian ini tidak dibesar-besarkan. Karena katanya - Indonesia dikenal toleran.
Inilah puncak kemunafikan itu.
Toleransi di negeri ini sudah lama berfungsi bukan sebagai nilai, melainkan sebagai jimat. Diucapkan terus-menerus untuk membius kaum minoritas agar tetap diam, tetap sabar, tetap percaya. Sementara intoleransi terjadi berulang-ulang, negara hadir bukan sebagai pelindung — tetapi sebagai peserta.
Pemerintah sibuk bicara perdamaian Timur Tengah di panggung internasional. Sementara di dalam negeri sendiri, warga negaranya tidak bisa berdoa dengan tenang di hari paling suci mereka.
Ini bukan kesalahpahaman. Ini bukan insiden kecil. Ini adalah cermin dari sebuah negara yang belum jujur kepada dirinya sendiri.
Jangan tunggu pernyataan "ini hanya kesalahpahaman" yang sudah bisa kita hafalkan sebelum diucapkan. Kita tahu skenarionya. Kita hafal naskahnya. Dan kita muak.
Negara yang benar bukan hanya yang bisa mengucapkan toleransi — tetapi yang berani menegakkannya bahkan ketika itu tidak populer.
Suarakan ini.
Jangan biarkan keheningan kita menjadi persetujuan kita.