Sebuah langkah balik yg tepat, juga contoh nyata sikap tidak membiarkan setiap usaha penyimpangan demokrasi berlalu begitu saja tanpa ditangkal. Semoga bisa jadi kesadaran bagi semua. Hormat utk bu dosen!
🗣️ Pierluigi Collina (Kepala Wasit FIFA) menjelaskan dua keputusan kontroversial di laga Argentina vs Mesir:
🔴 Gol Mesir dianulir karena Marwan Attia jelas menginjak kaki Lisandro Martínez sebelum mencetak gol. Wasit membuat keputusan tepat untuk menganulir gol.
🟢 Duel Salah vs Julián Álvarez dianggap kontak normal dalam permainan, bukan pelanggaran. Wasit benar membiarkan permainan berjalan.
🗣️ Pierluigi Collina:
"Setelah setiap gol, VAR mengecek seluruh fase serangan. Jika ada pelanggaran dalam build-up yang mempengaruhi gol, wasit akan diarahkan untuk review."
"Marwan Attia jelas menginjak kaki Lisandro Martínez. Pelanggaran ya tetap pelanggaran."
"Insiden Salah vs Álvarez? Dianggap kontak wajar oleh wasit dan VAR."
Kunjungan Tim Agrinas ke Kopdes di NTT membuka mata:
1️⃣ Karyawan Kopdes cuma gotong royong tanpa gaji, hanya manajernya yg dibayar Agrinas.
2️⃣ 400 KK di Desa tersebut diminta belanja Rp1 juta/bulan, agar omset Kopdes Rp400 juta/bulan.
Inilah program yg membebani warga desa.
“kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur sppg, kami mau melapor ke TNI, TNI punya dapur sppg, kami mau melapor ke DPR, DPR pun punya dapur sppg. jadi ini jalan terakhir kami untuk mengadu, kepada konstitusilah kami berharap”
—ucap seorang guru, pendidik anak bangsa. ironi.
Pelatih kepala tim nasional Senegal, Pape Thiaw, menjadi topik pembicaraan di Amerika karena pernyataan yang dibuatnya saat konferensi pers, terkait dengan ibadah sholat Jum'at
Wartawan :
"Hari ini ada angin yang sangat kencang di negara bagian New Jersey, dan petugas keamanan menyarankan anggota delegasi untuk tidak keluar demi keselamatan kalian... mengapa Anda tetap keluar untuk menunaikan sholat...?"
Pape Thiaw :
"Apakah ada yang lebih penting daripada sholat? saya rasa itu bukan urusan Anda... kalian takut pada angin, sementara kami takut kepada Allah, Zat yang menciptakan angin... kita datang ke sini untuk sebuah pertandingan hiburan, lantas kita lupa bahwa kita diciptakan untuk menyembah Allah...
Bahkan kalo final Piala Dunia FIFA digelar hari ini dan kami adalah salah satu tim finalisnya, kami tetap akan keluar untuk menunaikan sholat Jum'at, meski itu berarti kehilangan gelar juara...
Jangan ceramahi kami tentang ritual dan kewajiban agama kami..."
#PialaDunia