SAVE UP TO 35% OFF.
lets check to my store, some art and illustration with yellow dan colorful can make you enjoy and happy. lets check out some design from my store.
1. Gaji hakim naik 300%. Bisa banget!
2. Menteri minta 5T? Saya kasih 10T!
3. Anggaran MBG 1,2T per hari. Bisa!
4. Bangun KOPDES 3M per toko. Bisa!
5. Beli motor listrik buat BGN 1T. Bisa!
6. Nyuap MAHASISWA 300 juta. Bisa!
7. DEMO (100K + Wajan + Jajan) Bisa!
8. Gaji Kabinet Gemuk 103 orang. Bisa!
9. Plesiran terus ke luar negeri??? Bisa!
10. Naikkan gaji guru? Uangnya ga ada!
SAKIT JIWA !!! RIP INDONESIAKU💔💔💔
Kemaren saya agak kurang enak badan balik dari MK. Ini yang mau saya sorotin di sidang MK kemarin,
1. Keterlibatan Dosen Universitas yang menjadi Ahli pihak Pemerintah, padahal jelas jelas yang kami perjuangkan ini anggaran pendidikan.
Dan ini buat mereka mereka juga, seharusnya akademisi menutup keran bagi pemerintah. Karena ini akan semakin memperberat beban kerja mereka & lingkungan kerja mereka
2. Guru Besar dari kampus Keguruan/LPTK yang menjadi ahli pihak Pemerintah ini aneh juga. Meskipun diantara mereka ada yang menyuarakan kesejahteraan guru dalam pernyataannya.
Tapi dalam tindakannya, mereka berada dibarisan ahli Pemerintah yang secara tidak langsung berperan dalam melemahkan permohonan kami di MK. Dan otomatis mereka sepakat bahwa MBG boleh menggerus kesejahteraan pendidik termasuk kepada lulusan kampus mereka sendiri
3. Lalu pernyataan Ahli Pemerintah soal "Jika MBG dikeluarkan dalam anggaran pendidikan, maka anggaran pendidikan tidak mencapai 20%." Justru inilah alasan kenapa kami menggugat ini ke MK.
Untuk apa kami jauh jauh ke Jakarta, jika Pemerintah tidak melanggar UUD? Dan jutaan orang telah dirugikan akibat kebijakan ini.
Wajib militer di Korea karena jaga-jaga perang sama Korut
Wajib militer di Taiwan karena jaga-jaga kalau US-China mau konflik
Wajib militer di Singapura karena warganya dikit, personil tentara kurang
Wajib militer di Indonesia karena mau JAGA TOKO. Sekali lagi, mau JAGA TOKO.
Pas Mbak Dian Sastro nyebut channel Predictive History (Profesor Jiang) waktu podcast sama Raditya Dika, gue langsung pengen cek.
Terus gue buka cek videonya yang Game Theory #3: Rich Dad, Poor Dad.
Gila, otak gue kayak kena reboot setelah nonton. Dia breakdown pake logika Game Theory kenapa yang kaya makin tajir terus, sementara yang miskin susah banget naik kelas. Bukan cuma ngomong doang.
sorry ini UGM mahasiswa sama dosennya emang begini semua ya?
... kritis, well-spoken, wani gelut, berani pasang badan dihajar rezim. mantap
dulu orang bilang, dari Top 3 PTN, biasanya lulusan UGM di tempat kerja paling ga banyak ngomong
ternyata di balik ga banyak ngomongnya mereka, hati mereka membara. pantes dulu Jokowi sampai rangkul Pratikno
Draft:
Selama aksi demo hampir tidak ada TV nasional yang meliput.
Tapi menjelang malam, ada massa yang tidak jelas tiba-tiba muncul dan mulai berbuat anarkis, TV mendadak breaking news, disiarkan secara live, dengan narasi seolah-olah inti dari demonstrasi adalah kerusuhan.
Demo mahasiswa dan buruh menghasilkan:
1) Jam kerja 8 jam sehari, lebih dari itu wajib dihitung lembur.
2) Ada upah minimum, UMR, buat buruh atau karyawan perusahaan.
3) UMR juga tiap tahun disesuaikan dengan inflasi dan kebutuhan hidup.
Mau kaya gaji pokok PNS yang gak berubah dari tiga puluh tahun lalu? Kaya tunjangan fungsional dosen yang nominalnya gak berubah dari 2007? Tuh kalau gak pernah demo, suka-suka mereka.
4) THR juga hasil demo tahun 1960an. Kita masih nikmatin sampai hari ini.
5) BPJS ketenagakerjaan.
6) Cuti tahunan minimum 12 hari.
7) Reformasi. Suharto turun.
Kalau nggak mungkin hari ini semua sosmed diblokir sama "Departemen Penerangan".
Mungkin semua berita di TV cuma datang dari "Berita Malam" sama "Dunia Dalam Berita" punya TVRI dan direlay semua TV swasta.
Pidato Presiden selalu live. Mau kalian dengerin "nyenyenye" live?
***
Semua itu kita nikmati hari ini.
Gitu banyak yang nyinyirin rakyat demo.
Macet paling berapa jam sih?
1998: Fahri Hamzah pimpin KAMMI, turun ke jalan lawan Orde Baru.
Tuntutannya: cabut dwifungsi ABRI, berantas KKN, tegakkan demokrasi.
2024: Fahri masuk Kabinet Prabowo jadi Wakil Menteri.
2026: Di depan kamera, Fahri bilang mahasiswa yang demo "salah paham."
Bilang Prabowo punya "niat baik."
Bilang sistemnya sudah baik.
Di malam yang sama, Feri Amsari mencatat: dari enam agenda reformasi yang dulu diperjuangkan , lima sudah rusak.
Multifungsi militer kembali.
Polisi masuk ruang sipil.
DPR bukan lagi penyeimbang eksekutif.
Fahri tidak membantah satu angka pun.
Dulu Fahri di jalanan, tuntut cabut dwifungsi ABRI.
Sekarang Fahri di kabinet , dan dwifungsi itu sedang kembali dalam wujud baru.
Yang berubah bukan situasinya.
Yang berubah adalah posisi duduknya.
Kalau niat baik cukup jadi alasan untuk tidak dikritik , kenapa dulu Fahri turun ke jalan?
Kenapa pemerintah sebegitu ngototnya masang angka pertumbuhan yang tinggi terus?
Awalnya aku kira itu cuma buat flexing dan jaga sentimen.
Sampai akhirnya nonton satu video dari TLDR Global News, dan jadi mikir ulang.
Video ini cukup menarik buat merangkum latar belakang masalah ekonomi yang tengah kita hadapi belakangan ini. Sini aku bahas!
A thread 🧵 by Narasi Visual
Kok bisa Indo hobi banget konsumsi tepung terigu??
Padahal terigu itu MAYORITAS IMPOR....
Dan mayoritas snack2 indo bahan bakunya tepung terigu?
Jawabannya: Rezim Orde Baru (Orba)
Orba memang sengaja membangun sistem pangan yang membuat terigu makin murah, tersedia, dan mudah dikonsumsi rakyat..
Kenapa?
Pertama, Orba berusaha mencari pangan yang murah, cepat, dan gampang didistribusikan.
Pangan apa yang cocok di zaman itu? Ya terigu, karena mudah diimpor. Beras, meski bisa swasembada, tetap rawan gagal panen.
Kedua, Orba memonopoli perdagangan terigu.
Terigu hanya bisa diimpor oleh dua perusahaan penggilingan gandum yang semuanya adalah kroni mereka.
Bayangin, berapa jatah yang didapat Orba dari impor jutaan ton gandum?
Kebetulan, Indonesia mengalami urbanisasi massif di masa Orba.
Masyarakat urban membutuhkan makanan cepat, murah, dan praktis.
Walhasil, produk olahan gandum seperti mi, roti, dan kue meningkat.
Jadilah, terigu massif dikonsumsi oleh rakyat Indo.
Padahal, sekali lagi..
TERIGU ITU IMPOR.
Dan dari minggu-minggu kemarin, harganya NAIK TERUS!
Source Gambar: DetikFood dan Sitenews
sebenarnya lebih takut dgn keadaan sekarang, udah gak ada demo-demo lagi, tapi kalau ngobrol sesama warga hampir rata semua merasa kuatir dengan kondisi ekonomi, kayak semua pada lagi marah tapi cuma ditahan, dan nunggu momen yg tepat.
tenang tapi kayak nggak tenang
Baru beres nonton video ini di yt.
Dan saya tersadarkan kalo menjamurnya org yg jualan seblak, cilok, gorengan dan pedagang olahan tepung lainnya di jalanan bukanlah tanda kebangkitan ekonomi rakyat, tpi sinyal keputusasaan (necessity entrepreneurship) untuk menutupi status pengangguran.
Setidaknya ada 6 poin yg saya dapati :
• Jebakan low barrier to entry: Bisnis olahan tepung dipilih cuma krn modalnya murah dan gk butuh keahlian khusus.
Dampaknya, terjadi ledakan keseragaman yg memicu kanibalisme ekonomi (sesama pedagang kecil saling mematikan di radius beberapa meter saja)
• Romantisasi penderitaan oleh negara: Narasi "UMKM Pahlawan Ekonomi" dikritik sebagai alat politik agar negara bisa lepas tangan dari kewajiban menyediakan lapangan kerja formal dan jaring pengaman sosial.
• Paradoks data pengangguran: Angka pengangguran resmi terlihat turun, tpi pekerja sektor informal melonjak smpe 60%. Ini adalah fenomena pengangguran terselubung, tercatat bekerja, tapi pendapatan minim dan gk menentu.
• Perang Harga vs Hancurnya Daya Beli: Di tengah inflasi dan turunnya kasta kelas menengah, merek bukan lagi faktor penting. Pedagang terpaksa memotong margin keuntungan demi mempertahankan konsumen yg sensitif harga.
• Ironi "Negara Tepung" yg 100% Impor: Indonesia menopang jutaan pedagang kecil dari komoditas yg gak bisa tumbuh di tanah sendiri. Ketergantungan impor gandum yg mutlak membuat nasib pedagang cilok di jalanan sangat rentan terhadap konflik geopolitik dunia dan kurs Dolar.
• Model bisnis ini udah di titik jenuh. Para pedagang seperti berjalan di tempat, bekerja keras 12 jam sehari menghirup asap jalanan, tetapi posisi finansialnya gk bergeser maju sama sekali.
Source : https://t.co/YnzpIZpO3L