Kesaksian mengejutkan para ahli di sidang Mahkamah Konstitusi (MK) membuka tabir borok dan kepalsuan retorika program Makan Bergizi Gratis (MBG). Klaim pemerintah bahwa penarikan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) demi membiayai program sentralistik ini dapat menggerakkan ekonomi nasional terbukti hancur berantakan di depan sains dan fakta ekonomi riil.
Pertama, perihal multiplier effect. Direktur CELIOS Bima Yudistira menegaskan bahwa lonjakan pertumbuhan ekonomi akibat MBG sifatnya sangat semudank temporer. Angka tersebut hanya terdongkrak oleh proyek konstruksi fisik pembangunan dapur SPPG. Celakanya, pembangunan 27.000 titik dapur ini sangat Jawa-sentris (11.000 titik menumpuk di Jawa Barat, sementara di Papua Tengah dan Sulbar bisa dihitung jari).
Pasokan bahan bangunannya pun tidak dibeli dari toko bangunan lokal sekitar, melainkan dikuasai rantai pasok pusat. Artinya? Tak ada pemberdayaan ekonomi daerah, yang ada justru perampasan ruang fiskal Pemda.
Kedua, tingkat kebocoran dan pemborosan (food waste) yang sangat mengerikan. Selain korupsi di level pengadaan barang/jasa yang sudah menyeret pimpinan BGN, tingkat makanan sisa yang terbuang sia-sia akibat ketiadaan kontrol kualitas mencapai Rp1,2 TRILIUN! Fakta pahit ini memicu kesimpulan menohok di sidang MK: program MBG sejatinya lebih tepat disebut sebagai subsidi bagi pakan ternak ketimbang perbaikan gizi anak sekolah.
Ketiga, mitos sentralisasi anggaran. Alasan pemerintah menarik dana TKD dari daerah dengan dalih "mencegah korupsi di tingkat Pemda" terbukti menjadi blunder terbesar. Menarik anggaran triliunan ke pusat bukannya menghilangkan korupsi, melainkan hanya mendesentralisasikan dan membesarkan skala korupsinya secara masif (mega-corruptions). Ketika triliunan uang pajak rakyat dibakar demi proyek ugal-ugalan yang menyisakan makanan sisa untuk pakan ternak dan skandal hukum pejabat, maka kebijakan ini adalah bencana fiskal nyata! Hentikan sekarang juga.
Video : tribun
Jam 2 pagi.
Anak tiba-tiba demam. Atau menangis tanpa henti. Atau badannya terasa "nggak seperti biasanya."
Lalu muncul pertanyaan yang hampir semua orang tua pernah alami.
"Perlu langsung ke IGD sekarang... atau tunggu sampai besok?"
Ini keputusan yang tidak mudah.
Datang ke IGD ternyata tidak gawat memang melegakan.
Tapi menunggu di rumah padahal seharusnya segera dibawa ke IGD, itulah yang bisa berbahaya.
Sebagai dokter IGD, saya coba kasih panduan sederhana :
BREAKING NEWS
prabowo baru saja membentuk universitas republik indonesia :
- nantikan ada ada sd,smp,sma repbulik juga
- akan ter intergrasi semua
- lokasinya di Bogor bekas lahan perkebunan sawit PTPN
- URI tengah melatih dan membina 399 orang pegawai baru dari BUMN
- singkat URI ini akan jadi kandidat bos bos BUMN
- akan ada 10 kampus URI
- beda dengan ptn dan pts biasa
- sementara di pimpin bekas TNI
Analisis tajam nan menohok disampaikan oleh akademisi/Dosen Fisipol UGM di ruang sidang DPR RI terkait udang di balik batu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kita tidak boleh naif dalam membaca arah kebijakan publik yang berskala masif ini. Di balik jargon pemenuhan gizi anak sekolah, ada kalkulasi politik elektoral jangka panjang yang dirancang dengan sangat dingin menuju Pilpres 2029.
Dari mana angka target 82 juta penerima itu muncul? Secara statistik sains, basis datanya tidak pernah jelas. Namun jika dibedah lewat kacamata politik praktis, polanya terlihat benderang. Berdasarkan DPT Pilpres 2024 yang berjumlah sekitar 164 juta pemilih, angka 82 juta adalah tepat 50% dari total suara nasional. Dengan memberikan makan gratis setiap hari kepada 82 juta orang, maka secara teoritis rezim sedang mengunci basis elektoral "50% plus 1" demi melanggengkan kekuasaan di periode berikutnya. Ini bukan sekadar program sosial, ini adalah operasi teritorial logistik berskala masif yang dijalankan oleh aparat penegak hukum, militer, hingga ormas-ormas raksasa penikmat proyek dapur SPPG.
Ironisnya, kebijakan ratusan triliun ini terbukti tidak berbasis data (not data-driven policy). Berdasarkan olah data riil BPS sejak 2014, jika pemerintah berniat jujur menyasar kelompok yang benar-benar membutuhkan seperti masyarakat miskin di daerah 3T, ibu hamil, dan balita malnutrisi jumlah penerimanya hanya 26 juta orang. Jika dihitung secara teknokratis yang benar, simulasinya hanya membutuhkan anggaran sekitar Rp67 Triliun per tahun, bahkan bisa dimulai bertahap dari Rp10 Triliun tanpa perlu merampok dana pendidikan konstitusional atau memotong kesejahteraan guru.
Mengapa skema rasional dan hemat ini tidak diambil? Karena sejak awal "mandor" pengelola program ini memiliki konflik kepentingan dan syahwat bisnis yang akut. Ekosistem MBG sudah telanjur dikepung oleh lingkaran elit pemburu rente, sehingga tidak ada ruang untuk exit plan ataupun evaluasi teknokratis. Ketika sains data diabaikan demi konversi suara pemilu, maka malapetaka fiskal dan pembodohan publik adalah harga mahal yang harus ditanggung oleh seluruh rakyat pembayar pajak. Stop pembodohan ini, batalkan program ugal-ugalan yang inkonstitusional ini.
Video : tribun
“Saya menghabiskan belasan tahun meneliti tentang perlindungan sosial di banyak negara. Saya menyelesaikan S2 dan S3 saya di inggris. Tidak ada satu pun negara di dunia yg program makan bergizi gratisnya dilakukan oleh aparat keamanan. Dari semua program perlindungan sosial di seluruh dunia, MBG adalah program terbesar dari segi anggaran, inefisiensi dan potensi korupsinya, di seluruh dunia.”
Video ini adalah paparan paling clear soal kekacauan tata kelola embege. Kalo ada yg nanya “emang apa salahnya sih embege?”, cukup suruh nonton video ini.
Bank di bawah Danantara minjemin duit buat KDMP... tapi bukan per koperasi, minjeminnya ke ... Agrinas. Langsung total 240 T
Kok berani ngasih pinjem ke usaha yang gak punya track record, baru netes, dan gajelas?
Karena yang mbayar utangnya bukan Agrinas, tapi.... pemerintah!
Bingung?
Sama.... 😝
BREAKING: Indonesia's rupiah reached its weakest level ever against the US dollar Thursday. The rupiah is now 18,028 against the dollar, despite the central bank's efforts to support the currency.
🔴 More on https://t.co/5H0QqpggO4
Baru Cincha Laura Kiehl artis yg brani nyenggol kebijakan pemerintah yg morat-marit ky ranjang Teddy.
Dia tegas menyuarakan kesejahteraan & keadilan rakyat yg TIDAK merata sejak kepemimpinan badut gemoy
Artis lainnya masih aman dan tenang berlindung dibalik lagu ok gas.. ok gas...
Nyokap abis disuruh bayar denda PBB, dituduh belum bayar dari tahun 90an selama 8 tahun kalo ga salah. Nyokap gw (god bless her neurotic brain) pulled up receipt pembayaran dari tahun 93 (ketika rumah baru dibeli). Petugasnya cuma cengengesan 😬🙄