“kalau satu daerah penuh kabut asap tapi warga masih beraktivitas seperti biasa, masih berangkat kerja. itu bukan bentuk kehidupan (normal). itu mereka hanya terus bertahan hidup dalam bencana. mereka terpaksa bekerja di luar rumah karena tetap harus hidup” - @/boycandra
review panas endonesa
jakarta: panas terik
semarang: panas pliket mambu selokan
surabaya: panas berdebu kering
cirebon: panas terik sampe perih
jogja: panas sumuk
depok ui: panas ajah tp teduh
depok limo sukjay sanaan lagi: panas yg ALLAHUAKBAR
tapi bagi kami di KALIMANTAN, ini adalah kehidupan yang sedang kami jalani, berbulan-bulan. dan percayalah, ada lelah yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan berhenti membaca berita.
katanya, mendengar bad news saja bisa membuat kita lelah. lalu bagaimana dengan kami? yang tidak hanya mendengarnya? kami menghirup asapnya, melihat langitnya, merasakan panasnya, dan hidup bersamanya hari demi hari. bagi sebagian orang, ini mungkin hanya sebuah berita -
sebagai warga Kalimantan, aku sangat berterima kasih buat kalian yang masih berisik, masih ngikutin, dan masih peduli sama info tentang kami di sini 😭🙏🏻
walaupun di luar dugaan, viral pun ampe ke luar negri sekarang kayanya gk banyak membawa perubahan kalo soal kalimantan. tapi paling ga kami tahu, masih ada yang melihat, masih ada yang peduli, dan masih ada yang mau ikut bersuara. 🥺🤍
temen2 maaf bad news. tapi aceh dan NTT blm pulih, pembakaran hutan di kalimantan dan sekitrnya blm usai, darurat ispa, banjir di solok, krisis air bersih, BBM langka, pemadaman listrik bergilir, raja ampat mulai dikeruk lagi dan kasus keracunan mbg bertambah. kami menolak lupa!
udh jelas hidup di negara ring of fire dmn bencana udh pasti bakal terjadi. tapi mitigasi nya ga diprioritasin, anggarannya minim, trs yg diminta to take responsibility malah rakyatnya. lanjutin aja terus wo mbg lu, biar kiamat dluan indonesia ini