Sepakat dg Koh Ahok..
Yg berkuasa ini terlalu sombong & angkuh..
Kebijakan2 yg dibuat pun mbodohin rakyat.
Kebijakan Chromebook Nadiem dianggap rugikan negara ๐
Sialnya kesadaran rakyat u/ tambah pintar jg rendah.
Klop!!
Suruh pilih makan gratis/ sekolah gratis milih makan.๐ฅด
Ini persidangan yg paling lucu.
Awalnya dituduh memperkaya diri 809 M, ternyata cuma fitnah.
Sekarang dituduh lagi memperkaya diri 6 T, dan hasilnya sama aja cuma fitnah.๐๐ป๐คฃ
Mirisnya lihatnya, penegak hukum kita ga bisa baca SPT.๐ญ
@sosmedkeras Inget almarhum papa, di Indo awalnya sakit sebulan ga smbuh2 dibilang TBC, DBD, semuanya lah. Pas di bawa ke spore baru 2 hari ketauan tyt cancer dan semua obat di Indo langsung di buang ga guna. Jangan heran kalo org indo ujung2nya berobat ke luar negri ๐ฅฒ
lagi delay nunggu pesawat, samping gw bapak ngobrol sama istrinya
"bapak sebel ga kalo delay?"
"yang betah ya.."
"ngapain sebel"
"kan bisa sambil ngobrol sama kamu.."
anjay gurinjay terkanjay kanjay!!
bahagia banget gw dengernya
gw iri iri iri..
semalam temen ku curhat tentang pacarnya yang problematic, aku saranin mereka sebaiknya putus aja
hari ini dia post sw
โtiada hasutan satu iblispun yang bisa pisahkan kamiโ
@strootsys Sosmed udh di lowest point bgt skrg. Jd males bgt main sosmed. Tau bgt kita gabisa ngontrol orng pos apa. Tp org makin kesini mkin kesana, isinya udah toxic dn capein bgt. hal begini yg buat org jd males ngepos. dipertanyakan lg fungsi sosmed apa kl pos harmless ada aja celahnya
Semalam, khatib tarawih ceramah yg bikin gue overthinking..
Gimana kalau selama ini kita tuh cuma lagi pakai headset VR canggih? Dan realita yang kita lihat sekarang hanya sekadar "Simulasi"? ๐คฏ
Dan saat kita mati, VR-nya dilepas, lalu kita terbangun dan menyadari... "Oh, ini toh kehidupan yang SESUNGGUHNYA"
"Kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah senda gurau dan permainan. Sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, seandainya mereka mengetahui" QS Al Ankabut 64
QS Al Ankabut itu nyebut jelas banget bahwa kehidupan dunia itu cuma GAME, kayak kita itu ada di dalam game RPG (Role-Playing Game) atau Virtual Reality.
Kita seolah-olah adalah player yang lagi login ke dalam game bernama "Dunia". Kita diturunkan ke server ini dengan satu Main Quest yang jelas: Beribadah, jadi manusia yang bermanfaat, dan ngumpulin bekal buat Endgame.
Tapi, instead nyelesain Main Quest, kebanyakan dari kita malah habis-habisan ngerjain Side Questnya. Side Quest-nya emang didesain super menggiurkan. Numpuk harta sampai triliunan, ngejar validasi sosial, gila jabatan, pamer kemewahan.
Kita habis-habisan grinding sampai lupa sama Main Quest-nya. Padahal waktu main (umur) kita di game ini ada limit-nya.
Terus suka kesel kan ngelihat orang jahat, licik, penindas, tapi hidupnya kelihatan "menang" dan enak banget di dunia?
Nah, sadar nggak sih, bisa jadi mereka itu cuma NPC (Non-Player Character) atau obstacle yang emang di-setting buat jadi ujian rintangan buat kita para Player?
Kemenangan orang-orang jahat itu semu. Mereka cuma "kelihatannya" aja menang, tapi ya itu simulasi aja.
Saat timer kita habis (mati), headset VR ini bakal dicopot paksa. Di momen kita "terbangun" di dimensi yang sesungguhnya, semua harta, mobil mewah, dan score duniawi tadi nilainya hangus jadi NOL BESAR.
Sekaya apapun di game, yang dihitung ya pencapaian kita di Main Quest kan? Sia-sia banget kalau waktu yang dikasih malah habis buat ngejar hal-hal fana yang nggak bisa dibawa log out.
Jadi tamparan keras sih buat diri sendiri pas lagi tarawih semalam. Kadang kita terlalu serius mikirin Side Quest sampai lupa kalau ini cuma mampir bentar.
Fokus ke Main Quest, Players. Jangan sampai pas VR-nya dilepas, kita cuma bisa nyesel karena salah prioritas.
Semoga di sisa waktu Ramadhan yang masih singkat ini bisa kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya.
udah liat tingkah menjijikan mimi peri? masih mau ngasih ruang untuk bencong? masih mau bela para boti dan LGBT kah?
-dia terang2an mengaku suka tusbol/sodomi, di mana dia ngambil anak2 kampung, katanya anak2 kampung lebih bersih dari HIV. kurang ajar sekali, pun kalo mereka bersih, bisa saja nanti justru dia yang tertular dari si bencong ini. daya rusaknya luar biasa untuk anak2 dan masa depan
bejat. hina. dia menularkan penyakit kelamin dan bisa menularkan orientasi seksnya yang menyimpang itu ke anak2 kampung yang kemungkinan masih ada yang polos
jangan lagi bilang sifat dan kelakuan bencong itu gak bisa nular. bisa. jurnal barat yang jadi rujukanmu soal LGBT gak bisa nular itu gak valid, emang yang buat jurnal itu udah ngambil survey dari seluruh dunia? gimana kalo yang buat jurnal itu ada beberapa yang pro ke LGBT juga? stop denial
bagaimana kalo anak2 kampung itu anakmu? keponakanmu atau kerabatmu? masih ada kah ruang untuk tidak marah?
anak2 kampung yang dia sebut itu mungkin ada yang sama2 mau, tapi besar kemungkin ada juga yang awalnya gak mau tapi karena banyak faktor seperti iming2 dikasih imbalan, dirayu atau apapun lah caranya sampai pada akhirnya dia mau melakukannya. ditambah dengan keadaan ekonominya yang sulit, begitu ditawari uang dan hadiah bisa saja pendiriannya goyah. ini banyak terjadi
-saat ditegur soal kelakuannya itu, dia teriak "hidup boti, saya bangga menjadi boti. dosa itu gak ada, gak ada disiksa (di neraka), itu hanya dongeng, dongeng masa kecil buat nakut-nakutin"
apa gak bahaya kalo predator seperti ini dibiarin berkeliaran semaunya tanpa ditindak? tanpa memasukkan unsur agama pun, kita semua harusnya gak boleh bebasin dia ngerusak anak2 dan menularkan penyakit fisik dan mental ini
teman2, jangan biarkan kemungkaran terjadi di depan mata. lawan
Menurut AI,
jika foto dalam ijazah itu adalah Joko Widodo yang jadi Presiden dan bukan Joko Widodo yang lain, maka Foto Resmi Presiden RI ke 7 bentuknya seperti ini.
Tahun 1985 wisuda usia 24 tahun wajahnya cukup ganteng, berkacamata, berkumis, hidung mancung.
Tahun 2014 jadi Presiden usia 53 tahun, wajahnya pasti masih ganteng, masih tetap berkacamata, masih tetap berkumis, masih tetap mancung hidungnya.
Jika AI yang bikin simulasi foto, pasti akurat.
Pertanyaannya,
Lha terus sing dadi Presiden kuwi sopoo?