@svank_90ndez@Telkomsel Setelah saya cek Paket SIMPATI Terbaik Untukmu, begini penampakan paket data yang disediakan. Bukannya mentaati mutlak Putusan MK Nomor 273/PUU-XXIII/2025. Telkomsel justru menjadikan putusan tsb sebuah opsi alih-alih menjadi landasan hukum tetap dan mengikat.
Ya sih... tapi kan latihan untuk mendukung semua aktivitas yang disebutkan ini juga memerlukan waktu luang yang banyak sekali, yang mana kelompok miskin dan rentan waktunya sudah habis dipakai earning money and basically survive. Hehe.
Having time to train is a luxury baby.
Udah, balikin aja lagi ke zaman fee-for-service.
Buang itu CBG-DRG, lempar ke tong sampah aja itu kapitasi non-kapitasi. Babat habis aja JKN.
Totalitas menuju Indonesia kembali sadikin!!! Sakit sedikit, jatuh miskin
kan yg salah pemerintah kakk ๐ญ kita2 ni perbulan bayar tagihan lah masalah uangnya itu nyampe berapa ke nakes kan yg ngatur bukan kami pasien2 ini ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ gmn si.. kami kan jg udh sering protes ke pemerintah ttg mreka yg krg perhatian ke nakes sm guru ๐ญ
sepupu gue cek kehamilan di puskesmas dan kedengeran kata2 gak enak dari nakesnya sampe dia trauma sama puskesmas tsb. kebanyakan, sekitaran w, rumah sakit itu jadi opsi terakhir, gak tahu kayak ada 'sentimen negatif' ke rs, salah satu faktor 'pengobatan alternatif' ttp diminati
Sebenarnya kalau kita mau buka ruang diskursus mendalam soal fenomena "Lama menunggu di gara-gara gak dapat ruangan", gak sesederhana Faskes gak mau terima pasien atau bahkan Nakesnya gak usaha buat carikan, tapi ini adalah persoalan sistemik yang serius
The thing that depresses me the most about all this is that all the awful comments clearly reflect how the doctors/medical staff feel. Some even double down after being told heโs dead.
They can apologise after, but the fact that it ever crossed ALL their minds is justโฆ bleak.
w tahu hidup ga mudah, apalagi wni berlipat2 ga mudahnya. tp, apa yak, untuk pekerja nakes/guru/karyawan toko/dsb terutama yg pelayanan publik, untuk bekerja 'baik' atau 'cukup' (gatau gimana istilah yg sesuai 'kompeten?'), tahu gaji kalian gak layak, beban berlipat, dsb...
juga sangat penting untuk pasien/siswa/wali murid/pembeli dssbb, untuk gak rewel/ruwet... plis mari kita saling mengerti dan akan lebih baik bersolidaritas, yg bikin kita2 seperti ini itu orang2 atas yg mainin sistem seenak mereka
w tahu hidup ga mudah, apalagi wni berlipat2 ga mudahnya. tp, apa yak, untuk pekerja nakes/guru/karyawan toko/dsb terutama yg pelayanan publik, untuk bekerja 'baik' atau 'cukup' (gatau gimana istilah yg sesuai 'kompeten?'), tahu gaji kalian gak layak, beban berlipat, dsb...
benci kali dengan orang2 yg minta tolong tapi ngerendahin "lu kan nganggur, ga ngapa2in" w bales sekalian "ya w milih ga ngapa2in, drpd bantu lu" nganggur samadengan selalu ada, tiap hari dibantuin, diitung pas gak bantuin, cok uopo. w berharga, waktu w berharga
di daerah gw tiap sabtu-senin sore ada konvoi pemudha shilat? bleyer2 pokok ngerti dewe la ngebaki dalan mesti dikawal polishit.. kok sugeh nemen buang2 bensin, jan ga ngerti maneh anbek negoro iki