Asing cabut bukan karena mereka benci sama program bagi-bagi jatah atau kesejahteraan rakyat, tapi karena mereka ngitung APBN bakalan boncos.
Mana pola sama lagi kayak di negara-negara Amerika Latin (kayak Argentina atau Venezuela) era 80-an sampai 2000-an.
Pas rezim baru memaksakan program raksasa yang sangat banyak dan di saat pemasukan pajak lagi seret, ujung-ujungnya negara bakal ugal-ugalan nerbitin surat utang.
Kalau utang numpuk, inflasi meledak. Sebelum krisis itu kejadian, algoritma trading asing udah kasih sinyal JUAL duluan.
Gerakan mahasiswa udah distigma abis-abisan di era rezim pria solo. Jangan sampe pada lupa gimana dulu aksi mahasiswa sering mereka sebut "mahasewa".
Belom lagi disudutkan kelas menengah ngehek yg komplain kena macet.
Mahasiswa skrg udah abis energinya buat mikir biaya UKT.
Coba cari tahu deh negara mana yang mengharuskan ganti plat kendaraan setiap 5 tahun.
Cuma ada 1 negara yang gitu!
Di kebanyakan negara plat itu berlaku sampe rusak/hilang.
Yang harus ganti juga paling 10 tahun (supaya plat jelas)
Intinya memang pemerintah kita ribet aja.
Prabowo baru kasih Danantara wewenang bikin holding sebanyak-banyaknya via PP No. 19/2026.
Mekanismenya simpel:
Yang minta izin → Danantara
Yang ngasih izin → Presiden
Yang ngawasin → Presiden juga
Sementara itu di dunia nyata:
a. IHSG -33% dari awal 2026
b. Rupiah tembus Rp18.000 ,level terlemah sepanjang sejarah
Responsnya? Bukan evaluasi. Bukan audit.
Tapi: tambah wewenang, tambah holding, tambah PP.
Oh iya , kalau holding-nya rugi, Danantara "tidak bertanggung jawab melebihi nilai penyertaan modal."
Tapi modal itu asalnya dari aset negara, dividen BUMN, dan APBN.
Jadi kalau untung: Danantara. Kalau rugi: kita semua.
Ini bukan fitnah. Ini bunyi PP-nya sendiri. 🤌
https://t.co/qcAXAzw16M
Ketika mandat Bank Indonesia (BI) menjadi "mendukung pertumbuhan negara" dan DPR yang mengevaluasi, di situ lah BI kehilangan independensi. Bayangin kumpulan seorang teknokrat dievaluasi oleh kumpulan orang yg duduk di kursi legislatif yang belum tentu capable.
Artinya apa? Di saat negara ingin prioritaskan growth, BI mau tidak mau harus patuh di bawah tuntutan itu, sangat berbeda dengan peran sebelumnya untuk menjaga kestablian Rupiah dan inflasi. Seharusnya ini menjadi alarm besar buat seluruh rakyat yang sadar arah negara kita ini mau di bawa ke mana.
Tentu saya tidak bilang kalau negara ini bakal menjadi ekstrim parah seperti Turki, yang mana bank sentral dievaluasi langsung oleh Presiden. Tapi coba berpikir lagi, di negara tanpa oposisi, siapa yang berani melawan presiden? Legislatif kita sebenarnya sudah mati sejak lama.
Yang jelas, negara ini hanya butuh 20 tahun untuk lupa seramnya Orba karena propaganda belas kasihan dan tingkah gemoy. Sungguh bangsa pemaaf yang sangat pandir. Masing2 dari kita saat ini cuma bisa menyelamatkan diri sendiri, maka dari itu begitu botol (bodoh dan tolol) jika ada seorang mahasiswa yang bilang justru kita itu "Traitor" negara, karena sebenarnya mereka yang berkuasa itu yang ingin menghancurkan Indonesia.
"Coba dievaluasi itu Pak, itu dikorupsi"
"Enggak. Antek asing! #LanjutkanMBG "
"Itu pengadaannya mubazir ga masuk akal"
"Diam. Anak abah!"
"Pak itu Dadan belanjanya makin aneh2"
"Berisik. Dibayar berapa sm Soros?"
"Eh, Dadan trnyt korupsi 1 miliar/hari dan mark up anggaran"
"KONTTTT..."
Kalau Juni ini merah lagi, Pemerintahan Presiden Prabowo mencetak sejarah dengan IHSG 6 bulan beruntun✅
Dan gak main main mayoritas diatas 5% semua, emang mencetak sejarah luar biasa..
Sekaligus USD cetak all time high 👏
Orangnya nongol lagi di DM-ku. Dia bilang wowo punya nyali, dan rupiah lemah itu akibat dari wowo nyenggol mafia oligarki (merebut lahan ilegal) -> oligarki marah -> jual rupiah -> rupiah anjlok. Pas kutanya buktinya mana, dia bilang: aku aktif di bursa saham.
Aq:
Kami menuntut:
1. Audit total anggaran BGN Rp 268T buka ke publik, libatkan BPK
2. Hentikan sentralisasi logistik, kembalikan ke swakelola sekolah
3. Cabut semua yayasan terafiliasi elit dari proyek MBG
4. Evaluasi menyeluruh sebelum ekspansi 33.626 korban sudah cukup alasan
Baca tulisan kami:
https://t.co/OlTaxlS5Vs
Dan lebih ajaib lagi…
Danantara ke Paris bareng Pak Prabowo, malah mau investasi ke Prancis, saat kita butuh banget investasi di dalam negeri agar rupiah menguat…
(Sumber: Dokumen resmi Pidato Macron di depan Pak Prabowo di Istana Elysée, 29 Mei 2026)
Tenang, walau 1 dollar skrng udah 18.000
Itu artinya rupiah lagi dilemahin, biar ekspor josss, toh beli tempe goreng masih pake rupiah. Ga pake dolar.
Amanlah.
Itu buktinya ibox, resto mewah, event2 fashion tetep rame.
Ini ulah mata2 asing yg buat gaduh.
Jaya jaya jaya
Yang membuat hancur seseorang itu adalah serakah.
Ga bisa merasa cukup.
Serakah ini mengakar dari semua kalangan.
Mau kerja enak, santai tapi duit gampang banyak.
Enough is enough.
Ra iso berpikir ngono.