POV: Lu & Sirkel lu terlalu "Elitis" untuk komunikasi dengan Konglomerat asal negara Asia Tenggara Lainya membahas mengenai bagaimana kontribusi ke Sepakbola Negara lewat kepemilikan klub sepakbola di Eropa.
Mereka kalau mau komunikasi dengan keluarga Srivaddhanaprabha (Leicester City FC) atau Peter Lim (Valencia), mereka bisa bertanya mengenai bagaimana Kingpower Group membentuk Tim Leicester City "Fox Hunt Project" dimana sejumlah pemain muda Thailand potensial berlatih di Fasilitas Sepakbola milik Leicester City FC & menjalani pendidikan formal di kota Leicester selama 30 bulan serta mendatangkan pesepakbola berpaspor eropa yang "bisa" perkuat Timnas Thailand seperti Thanawat Suengchitthawon & duo James.
Atau mereka bisa nanya trend Youth Development sepakbola Spanyol ke Peter Lim dimana beberapa klub La Liga membentuk "International Youth Team" seperti Program Garuda Select atau Bayern World Squad sebagai wadah pemain non paspor UE untuk merasakan ekosistem sepakbola usia muda Spanyol.
Bahkan di Spanyol mereka sampai membentuk Tim C atau D untuk mengakomodir lulusan dari "International Youth Team". Praktik ini pun lumrah di Sepakbola Usia Muda Jerman.
Namun, karena tidak adanya komunikasi makanya keluar statement seperti ini.........
Nasib pemegang BPJS di tangan dokter yg bekerja sesuai jam kerja..
Padahal menangani pasien itu adalah kewajiban dalam kondisi apapun, tpi budok ini empati saja ga punya..
🚨 BREAKING : Pihak Istana konfirmasi hadiah pemberian jam tangan Rolex untuk skuad timnas Indonesia berasal dari uang pribadi Presiden Prabowo Subianto.
🗣️"Pasti loh (uang pribadi),” kata Prasetyo Hadi (Mensesneg) saat dikonfirmasi di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, 10 Juni 2025.
Namun Prasetyo enggan mengungkapkan saat ditanya berapa uang yang dikeluarkan Prabowo untuk jam tangan Rolex tersebut.
📝 @tempodotco
This is the clearest close up view of J36, China's 6th generation stealth fighter.
The Chinese bro who took the pic and posted online for internet bragging rights has already been apprehended by the Public Security.
Mau jadi auditor atau tamu Allah ? sampai disana, mencari kekurangan2 dari sisi makanan, tempat tidur, dll. Urusan jamaah itu menghadapkan wajah & hatinya ke Tuhan bukan ke pelayanan publik, kecuali anda petugas/pengurus.
Makanya kualitas yg berangkat dulu dan skrg beda.
karena jackpot dapet xiaoping terus dapet bonus xi jinping.
sama kayak singapura, jackpot dapet LKY.
Sebenernya indo bisa juga gini tapi malah dapetnya harto 😭 kombonya yg sekarang
Kenapa inovasi2 mencengangkan spt ini terjadi di China ya.
Bukankah mrka negara otoriter yg membungkam perbedaan pendapat?
Katanya inovasi hanya tumbuh subur saat keragaman pendapat dihargai, dan bukan pd iklim yg otoriter.
Penjelasannya :
Pertanyaan ini sangat menarik dan menyentuh paradoks nyata.
Berikut 5 poin ringkas yang menjelaskan mengapa inovasi mencengangkan tetap bisa muncul di China meskipun sistem politiknya otoriter:
Investasi Besar-besaran dari Negara
Pemerintah China menggelontorkan dana besar untuk riset, teknologi, dan infrastruktur (AI, 5G, EV, dll), memberi ruang tumbuh bagi inovasi—terutama yang sesuai dengan prioritas nasional.
Pasar Domestik yang Sangat Besar
Dengan populasi 1,4 miliar, China menjadi "laboratorium hidup" untuk eksperimen teknologi dan model bisnis baru—skala ini mempercepat iterasi dan adopsi.
Persaingan Ekstrem di Dunia Usaha
Meskipun negara otoriter, sektor swasta (terutama teknologi) sangat kompetitif. Perusahaan seperti Tencent, Huawei, dan ByteDance berinovasi agresif untuk bertahan hidup dan menang.
Kebebasan Terbatas tapi Fokus
Inovasi dibatasi di bidang politik, tapi cukup bebas di bidang teknis, bisnis, dan sains. Selama tidak mengganggu stabilitas politik, kreativitas justru difasilitasi.
Negara Sebagai "Venture Capitalist"
Pemerintah sering berperan seperti investor startup: membiayai, melindungi, dan memberi insentif untuk inovasi strategis—terutama dalam teknologi tinggi dan industri masa depan.
Kesimpulan: Inovasi bisa tumbuh di sistem otoriter dengan syarat tertentu, meski mungkin tidak seberagam secara ideologis seperti di negara demokratis.
#intinyadeh lg nongkrong tiba2 didatengin polisi nodong pistol ke kepala.
Dibawa ke tempat sepi, diikat, dipukul, ditelanjangi, dipaksa ngaku pemilik tembakau Gorila. Disekap 7 jam.
Keluarga diperas 15jt, gak mampu, turun jd 5jt, akhirnya bayar 1jt.
Korban dilepas abis bayar.
@idn_abroad Indo itu mirip liga china. Market lokal lebih besar dibanding negara lain, alhasil gaji bisa ngalahin liga-liga negara lain yg mungkin lebih berkualitas. Apalagi china, gajinya bisa ngalahin liga di eropa 🤣