Di bandingin si sherly tjoanda, bupati Siak ini lebih berbobot dan berisi tapi sayangnya tidak hobi ngonten saja. Beliau lebih memilih focus bekerja.
Berikut profilnya
Nama: Afni Zulkifli
Pendidikan Akademik: Meraih gelar doktor di bidang ilmu administrasi publik, serta aktif mengajar sebagai dosen dan akademisi sebelum menjabat
Karier Jurnalis: Memulai karier profesionalnya sebagai wartawan (jurnalis) dan memiliki rekam jejak panjang di industri media.
Birokrasi & Pemerintah: Berpengalaman sebagai birokrat yang menduduki posisi tenaga ahli, serta sangat vokal menyuarakan isu-isu lingkungan hidup
Apakah ini fakta tindakan hakim di persidangan? Ataukah hanya rekayasa AI? Saya tak sempat nonton sidangnya. Kalau benar ini atraksi hakim di persidangan: Duh Gusti, mengapa dunia peradilan kita begini?
@han_mhsa@kiriluar@ismailfahmi Sila lihat di masjid-masjid muhammadiyah mas.. di deket rumah saya taraweh hari 1 ramai penuh. Termasuk masjid jogokariyan juga ramai. Tidak terpengaruh riuh di sosmed.
Meluruskan salah paham:
Penetapan 1 Ramadan 1447 H Berdasarkan KHGT tidak Menyalahi Syariat
Berikut 5 poin kunci untuk meluruskan isu KHGT secara ilmiah dan syar’i👇
@bahrozii@ismailfahmi Betul, harapannya adalah terjadi persatuan di tingkat global dulu, untuk dijadikan referensi di lokal. Karena ada saudara kita yang meyakini bahwa penentuan puasa hanya dengan rukyat. Puasa tahun ini, Arab Saudi, maroko, London, Dan Amerika (dan Indonesia - muhammadiyah) bareng.
@maspay19@ismailfahmi Sesuai namanya mas.. global, berarti seluruh penduduk dunia sama.. maka menggunakan parameter yang bisa diterima penduduk dunia. Kalo anda mau lokal, ya pasti beda dengan tetangga yang pengen global.
Refleksi: KHGT dan Esensi Ramadhan
Ada beberapa kritik atas KHGT yg merupakan ijtihad Muhammadiyah ini. Dibilang bidah, agenda mengikuti barat dan liberal, dll.
Saya tidak merespon banyak, hanya menulis satu artikel singkat tentang Mengapa Ramadhan tanggal 18 Februari, menurut KHGT. Cukup itu saja.
Kenapa saya tidak ikutan perdebatan ini?
Karena bagi saya, agama bukan untuk memenangkan argumen, tetapi untuk menundukkan ego (nafs) agar hati menjadi jernih.
Termasuk bersosial media, juga tak lepas dari prinsip agama yang saya yakini. Sebisa mungkin hati tetap jernih.
Ada beberapa lapisan refleksi yang saya lihat terkait pereebatan soal KHGT dan Ramadhan tahun ini.
1. Ilmu vs. Kebijaksanaan
Saya coba membedakan antara ‘ilm (pengetahuan) dan gnosis atau hikmah batin.
Menjelaskan perbedaan tanggal 18 atau 19 Februari, itu benar secara astronomis dan fiqh.
Tetapi jika penyampaian itu bertujuan menunjukkan “saya lebih paham”, maka yang berbicara bukan lagi ilmu, melainkan ego. Apalagi kalau didasari oleh asumsi dan prasangka yang belum tentu benar.
Ego itu sangat halus. Ia bisa bersembunyi di balik dalil, data, bahkan kebenaran.
Puasa justru datang untuk “melembutkan ego itu”.
2. Ramadhan adalah latihan menundukkan nafs
Dalam ajaran Islam yang saya pahami, inti ibadah adalah transformasi batin.
Puasa bukan soal tanggal lebih awal atau lebih akhir, tetapi soal:
Apakah lapar itu melembutkan hati?
Apakah kita lebih sabar?
Apakah kita berhenti menyakiti orang dengan kata-kata?
Jika diskusi tentang 18 atau 19 Februari melahirkan rasa ingin menang sendiri, maka esensi puasa belum disentuh.
Dan kalau saya ikut melakukan perdebatan terus menerus, saya khawatir saya semakin jauh dari esensi.
Cukup saya infokan keputusan Muhammadiyah, landasannya, dan ijtihadnya.
3. Perbedaan sebagai rahmat, bukan bahan pembuktian
Saya meyakini bahwa Allah menciptakan perbedaan sebagai ujian kasih sayang.
Zona waktu berbeda itu sunnatullah.
Fiqh berbeda itu juga rahmat.
Yang diuji bukan siapa paling benar secara teknis, tetapi siapa paling bersih hatinya saat menyampaikan kebenaran.
Buat saya, tidak ada kepentingan untuk menunjukkan pilihan saya benar, lebih benar, atau paling benar.
Tp penting sekali buat saya untuk lulus ujian kasih sayang ini.
4. Dari “siapa benar” ke “siapa menjadi lebih baik”
Diskusi atau perdebatan tentang Ramadhan ini membuat saya bertanya:
Apakah postingan saya ini menambah cinta kepada Allah?
Apakah ia mendekatkan hati-hati umat?
Atau justru mengeraskan diskusi?
Puasa itu perjalanan ke dalam.
Kalau fokus kita hanya pada koreksi tanggal, tetapi lupa memperbaiki hati, maka kita berhenti di permukaan syariat dan belum menyentuh hakikat.
Bukan berarti syariat tidak penting. Syariat penting. Dan Muhammadiyah mengikuti syariat, melakukan kajian panjang, hingga lahir ijtihad KHGT. Selanjutnya mengajak warga untuk menjalani Ramadhan, sebuah perjalanan kedalam diri.
Demikian refleksi saya, seperti ajakan netizen agar warga Muhammadiyah melakukan refleksi, bertanya kendalam hati.
Ini kesimpulan refleksi saya:
Ramadhan tidak datang untuk membuktikan siapa paling benar.
Ia datang untuk mengajarkan kita menjadi lebih lembut.
Tiga hari lagi saya mulai puasa Ramadhan. Anda mungkin empat hari lagi.
Semoga kita semua mendapat esensi dari Ramadhan. Mendapat hakikat Ramadhan.
Aamiin YRA...
"Setakut Itukah Sama NU?"
Bro, please...
(((Menjaga kewarasan))
Define: waras
Kurangi megalomania. Merasa sangat berjasa. Tanpa organisasi kalian negeri ini akan biasa-biasa saja. Malah jangan2 akan lebih maju, lebih cerdas dan lebih beradab. Kalau mau diuji: coba bubar deh
Akhirnya ketemu footagenya, clear ini jelas terowongan di tutup full ambulan ga bisa maju, sesuai kesaksian kawan disana. MAU BERKILAH APA LAGI KALIAN?
Confirmed:
Ambulance dijebak untuk diarahkan ke Polres oleh polisi dengan intimidasi.
Isi dalam ambulance berisi 4 perempuan, 3 tim medis, dan 1 supir ambulance.
[UPDATE]
Informasi yang kami dapatkan di dalam ambulance tersebut terdapat 7 mahasiswi, 5 orang korban yang membutuhkan pertolongan dan 2 orang lagi petugas medis mahasiswa.
Kami akan terus memantau perkembangan situasi dan memberikan update lebih lanjut.