Salut banget sama cowo tukang boong 🥹
Barusan ada rekan kerja cerita,
Gara2 kebutuhan rumah yang makin hari makin meroket, dia milih untuk berbohong ke istrinya, kalo di kerjaan dapat benefit sarapan tiap pagi
Padahal realitanya beliau selalu sarapan gorengan 1 biji dan banyak2in minum air putih biar kerasa kenyang..
Demi apa? Biar istirnya dirumah gak kepikiran dan demi mencukupi kebutuhan sehari2 keluarga kecilnya (dia dan istrinya)
Gamau judging “cowo miskin, cowo ga efforrt, kalo susah gausa nikah goblog”
Menurutku kata2 diatas jauh dari sifat beliau yg pekerja keras, sering lembur, bahkan bantu2 jualan dilapak org setelah pulang kerja.
Cuma aja keadaan negara ini yang bikin hal ini terjadi, dan kurasa bnyak org diluaran sana yang kurang lebih punya cerita serupa, cuma jarang ada yang nge up ke media..
Dan mau ngasih tau ajaa, ga semua cowo susah/miskin itu gamau usaha. Memang belum dpt jalannya aja.
Aku percaya, tiap orang punya jalan dan rejeki masing2 🥰😇
kok bisa ya commuting 2 jam di jakarta tuh kayak sebuah hal yang ternormalisasikan... sistem pemerintahan bajingan macam apa yang bikin kita terpaksa menormalisasi perjalanan DUA JAM buat pulang/pergi kantor? bangke bgt ya pemerintah ini
Statement yang sangat "lemah", terkesan tidak berani dalam memberikan pernyataan gamblang bahwa di sini pihak Amerika Serikat dan Israel lah yang melakukan serangan awal, "agresi militer", terhadap Iran. Sangat tipikal pernyataan "stop jangan berperang 🥺🥺🥺", kita patut kecewa.
Bajingan dan biadab kamu @Kemlu_RI. Yg terjadi Iran diserang dg serangan udara lebih dulu. Tidak ada statement mengutuk kepada si penyerang, seakan serangan tersebut lazim dan "dibenarkan".
Pemerintahan apa kalian ini.
Bukan manusia kalian. Kalau sudah pro dg zionis, jgn malu2.
Australia stands with the brave people of Iran in their struggle against oppression.
For decades, the Iranian regime has been a destabilising force, through its ballistic missile and nuclear programs, support for armed proxies, and brutal acts of violence and intimidation.
Iran directed at least two attacks on Australian soil in 2024. These appalling acts targeting Australia’s Jewish community were intended to create fear, divide our society and challenge our sovereignty. In response, Australia took the unprecedented steps of expelling Iran’s Ambassador, suspending operations at our embassy in Tehran, and listing the Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) as a state sponsor of terrorism.
Our Government has sanctioned more than 200 Iranian-linked individuals, including more than 100 linked to the IRGC.
With international partners, including the United States and the G7, we have called for the Iranian regime to uphold the human rights and fundamental freedoms of Iran’s citizens.
These calls have gone unheeded. Instead, the regime has instigated a brutal crackdown on its own people leaving thousands of Iranian civilians dead. A regime that relies on the repression and murder of its own people to retain power is without legitimacy.
It has long been recognised that Iran’s nuclear program is a threat to global peace and security. The international community has been clear that the Iranian regime can never beallowed to develop a nuclear weapon. The United Nations Security Council has reimposed sanctions on Iran for failing to comply with the Joint Comprehensive Plan of Action and the International Atomic Energy Agency Board has formally declared Iran in non-compliance with its non-proliferation safeguards obligations.
We support the United States acting to prevent Iran from obtaining a nuclear weapon and to prevent Iran continuing to threaten international peace and security.
Australian officials are closely monitoring this evolving situation. We continue
to advise Australians do not travel to Iran and leave Iran as soon as possible, if it is safe to do so. Our ability to provide consular assistance in Iran is extremely limited.
Given our concerns around security in the region, we have also upgraded Australia’s travel advice for Israel and Lebanon to Do Not Travel. Australians should leave now if it is safe to do so.
The Department of Foreign Affairs and Trade has activated its Crisis Centre to provide consular support to Australians in the region.
Australians requiring urgent consular assistance can contact the Consular Emergency Centre 24/7 on 1300 555 135 in Australia or +61 2 6261 3305 from outside Australia.