Presiden hanya mau kabar baik. Anak buah pun berlomba membawa kabar baik.
Banjir? Terkendali. Kabut asap? Kehidupan normal.
Yang protes? Bot.
Pakar bertanya? Goblok.
Yang mengabarkan kenyataan? Antek asing.
In case ada yang kelewat huru hara hari ini:
• Gibran digugat buat dimakzulkan krn ternyata (katanya) ga lulus SMA. KPU & bawaslu akui ga pernah verifikasi riwayat pendidikan Gibran waktu pencalonan jadi cawapresnya Prabowo.
• LAPAS MEWAH DI RUTAN CIBINONG!! Kedengeran familiar, jadi inget Setya Novanto. Fyi, di Cibinong sekarang ada Ferdi Sambo.
• Lagi dan lagi kasus keracunan MBG di berbagai daerah & temuan penggunaan BORAKS dalam makanan. Iya, BORAKS!! Geloo.
• Kebakaran hutan di Kalimantan makin meluas & makin parah. Ratusan ribu warga kena ISPA, termasuk 40.000 anak-anak.
• Demo buruh.
Hanya satu kata : Ngeri!
Pantesan pemimpinnya tidak memberikan barokah bagi negeri ini, bencana terus terjadi dimana mana seperti tidak ada selesai selesainya 🥹
KASUS IJAZAH GIBRAN DI MK OLEH DENNY INDRAYANA DKK.
ADA APA?
JADI BEGINI, GIBRAN ITU:
1) SMA di Singapura, di Orchid Park Secondary School. Sampai O level.
Setara pendidikan sampai kelas 10 atau kelas 1 SMA kalau di Indonesia.
Ingat, cuma sampai KELAS 10. Jadi belum setara SMA.
2) Dia lanjut ke UTS-Insearch di Sydney, Australia.
Apakah UTS-Insearch ini SMA? BUKAN!
Dia adalah bimbel dan matrikulasi persiapan masuk kampus.
Biasanya dipakai lulusan SMA di luar Australia (misal Indonesia, China) buat matrikulasi atau penyesuaian kurikulum Australia.
Wajarnya 1 tahun di sini, setelah selesai lanjut ke kampus di Australia.
UTS-Insearch ini punya University of Technology Sydney, wajarnya ya abis 1 tahun di sini lanjut ke UTS.
Tapi Gibran cuma menghabiskan 6 bulan di sini.
3) Tapi kita semua tahu, Gibran lulus S1 dari kampus MDIS Singapura.
Bukan di UTS Sydney.
Kok bisa? Kampus Singapura biasanya mau menerima O-level dengan tambahan ujian atau kualifikasi lain.
Jadi O-level Orchid Park Secondary School, bisa dipakai masuk situ.
Terus S1-nya lulus.
JADI GIBRAN MASUK UNIVERSITAS DAN LULUS S1 TANPA IJAZAH SMA KONVENSIONAL.
***
MASALAHNYA TERJADI KETIKA DIA NYALON JADI PEJABAT
Kenapa?
Karena di Indonesia, syarat nyalon pejabat itu LULUS SMA/SEDERAJAT.
Kalau mau nyalon Pemilu, di berkasnya harus ada IJAZAH SMA.
Walaupun udah lulus S1, S2, S3, tetep aja yang ditunjukkan harus IJAZAH SMA.
Punya ijazah lebih tinggi, tidak membuktikan dia punya IJAZAH SMA.
***
NAH, GIBRAN WAKTU NYALON GIMANA?
Si sertifikat bimbelnya yang di Australia itu, DISETARAKAN DENGAN IJAZAH SMK PEMINATAN AKUNTANSI DAN KEUANGAN.
***
Argumennya Denny Indrayana dkk di MK adalah:
1) Bimbel di Australia tidak setara dengan SMA.
2) Berarti Gibran tidak punya ijazah SMA.
3) Pencalonannya sebagai Wakil Presiden tidak memenuhi syarat pendidikan minimum SMA.
Diacara Syukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Presiden Prabowo bilang:
“Jangan percaya isu-isu jelek pemerintahan di sosmed. Mereka antek-antek asing. Mereka punya uang bisa bayar buzzer di sosmed”
Alamak, disangkanya kita buzzer 😳😴
Warga kalau komentar di sosmed dan di dunia nyata harus beretika beradab tertib sopan santun memberi solusi menggunakan KBBI yang benar dan sitasi minimal 5 tahun terakhir.
Presiden di panggung saat pidato: GOBLOK!
Presiden Korsel minta maaf karena banyak rakyat tak puas dengan kinerjanya
Meanwhile Presiden Indonesia "TERSERAH PAKAR YG MENGANGGAP DIRINYA PAKAR, SAKING PINTERNYA JADI GOBLOK"
Ga pernah merasa ada dititik serendah ini sbg WNI. Seorang pemimpin ngatain rakyatnya gblk
keracunan MBG sepekan ini:
Sidoarjo, Jawa Timur, 592 santri
Nganjuk, Jawa Timur 47 Siswa
Agam, Sumatera Barat 237 Siswa
Maaf nak, kalian cuma angka. 🥲. Kayaknya gak berharga banget ya.
@wordfangs U can even measure his intelligence level by watching Debat Presiden....
But u choose to be impressed by his joget2 cringe.
Some of you said "kasihan".
Some genZ even vote because they relate with gibran and want to see a boy of "around their gen" become a vice president.
@wordfangs basically real iblis, punya track record kriminal.. dan itu udh diingetin dri dulu... tp ttep aj 58% gaakan terima fakta2 ini, emg asu tolol
Era dadan, embege tetap dipaksa untuk didistribusikan selama bulan puasa.
Era sudaryono, embege tetap dipaksa untuk didistribusikan selama bencana.
See? Gairah dan birahi BGN untuk korupsi gak memandang siapa yang menahkodai. Sekali proyek iblis, tetaplah proyek iblis.