Sering kali kita lupa bahwa Tuhan bukan kurir kemarin sore yang perlu bertanya lokasi sebelum mengirim paket. Apa pun yang datang kepada kita, tak akan pernah salah alamat! 💚
Selamat hari Sabtu yang ke-12!
Dan sampai bertemu di Perayaan-Perayaan Sabtu berikutnya. Terima kasih telah terlahir ke dunia!
*Bonus: Foto Si Cantik yang aku rayakan kelahirannya di setiap Sabtu, awokwk. 💚
- PERAYAAN SABTU -
Terkadang, hati ini dibuat senang oleh kabar kematian seseorang.
Terdengar kejam, bukan? Namun, coba dengarlah & renungi percakapan orang-orang pada hari itu.
Hingga kemarin, hari Sabtu telah dirayakan sebanyak 12 kali. Bagiku, angka 12 itu istimewa, sehingga kurasa perlu ada yang istimewa juga di Perayaan Sabtu yang ke-12. Oleh sebab itu, aku menulis postingan ini sebagai pengganti surat yang urung aku tulis karena ketiduran, awokwk.
Datang berbagi kisah
Dengarkanlah, dengar sejenak!
Datang berkeluh kesah
Peluk ia, peluk sejenak!
Orang tua punya rumah
Namun, bukan tempat pulang sang anak!
Ia teman kita
Si Halim, figur penuh canda
Tawanya yang paling terdengar terbahak
Riang gembira dan selalu saja sempat melawak
Baru kita tahu
Luka dan kisahnya yang pilu
Yang justru terukir saat di rumahnya
Hingga di sana, ia pun bukan Halim biasanya
Mengarang alasan
Dan pergi hindari tekanan
Bergumam, "Mengapa justru orang rumah
Yang menuntutku punya raga baja tanpa lelah?"
Si anak durhaka!
Julukan sematan mereka
Menagih-nagihnya 'tuk meminta maaf
Tak merasa peran mereka pun banyak khilaf
Ibu & ayah tersayang, terima kasih banyak untuk nama ini. Maaf untuk setiap kegagalan, kebohongan, serta ketertutupanku. Kuharap, kalian bisa membaca cerita & pesan singkatku ini suatu hari nanti. Dari lubuk hati yang terdalam, senang rasanya menjadi anak kalian. 💚
Namun, tiada angin tiada hujan, tiba-tiba suatu hari aku berpesan kepada diri sendiri, "Coba hadirkan Ilham Jamal Luthfi di dunia nyata ini! Bukankah ia terlalu indah untuk sekadar menjadi karakter fiksi?"