Siapa belum ngantuk? Ini ada video yang isinya trivia singkat perihal Kopdes Merah Putih dari Mba Diana Nurindrasari sama Mas Harkan. Kabarin ke kami yaa kalo kalian tercengang;)
#intinyadeh seorang polisi bunuh nenek 70thn karena gak dipinjemin duit Rp50jt.
Jam 2 dini hari datengin rumah korban (tetangganya), minjem Rp50jt, korban gak kasih, dianiaya.
Korban teriak minta tolong, pelaku panik lalu nikam korban, ambil anting emas korban lalu kabur.
Kenapa nggak ada di TV?
Ada temen gw yang kerja di Media, waktu upload konten tentang berita negatif dari salah satu instansi langsung kena teror, akhirnya menyebabkan Direkturnya males berurusan sama kawanan instansi tersebut.
Ada media yg terbungkam dengan alasan melindungi keluarga.
Intinya disini yang cacat adalah sistem kepemerintahan itu sendiri!
BAYANGIN SEKELAS GUBERNUR NGOMONG SEPERTI INI!!!
Sebagai orang yg dipilih oleh rakyat dan digaji oleh rakyat harunya menyuarakan apa yg dinginkan rakyat
Ini malah lepas tangan, menyalahkan rakyat atas ketidakmampuan memenuhi kebutuhan listrik
Lagi pula pemadamannya tiap hari
Berarti tiap hari juga pakai gensetnya, pak?
Rakyat keluar modal lagi beli genset sama bensin
Belum ngantri bensinnya lama
Udah tau belum?
Mamdani Walikota New York bikin Municipal Groceries Store yang tujuannya sama kaya Koperasi Desa Merah Putih yang jual harga barang subsidi.
Tapi gak gedebak-gedebuk sembarangan, ini bikinnya pake konsep, dimulai dari 5 unit dulu, dengan harga bahan pangan pokok 30% lebih murah dari harga pasar.
Kenapa bisa lebih murah?
Karena biaya overhead dan pajaknya ditanggung oleh anggaran kota bukan karena beli lebih murah dari supplier.
Canggihnya setiap produk bisa di cek bar code nya yang berisi transparansi harga dan edukasi program.
Ini praktik sosialisme yang bener.
PENUTUPAN PIDATO TERANEH SEJAUH INI:
"KARENA AMPLOPNYA KURANG TEBEL, PIDATO DISINGKAT"
"YANG MENGATAKAN BERAS TERLALU MAHAL, SURUH IKUT KAU TANAM BERAS!"
"SURUH MEREKA TANAM PADI SENDIRI!"
"TNI AKAN SIAPKAN LAHAN UNTUK MEREKA, MENTERI PERTANIAN AKAN SIAPKAN LAHAN UNTUK MEREKA!"