Terima kasih Bung Noel atas peringatannya...
----
Sampaikan ke Bu Mega dan Mas Hasto, Kader-kader PDIP sedang diburu anjing-anjing liar -Immanuel Ebenezer (Noel)
> imu was first seen in chapter 906
> chapter release date : june 4, 2018
> it's been 7 years, 9 months and 28 days
> almost 8 years and we're finally getting the face reveal this week in chapter #onepiece1179
> watch this tiktok before you read the chapter, it gave me chills 🥶
@SammiSoh Itu INS Kiltan dari Kamorta Class ASW Corvette sedang ujicoba Torpedo 533mm njirr dan juga itu bukan kapal perang TNI AL
Ente buta apa gimana dah 🤣🤣🤣
Masa kapal perang India lu buat seolah-olah milik TNI AL 😂😂😂
Dan itu yang diluncurkan Torpedo bukan SRBM 🤣🤣
Sewaktu menjabat Presiden RI, Ibu Megawati pernah melakukan kunjungan kenegaraan ke Iran dan diantara agendanya adalah bertemu Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei, disebutkan 90% dari pembicaraan yang ada adalah Ayatullah Khamenei memuji Presiden Soekarno.
Ia mengenang bahwa ketika masih muda, di tengah pergolakan politik di Iran sebelum revolusi, di antara bacaan yang sering ia temui adalah tulisan-tulisan Presiden Soekarno. Dari sana ia merasakan getaran yang sama: semangat nasionalisme, keberanian melawan imperialisme, dan keyakinan bahwa bangsa-bangsa Timur tidak harus tunduk pada dominasi kekuatan Barat.
Ayatullah Khamenei bahkan menyebut Soekarno sebagai salah satu tokoh dunia yang berhasil memadukan kebangkitan nasional dengan kesadaran anti-kolonial global. Menurutnya, Soekarno bukan sekadar pemimpin Indonesia, tetapi simbol dari kebangkitan bangsa-bangsa Asia dan Afrika yang menolak hidup di bawah bayang-bayang kekuatan besar.
Ia juga menyinggung Konferensi Asia-Afrika di Bandung tahun 1955, yang dipandang sebagai momen penting ketika negara-negara yang baru merdeka mulai berbicara dengan suara mereka sendiri di panggung dunia. Dalam pandangannya, Bandung bukan hanya pertemuan diplomatik, tetapi pernyataan bahwa dunia tidak harus selalu dikendalikan oleh blok kekuatan besar...
Karena itu, ketika Presiden Megawati Soekarnoputri datang ke Teheran sebagai Presiden Republik Indonesia, Ayatullah Khamenei melihatnya bukan hanya sebagai kunjungan kepala negara, tetapi sebagai kehadiran putri dari seorang tokoh yang pernah menginspirasi generasi pejuang di banyak negeri...
Ia mengatakan bahwa semangat yang diperjuangkan Soekarno-kemerdekaan politik, kemandirian nasional, dan keberanian menghadapi hegemoni global-adalah nilai yang juga dihargai oleh banyak bangsa yang pernah mengalami penjajahan...
Percakapan itu menunjukkan bahwa hubungan antara Indonesia dan Iran tidak hanya dibangun oleh kepentingan politik sesaat, tetapi juga oleh ingatan sejarah dan rasa saling menghormati terhadap tokoh-tokoh yang memperjuangkan kemerdekaan bangsa-bangsa di dunia...
Ia pun berterima kasih dan memuji Presiden Mewagati karena masih melanjutkan jalan perjuangan ayahnya itu dengan masih terus membela dan mendukung kemerdekaan Palestina...
Ayatullah Khamenei menyebut presiden Soekarno dengan nama Ahmad Soekarno...
Sumber: Ismail Amin
🇮🇷🇺🇸🇧🇭 Why is Iran focused on destroying the US Fifth Fleet in Bahrain?
This isn't just a fleet; it's a comprehensive database (warfare, intelligence, piracy, politics, and more).
Let me explain the importance of this fleet. Destroying it would mean eliminating approximately 75% of US power in the Middle East.
First, the fleet covers an area of about 6.5 million square kilometers, encompassing the Gulf, the Red Sea, the Gulf of Oman, the Arabian Sea, and parts of the Indian Ocean, across 21 countries. It includes three vital strategic chokepoints: the Strait of Hormuz, the Suez Canal, and the Bab el-Mandeb Strait.
Approximately 90% of the world's oil trade passes through these areas, and US control over them guarantees their energy supply chains.
Second: The fleet is the backbone of US maritime security in the Middle East for the following reasons:
1- It was established in 1995 against (Iraq, Iran, Pakistan, and Afghanistan) with the aim of imposing US hegemony in the Middle East and Central Asia after the collapse of the Soviet Union.
2- It participated practically in the 2001 invasion of Afghanistan, the 2003 invasion of Iraq, and the aggression against Iran in 2005, and was the main force used to strike Yemen from 2023 to 2025.
3- Currently, it is the main force for striking Iran in 2026, and all information, plans, war orders, and deployments originate from it.
4- The fleet contains more than 30 naval vessels, including destroyers, submarines, and mobile aircraft carriers, with a total of 15,000 personnel, in addition to hundreds of aircraft on the carriers and thousands of advanced missiles.
5- It has diplomatic and political activity in coordination and cooperation with Arab rulers.
Do you see its importance?
This is a comprehensive administrative center.
Iran is focused on it and has succeeded in destroying its radars and some of its naval and logistical equipment. It is subjected to heavy bombardment daily without being able to intercept the missiles or even maneuver against them.
This means the fleet has practically become a weak point, and the destruction of its last remaining radar systems may have been the reason for the mistaken downing of three F-15 fighter jets today, according to the US Central Command statement (this is doubtful, as Iran claims to have shot down the jets, not that it was a Kuwaiti error).
In conclusion: Destroying this fleet and its command headquarters negatively impacts Israel and America's ability to defend, attack, and gather intelligence. If the Iranians succeed in destroying it (completely), it would mean a potential American military catastrophe, perhaps unprecedented since World War II.
Written by @sameh_asker
Dengarkan pernyataan Yahya Sinwar ini dan pahami mengapa Iran berperang.
Ini bukan tentang senjata nuklir, bukan tentang kebebasan hidup perempuan, tapi karena mereka memutuskan untuk hidup bebas, berdiri sendiri, tak mau tunduk pada imperium AS, dan tidak mengabaikan Palestina.
Listen and understand why Iran is at war.
It’s not about nukes, it’s not about women life freedom bs, it’s because they decided to live free, stand on their own and not forgo the Palestinians.
My life is not important, my body is weak, and the little respect I have is due to Imam Mahdi. I am prepared to give up everything for Islam and the Qur’an.
Shaheed Imam Khamenei