Aku . . .
Bersama semesta saat aku bersedih.
Merangkul sunyi saat aku gelisah.
Mencari sepi saat aku menyendiri.
Berseteru dengan takdir saat aku menyapa angan.
Aku tetap mencoba melangkah,
bukan karena telah memiliki tujuan.
Sebab barangkali tujuan
bukan sesuatu yang ditemukan,
melainkan sesuatu yang tumbuh
dari luka, waktu,
dan keberanian untuk tetap melangkah.
Tuhan, jangan berikan aku cintanya qois kepada layla. yang ia gila karena cintanya
Jangan berikan aku cintanya romeo kepada juliet. Yang ia mati karena cintanya
Jangan berikan aku cintanya zinudin kepada hayati. Yang ia melajang karena cintanya.
Jika manusia hanya melihat bukti, lalu apa guna penjelasan?
Mengapa semua butuh tindakan? Sedangkan manusia adalah mahluk yang sangat ingin di mengerti.