Iya bgt. Sbg yg telat kuliah 4 tahun krn isu keuangan pas nyokap sakit & belum ada BPJS saat itu, aku ngerasain banget sempat dianggap remeh & minder. Tapi, aku ga nyerah belajar sampai berhasil secure Chevening & beasiswa internal buat master’s ke2ku di Oxford dlm 1st shot.
Cerita lengkap di sini : https://t.co/1diT8TeA0V
If anything, I’d like to say jangan sampai kata-kata telat itu menghambat total impian kita. Terlalu tua untuk ini-itu, terlalu muluk-muluk untuk begini-begitu.
Kita semua mekar pada waktunya, indah apa adanya saat bermekaran!
Pak, putra-putri kami mahasiswa Indonesia yang di Indonesia yang kampusnya mendadak jadi pengelola MBG, yang pengajarnya melakukan plagiasi, yang UKT-nya naik tanpa dibarengi peningkatan sarana kampus TAPI MASIH TURUN KE JALAN di Bandung, Yogya, Makassar dan Jakarta serta berbagai kota lainnya menggugat rezim sejak 2019 lewat berbagai aksi.
Jadi rehat dulu bahas kirim2 mahasiswa Indonesia ke LN. Sejenak saja. Di sini tanah kami tanah air mata.
Membaca ini setelah dengar protes penutupan gereja di kampung halaman saya.
Hufft…if I were born again, I’d still choose to be a minority.
Not because suffering is noble, but because I’d rather learn compassion from the margins than confuse privilege with moral superiority.
Sekelompok orang tidak akan pernah bisa memahami arti "marjinal", "minoritas", yang tertindas, selama mereka belum pernah merasakan menjadi salah satunya.
Mereka tidak akan pernah bisa mengerti mengapa ada perlawanan dari kelompok marjinal/minoritas karena di benak mereka, apa yang terjadi di depan mata mereka adalah sebuah hal yang normal. Bahkan ketika yang terjadi di hadapannya adalah sebuah ketidakadilan, mereka akan menganggap itu biasa saja.
Kelompok marjinal dan minoritas yang tertindas ini bukannya ingin menjadi pihak yang menindas. Mereka cuma ingin hidup tenang dan layak. Mereka tak akan melawan selama hak hidup mereka sudah terpenuhi.
Banyak orang yang mengaku memiliki moral tapi ketika berhadapan dengan kelompok marjinal dan minoritas, pola pikir yang mereka miliki adalah: "Kami membiarkan kalian hidup saja sudah bagus." Ini bukan sebuah bentuk keyakinan untuk mengamankan; tapi sebuah ancaman.
Banyak orang yang tidak akan memahami di mana letak ancamannya karena buat mereka, dengan tidak membunuh manusia lain saja adalah sebuah kebaikan. Mereka tidak akan pernah memahami rasa takut yang dimiliki oleh kelompok marjinal dan minoritas.
Sampai dengan detik ini, gerombolan orang yang secara sadar ingin mengakhiri hidup kelompok marjinal dan minoritas akan terus beranggapan bahwa mereka terusik. Ketenangan dan kenormalan yang selama ini mereka nikmati, "diganggu" oleh sekelompok orang yang hanya ingin mendapatkan apa yang menjadi haknya. Mereka akan selalu menemukan justifikasi untuk melakukan penindasan.
Gw akan selalu berdiri bersama kaum marjinal dan minoritas. Walaupum gw tidak sepenuhnya bisa memahami ketakutan yang mereka hadapi setiap harinya, gw akan tetap bersama mereka. Hal ini tentu akan membuat beberapa pihak tidak nyaman. Bagus. Biarkan ketidaknyamanan itu terus berkembang agar kalian belajar untuk mulai melihat dari kacamata kaum marjinal dan minoritas. Kelompok marjinal dan minoritas dalam bentuk dan nama apapun.
I think LinkedIn indonesia is useless, it just a bubble for entry-mid level employees. 5000+ impressions, ratusan profile visits, gaada level VP ke atas. So the personal branding and yapping jadi kayak kaskus aja 😂🤣
Sekelompok orang tidak akan pernah bisa memahami arti "marjinal", "minoritas", yang tertindas, selama mereka belum pernah merasakan menjadi salah satunya.
Mereka tidak akan pernah bisa mengerti mengapa ada perlawanan dari kelompok marjinal/minoritas karena di benak mereka, apa yang terjadi di depan mata mereka adalah sebuah hal yang normal. Bahkan ketika yang terjadi di hadapannya adalah sebuah ketidakadilan, mereka akan menganggap itu biasa saja.
Kelompok marjinal dan minoritas yang tertindas ini bukannya ingin menjadi pihak yang menindas. Mereka cuma ingin hidup tenang dan layak. Mereka tak akan melawan selama hak hidup mereka sudah terpenuhi.
Banyak orang yang mengaku memiliki moral tapi ketika berhadapan dengan kelompok marjinal dan minoritas, pola pikir yang mereka miliki adalah: "Kami membiarkan kalian hidup saja sudah bagus." Ini bukan sebuah bentuk keyakinan untuk mengamankan; tapi sebuah ancaman.
Banyak orang yang tidak akan memahami di mana letak ancamannya karena buat mereka, dengan tidak membunuh manusia lain saja adalah sebuah kebaikan. Mereka tidak akan pernah memahami rasa takut yang dimiliki oleh kelompok marjinal dan minoritas.
Sampai dengan detik ini, gerombolan orang yang secara sadar ingin mengakhiri hidup kelompok marjinal dan minoritas akan terus beranggapan bahwa mereka terusik. Ketenangan dan kenormalan yang selama ini mereka nikmati, "diganggu" oleh sekelompok orang yang hanya ingin mendapatkan apa yang menjadi haknya. Mereka akan selalu menemukan justifikasi untuk melakukan penindasan.
Gw akan selalu berdiri bersama kaum marjinal dan minoritas. Walaupum gw tidak sepenuhnya bisa memahami ketakutan yang mereka hadapi setiap harinya, gw akan tetap bersama mereka. Hal ini tentu akan membuat beberapa pihak tidak nyaman. Bagus. Biarkan ketidaknyamanan itu terus berkembang agar kalian belajar untuk mulai melihat dari kacamata kaum marjinal dan minoritas. Kelompok marjinal dan minoritas dalam bentuk dan nama apapun.
Ada 3 istilah avoidant yang sering dipakai dalam bidang psikologi : avoidant attachment style, avoidant personality disorder dan avoidant coping strategies. Beda definisi, beda mekanisme, meski bisa muncul di saat bersamaan di satu individu.
Detailnya di sini
People praise and speak highly of mental health UNTIL someone show their issues... It's one thing to be hurt by an avoidant and saying bullshit like they don't deserve to be loved. Matter of fact YOU don't deserve to love, if the only outcome you expect is reciprocation.
Kalo kita terus2an rame di medsos dgn kelakuan yg mereduksi & menyalahgunakan label NPD, neurodivergent, avoidant, & berbagai istilah psikologis yg gak kita pahami, gue gak bakalan heran sih kalo suatu saat nanti pemrentah pake label2 ini buat alihin isu jg di medsos.