Internship Opportunity! 🥁
The Embassy of Israel in India is looking for a Political Intern to join the Political Department.
If you're passionate about geopolitics, international issues, multilateral relations, APPLY NOW!
Have a look at the attached criteria for more details.👇
#Internship #IndiaIsrael #Hiring #Intern
Help me understand how this is good for India (sans personal glory): 27 international awards, 17 speeches in foreign parliaments, 0 domestic press conferences. He thinks he’s leading the world. But who’s leading India?
The Kognitos Hackathon 2.0 brought together 15 teams focusing on agentic tools, AI integrations, and product innovations. In two days, we made progress toward breakthroughs that could enhance our product and customer value! Our judges will announce the winner next week!
I spent my childhood watching Hulk, but I never imagined that one day I would receive a message of support from the actor who played hulk.
Thank you @MarkRuffalo for your support. Thank you for standing on the right side of history.
Together, and with voices like yours, we can make a bigger impact and hopefully real change.
Dear @elonmusk,
when one of your Teslas kills someone while self driving or explodes on fire and the media charges your vehicles as unsafe, you point out sampling bias, share all kinds of statistics, and allege that the media is either accidentally or deliberately misrepresenting statistics to promote a vindictive agenda.
Yet, for the past week, you have blown every conceivable dog whistle of Islamophobia, by highlighting a select group of (horrifying) incidents supposedly in the name of Islam. Your barrage of tweets aimed at Islam have been as dangerous as they are dishonest about a faith practiced by over 2 billion people.
If you don’t know you are doing this and genuinely want clarification, I and many others easily accessible to you are willing to have a conversation. If this is deliberate smear campaign, then you are indeed every bit the hypocrite you once condemned.
⚠️TW ⚠️
Kalian pasti pernah lihat video ini kan? 🥺
Syeikh Khaled Nabhan, yang pernah menyentuh hati satu dunia ketika beliau berduka di atas kematian cucunya.
Sebuah video viral memperlihatkan Khaled memeluk jenazah cucunya bernama Reem dengan penuh kasih, membelai rambutnya, dan berulang kali memanggilnya, "Rooh al-rooh" (jiwa dari jiwaku). Gambar memilukan itu bukan hanya menghancurkan hati, tetapi juga membakar semangat perlawanan di setiap jiwa yang masih memiliki empati.
Ungkapan "jiwa dari jiwaku" kemudian menjadi simbol global perlawanan dan kasih sayang. Kematian Syeikh Khaled Nabhan bukan hanya tragedi lokal, tetapi juga pukulan bagi kemanusiaan itu sendiri. Media sosial meledak dengan kemarahan dan dukungan terhadap sosok yang telah menjadi simbol keteguhan dan cinta yang tak terkalahkan.
Syeikh Khaled Nabhan, dengan ungkapan "jiwa dari jiwaku" yang telah menjadi mantra perjuangannya, menginspirasi jutaan orang di seluruh dunia. Frasa itu bukan sekadar slogan, melainkan ungkapan dari luka mendalam yang ia rasakan setelah kehilangan cucu-cucunya, Reem (3 tahun) dan Tariq (5 tahun), dalam serangan udara Israel beberapa waktu lalu.
Sebelumnya beliau tidak lelah untuk menghibur dan menguatkan warga lain yang kehilangan anggota keluarganya.
Namun, Kini beliau telah syahid.
Beliau terbunuh pada Senin, 16 Desember 2024 akibat serangan Israel di kamp Nuseirat di Gaza Tengah.
• KISAH SYEIKH KHALED NABHAN YANG MENGINSPIRASI DUNIA
Khaled Nabhan, atau Abu Diaa, bukan sekadar seorang kakek biasa. Ia adalah simbol perlawanan dan kasih sayang yang tak ternilai. Setelah kehilangan cucunya, Reem dan Tariq, dalam serangan udara Israel, Abu Diaa menjadi viral di media sosial melalui video yang memperlihatkan dirinya memeluk jenazah Reem sambil berulang kali memanggilnya, "Rooh al-rooh". Ungkapan itu segera menjadi mantra bagi jutaan orang yang merasakan kesedihan dan kemarahan atas kekejaman tersebut.
Kematian Abu Diaa menambah daftar kelam dalam konflik Israel-Palestina. Ia tewas dalam serangan tank Israel yang menargetkan rumah keluarga Abu Hajar di kamp Nuseirat. Menurut saksi, Abu Diaa gugur saat berusaha menolong orang-orang yang terluka akibat serangan tersebut.
"Dia berlari membantu korban, tetapi peluru Israel langsung merenggut nyawanya," ungkap Saed Nabhan, keponakannya.
Serangan itu bukan hanya menewaskan Abu Diaa, tetapi juga empat orang lainnya, termasuk seorang anak. Pemerintah Gaza mengecam aksi tersebut sebagai "pembantaian biadab" yang memperlihatkan kebrutalan Israel dalam konflik ini.
• SIMBOL PERLAWANAN GLOBAL
Kematian Syeikh Khaled Nabhan mengguncang dunia dan memicu sorotan internasional. Aktivis hak asasi manusia menegaskan bahwa serangan terhadap sosok seperti Abu Diaa adalah bagian dari upaya Israel untuk mematahkan semangat rakyat Palestina.
"Mereka membunuh cucunya, menghancurkan rumahnya, dan kini merenggut nyawanya di siang bolong," tulis Muhammad Shehada, seorang analis dari Gaza.
Kematian Syeikh Khaled Nabhan adalah seruan keras bagi dunia untuk membuka mata terhadap tragedi kemanusiaan ini. Serangan Israel di Gaza telah merenggut ribuan nyawa, termasuk ribuan anak-anak, dalam beberapa bulan terakhir. Kelompok hak asasi manusia menggambarkan tindakan ini sebagai "genosida" dengan tujuan menghancurkan rakyat Palestina.
Dunia tak boleh lagi diam. Kematian Abu Diaa adalah pengingat bahwa tragedi Gaza tak akan berhenti tanpa tindakan nyata dari para pemimpin global.
🇵🇸The child Zain Youssef Mhana lost his mother two months ago in Al-Nuseirat camp, and since then, he comes every day to sleep by her grave.
There are no words that can describe this….
"Wouldn’t that be something? A world where we don’t just use AI, but engage with it, challenge it, learn from it. A world where AI is a partner in our quest to understand the world and each other?"- Binny Gill, Founder and CEO.
Read the compete blog here: https://t.co/8VF7IMQfUe