nyatanya, kita juga dah bisa jalan sampe sini dan hasilnya pun bukan sesuatu yang buruk... kenapa harus menyerah atau ga yakin buat menempuh langkah-langkah selanjutnya?
Kalo biaya untuk sekolah 1 dokter spesialis itu 500 juta, maka biaya pelatihan ini bisa untuk menyekolahkan 2.000 dokter spesialis baru
Ternyata ada ya uangnya . . .
tidak.
dokter spesialis dan subspesialis, bahkan dokter umum tidak akan takut menangani kasus sulit KETIKA obat dan alat tercukupi, SDM lengkap sesuai kompetensi, dan tidak harus pusing mencocokkan tindakan bahkan diagnosis dg BPJSKes-based medicine.
jadi inget dulu pernah mau isi bensin motor papa Lau tapi tutup tangki nya berat bgt, terus besoknya aku tanya papa cara buka tangki, papa bilang "Il mau apa? mau isi minyak? Tenang saja setiap hari papa su isi penuh tangki" 🥹🫶
Innalillahi.
Dr. Siti Zahra Maghfira, dokter magang alumni Unhas, meninggal dunia saat jaga di RS Sentra Medika Cisalak, Depok.
Penyebabnya belum diketahui resmi, tapi ini kematian dokter magang kedua dalam kurang dari seminggu, setelah dr. Zulfikar Drakel di Lampung Timur.
Yang bikin miris: pola responsnya selalu sama.
Ada yang meninggal → duka cita → investigasi → lalu diam lagi sampai korban berikutnya.
Sejawat medis sendiri udah nanya: sampai kapan siklus ini berulang tanpa ada yang benar-benar berubah?
Ini bukan cuma soal nasib apes.
Ini soal sistem kerja dokter magang : jam jaga, beban tugas, dukungan kesehatan mental & fisik,yang selama ini luput dievaluasi serius.
Masukan buat Kemenkes: audit menyeluruh kondisi kerja PIDI di semua RS wahana, bukan investigasi kasus per kasus yang berhenti begitu beritanya reda.
Belasungkawa itu penting, tapi nggak cukup buat nyelametin nyawa yang berikutnya. 🙏
Gue paling gak suka setiap post pita hitam ini.
Belum Genap 1 tahun, sudah 5 dokter internsip meninggal dunia, semoga ada evaluasi dan tindak lanjutnya 🙏
ya Allah semoga yang ini tembus deh, aku udah stress bgt di rumah doang 😭 enjoy nganggur tapi stress gada kerjaan, gimana sih, ngerti ga sih, ya gitulah 🙏😔
JUST IN: DETAIL LENGKAP SEMENTARA KASUS KEMATIAN DR. ADRIAN RANTUNG 🚨🚨
Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Kesehatan RI, berikut fakta-fakta yang telah dikonfirmasi:
1. dr. Adrian Rantung merupakan dokter residen aktif Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado.
2. Selama menjalani pendidikan, almarhum bertugas di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado sebagai rumah sakit pendidikan.
3. dr. Adrian Rantung dijadwalkan menjalani tugas jaga. Namun karena tidak kunjung hadir dan tidak dapat dihubungi, rekan sejawat mendatangi tempat tinggalnya.
4. Almarhum ditemukan telah meninggal dunia di kamar kosnya di Manado. Dugaan awal mengarah pada tindakan mengakhiri hidup akibat depresi berat. Di lokasi juga ditemukan pesan tertulis yang berisi curahan keputusasaan terkait beban kerja yang dinilai tidak manusiawi. Korban diduga mengalami tekanan psikis yang sangat berat akibat pola pendidikan dan lingkungan kerja.
5. Beredarnya memo berisi keluhan korban memunculkan dugaan adanya praktik perundungan (bullying) yang bersifat sistemik dari oknum senior maupun lingkungan rumah sakit pendidikan.
6. Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes, Azhar Jaya, menegaskan bahwa kasus ini menjadi perhatian penuh pemerintah. Aparat penegak hukum turut dilibatkan untuk menyelidiki kemungkinan adanya tindak pidana berupa intimidasi maupun kelalaian.
7. Investigasi dilakukan secara lintas lembaga dengan melibatkan Kementerian Kesehatan, Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), Kolegium Anestesi, serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
8. Investigasi atas meninggalnya dr. Adrian Rantung masih berada pada tahap awal penanganan oleh pemerintah dan kepolisian. Karena kasus ini baru mencuat pada 6 Juli 2026, proses pengumpulan bukti, pemeriksaan saksi, serta penyusunan kronologi masih terus berlangsung.
9. Sebagai respons atas peristiwa tersebut, Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado, Starry Homenta Rampengan, menerbitkan Surat Keputusan Nomor HK.02.03/D.XV/3421/2026 yang menghentikan sementara seluruh kegiatan pembelajaran klinis Program Studi Anestesiologi di rumah sakit tersebut
10. Langkah penghentian sementara kegiatan pembelajaran mengacu pada Instruksi Menteri Kesehatan Nomor HK.02.01/MENKES/589/2025 tentang Pencegahan dan Penanganan Perundungan di Rumah Sakit Pendidikan.
Bahkan buat mereka yang bisa tahan melewati semua tempaan pun, kita perlu bertanya. Sejauh apa itu mengubah kepribadian kalian? Apakah kalian jadi pribadi yang bitter, jadi passing trauma ke orang lain? And so on...
Apalagi nantinya akan melayani masyarakat ya
Doa u/ almarhum🙏
Status wa terakhir almarhum
Kok bisa RS dan FK tidak mendeteksi ya? @KemenkesRI@unsrat1961
Mana action plannya?
Mau coba tipu2 sampai ada korban nyawa lagi
1 Juli mimpi apa? Mimpi di Kei :(
Gus, Ek, ga kerasa udah setahun ya, kalian baik-baik aja kan di sana?
Kangen banget sama kalian
Maaf gabisa jagain tim ini tetep utuh :(
Ketika keluarga kekeh minta pembiusan dengan resiko 0%, saya minta cek ChatGPT dihadapan saya. Masih ngotot juga:
“Masa dokter sekolah lama begitu, masih gak bisa kasih kompromi atau diakali biar biusnya tanpa risiko?”
Kalem tak jawab
“Maaf Bu, semua bius milik Allah”
*hening
BPJS itu ibarat seorang suami...
Yang bilang ke istrinya,
"Mah, belanjanya bebas apa aja ya. Yang penting keluarga sehat."
Tapi uang belanjanya cuma Rp1 juta.
Akhirnya...
Daging nggak kebeli. Buah dikurangi. Susu harus pilih yang lebih murah.
Yang dimarahin siapa?
Istrinya.
Kadang saya merasa... Faskes dan nakes ada di posisi istri.
Diminta memberikan pelayanan terbaik. Tapi harus bekerja dengan anggaran yang sudah ditentukan.
Akhirnya pasien komplain ke dokter. Dokter komplain ke manajemen. Manajemen komplain ke BPJS.
Masalahnya, kebutuhan pelayanan terus naik, sementara sumber daya selalu terbatas.
Sistem kesehatan di negara mana pun pasti harus mencari titik temu antara kualitas layanan, jumlah peserta, dan biaya yang mampu ditanggung.
Jadi menurut saya, perdebatan kita seharusnya bukan cuma "siapa yang salah?"
Tapi...
Apakah ekspektasi yang kita inginkan sudah sejalan dengan anggaran yang kita sediakan.
Memurut mu gimana ?
JUST IN: DOKTER IGD DI NTT MENINGGAL DUNIA USAI DUGAAN INTIMIDASI OLEH DUA ANGGOTA DPRD 🚨🚨
Kronologi:
1. Pada 13 Juni 2026, dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni (dr. Icha), menangani seorang pasien anak korban gigitan ular yang dirujuk ke RS Leona Kefamenanu dari rumah sakit lain. Penanganan dilakukan sesuai standar medis dan melalui konsultasi dengan dokter spesialis.
2. Dalam proses penanganan, keluarga pasien meminta tindakan tertentu yang saat itu belum direkomendasikan secara medis, sementara ketersediaan antivenom juga menjadi kendala.
3. Dua anggota DPRD Kab. Timor Tengah Utara (TTU) yang merupakan keluarga pasien datang ke IGD dan menyampaikan protes dengan nada tinggi. Salah satu di antaranya diduga mengacungkan jari ke arah wajah dr. Icha.
4. Menurut keterangan keluarga, setelah kejadian tersebut dr. Icha mengalami tekanan psikologis yang berat. Ia disebut terus menangis, mengalami trauma, dan menunjukkan perubahan kondisi mental yang sangat drastis.
5. Beberapa hari kemudian, pada 26 Juni 2026, dokter yang baru berusia 27 tahun tersebut ditemukan meninggal dunia.
6. Keluarga meminta agar kasus ini diproses secara hukum karena menduga tekanan psikologis dan intimidasi yang dialami korban berkontribusi besar terhadap meninggalnya dr. Icha.
7. Pihak DPRD membantah telah melakukan intimidasi. Mereka menyatakan percakapan memang berlangsung dengan nada tinggi karena panik terhadap kondisi pasien, namun membantah adanya ancaman, serta menyebut telah menyampaikan permintaan maaf kepada pihak rumah sakit.
8. Pemerintah Kab. Timor Tengah Utara (TTU) menyatakan mendukung proses hukum yang berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kasus ini harus menjadi sorotan publik karena memicu kembali pembahasan mengenai pentingnya perlindungan tenaga kesehatan dari segala bentuk intimidasi maupun kekerasan saat menjalankan tugas.
Rest in Peace, dr. Icha 🥀💔
walopun gemes bgt dia beli makanannya dikasih kecap (padahal aku ga pernah makan kuah berkecap, tapi dia tau aku ga begitu makan pedes jadi dia inisiatif kasi kecap kayak buat bocil), terus dia beliin teh meski aku juga sebenernya ga ngeteh wkwkwkwk