lagi burnout, tapi nemu kalimat ini : 🥺🤍
pertolongan Allah sering kali datang dipersimpangan terakhir, dititik yang paling kritis, jadi bertahanlah.
(Qs. At-Talaq : 3)
dipikir pikir, Allah tuh jauh lebih pengen dan chance kita masuk surga lebih besar dibanding masuk neraka.
bayangin aja, baru niat beramal baik aja udh kehitung pahala.
membantu orang lain? pahala.
sedekah walau cuma senyum? pahala
istighfar? pahala. bahkan menggugurkan dosa.
belum tiap kita lakuin ibadah wajib? pahala.
ibadah sunnah? pahala.
ketika kita menyesal dan bertaubat ngelakuin maksiat? pahala + diampuni pula
ketika kita ngira Allah marah? pintu taubat Allah justru lagi terbuka. 25/7 non stop utk SEMUA orang selama hidup…
kurang baik apa yaAllah 🥹 jd kalo sampe kita takut utk balik ke Allah tuh beneran bisikan syaithan biar kita ga taubat.
Allah Maha Baik. gamungkin Allah mengadzab hambaNya sampe masuk neraka kecuali udh keterlaluan banget
aku jatuh cinta dengan kutipan ini:
“Berapa pun usia kamu, kamu mungkin akan selalu berharap sudah memulainya lebih muda. Tapi hari ini adalah hari termuda yang masih kamu punya.
Jadi, mulai saja hari ini.”
Nonton podcast Shireen Sungkar sm Dewi Sandra, seketika ambyar waktu Dewi Sandra bilang:
"Everytime kita bisa sholat on time aja, itu Allah yg mengizinkan hidayah pada kita untuk ambil wudhu lalu sholat. Kita pake hijab bukan karna diri kita keren, tapi atas kebaikan Allah yg mengizinkan kita untuk pake". Jadi ketaatan yg kita lakukan itu bukan karna diri kita sendiri, tapi Allah yg baik kasi kita hidayah untuk melakukan itu. Dan hidayah itu mahal, tidak Allah beri untuk semua orang 😭😭😭
Pernah baca bahkan firaun aja mulutnya sampai disumpal pake tanah sama malaikat Jibril krn dia mau ngucap tauhid pas tenggelam. Gara2 malaikat Jibril takut nanti firaun diampuni Allah kalo beneran ngucap tauhid krn pengampunan Allah gede 😭
Ada yang sadar ga, kalo di film Little Miss Sunshine (2006) semua karakternya gagal dapetin apan yang dimau?
- Dwayne gagal ikutan tes pilot karena baru tau kalo dia buta warna
- Richard gagal nerapin program yg dia buat
- Frank gagal mempertahankan peringkat no 1 sebagai pakar proust
- Olive gagal dapetin juara
Menurutku itu esensi dari filmnya, kadang kita ga perlu selalu jadi pemenang untuk punya hidup yang bermakna, justru proses untuk mencapai itu semua yang lebih berharga
Dan ga semua obsesi terhadap kemenangan berakhir baik, justru kadang bisa membuat kita kehilangan kenikmatan hidup dan sisi kemanusiaan karena sudut pandang yg jadi terlalu mengerucut
nemu quote yg bagussss bangett!
“If you love sleeping, start waking up for Tahajjud;
If you love money, start giving more charity;
If you love listening to music, start listening to Quran.
If you love food, start fasting; because your love for Dunya should not outweigh your love for Allah.”
pernah baca satu narasi dari Jalaluddin Rumi:
“Tanda Allah jatuh cinta padamu ialah ketika cemburu-Nya ditampakkan dengan membuatmu patah hati pada dunia.”
Lalu aku berpikir, “Apa tandanya seseorang benar-benar tenang dalam takdir Tuhan?”
Jawaban yang aku temukan:
Ia tidak terlalu gembira saat diberi, dan tidak hancur saat diuji. Karena ia tau.. dalam setiap keadaan, Tuhan sedang menuntunnya menuju kebaikan.✨🤍
Sunnah Rasulullah ﷺ buat suami istri 🤍
Ternyata jadi romantis itu sunnah, bukan cuma "kata-kata manis di medsos."
1. Tidur satu selimut sama istri (HR. Muslim: 289)
2. Makan dan minum dari wadah yang sama (HR. Muslim: 300)
3. Sering-sering cium istri (HR. Ahmad: 25766)
4. Tidur di pangkuan istri (HR. Bukhari: 297)
5. Mandi bersama istri (HR. Bukhari: 316)
6. Suapin istri (HR. Bukhari: 2591)
7. Jalan malam berdua (HR. Muslim: 2445)
8. Ngajak istri kalau bepergian (HR. Bukhari: 2404)
9. Saling bantu kerjaan rumah (HR. Bukhari: 6039)
10. Rawat istri pas sakit, dan sebaliknya (HR. Bukhari: 4750)
11. Tetap romantis meski istri haid (HR. Bukhari: 7945)
12. Kasih hadiah ke istri (HR. Bukhari: 594)
13. Bercanda bareng istri (HR. Bukhari — riwayat Zaid bin Tsabit)
14. Tenangkan istri dengan lembut saat marah, bukan dengan emosi (HR. Ibnus Sunni)
Rasulullah ﷺ aja semesra ini sama Aisyah ra. Kok kita masih gengsi romantis sama pasangan sendiri?
Save buat reminder 🤍
Tadi saya cerita ke istri kalo temen seangkatan kuliah udah punya 3 cafe. Dia tau saya merasa tertinggal karena kami memulai dari titik yang sama
Dan istri kasih analogi yang menarik :
👩🏽 : Kamu pernah antri di kasir kan?
🧔 : iya pernah
👩🏽: pada akhirnya kamu nyampe ke depan kan? Yang penting itu tetap berada di antrian, jangan keluar antrian.
Emang kamu pernah anggep yg antri depan kamu itu saingan?
🧔 : ya enggak lah
👩🏽 : ya apalagi kalo depan itu teman kamu kan? Tunggu aja gilirannya dateng.
Buset, emak2 dapet pemikiran gini dari mana yak?
Dzulhijjah Bukan Hanya Tentang Qurban Tapi Tentang Jawaban Doa yang Ditunggu Bertahun-tahun !?
1. Dzulhijjah identik dengan qurban — tapi ada kisah yang sering terlupakan di baliknya
2. Ismail — anak yang Nabi Ibrahim tunggu puluhan tahun sebelum lahir
3. Ketika Ismail lahir — Ibrahim sudah sangat tua, hampir tidak percaya
4. Lalu Allah meminta yang paling dicintai — anak yang paling lama dinantikan
5. Ibrahim tidak menolak — justru inilah puncak kepasrahan seorang hamba
6. Dan Allah gantikan dengan domba — karena keikhlasan Ibrahim sudah sempurna
7. Dzulhijjah adalah bulan Allah membuktikan — penantian panjang selalu punya makna
8. Hari Arafah adalah waktu istimewa — waktu mustajab seorang hamba berdoa
Sebenarnya suka dan tidak suka itu menjadi hak pribadi. Tapi, kalau kata guru agama waktu aku sekolah dan dosen PAI-ku jaman kuliah S1 itu....
Pertama, soal berjamaah 27x dibanding sendiri. Di masa awal Islam, salat berjamaah bukan sekadar ritual kolektif. Masjid adalah pusat pendidikan, musyawarah, distribusi bantuan, hingga koordinasi saat komunitas Muslim berada dalam tekanan dan ancaman perang. Di Madinah, umat baru saja hijrah, rentan, dan berkali-kali menghadapi konflik seperti Badar, Uhud, hingga Khandaq. Dalam konteks itu, berjamaah membangun kohesi sosial, disiplin, solidaritas, dan rasa persatuan lintas status sosial. Jadi kalau diberi nilai lebih, logikanya bisa dipahami sebagai spiritual incentive untuk membangun komunitas yang kuat, bukan karena ibadah sendirian tidak bernilai.
Kedua, soal keutamaan lokasi seperti Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Al-Aqsa. Ini juga sering disederhanakan jadi “koordinat geografis menentukan pahala”. Padahal dalam sejarah Islam, tempat-tempat itu punya makna karena perjuangan dan pengorbanan besar yang terjadi di sana.
Makkah adalah tempat umat Islam awal mengalami penyiksaan, boikot ekonomi, kehilangan harta, bahkan dipaksa hijrah. Madinah menjadi tempat membangun masyarakat baru dalam kondisi terus terancam perang. Al-Aqsa punya posisi historis sebagai kiblat pertama dan simbol panjang sejarah para nabi serta perjuangan umat lintas generasi.
Jadi yang dimuliakan bukan “lokasi” yang seolah-olah punya efek magical, melainkan makna spiritual dan historis yang melekat pada tempat itu; ruang yang menjadi saksi pengorbanan, perjuangan, dan pembentukan peradaban.
Sebenarnya manusia juga melakukan hal yang sama di luar agama. Kita menghormati medan perang, makam pahlawan, monumen perjuangan, atau tempat bersejarah bukan karena koordinatnya spesial, tapi karena nilai, memori kolektif, dan pengorbanan yang melekat di sana.
Jadi menurut sepengetahuanku, kalau dikatakan “reward ibadah ditentukan lokasi” itu agak menyederhanakan persoalan. Dalam perspektif Islam, yang dihargai bukan sekadar tempat atau angka, tapi juga konteks sejarah, pengorbanan, dampak sosial, dan makna spiritual yang menyertainya.