β my abuse isnβt poetic. it was not justice or necessary. the earth left me to die and there is no such thing as karma. the gods watched idly by as i was killed in that house and not a damn person tried to help me.
@irevim lama, aku benar-benar ingin bernapas.
βAku ingin hidup, Madah. Aku ingin menjalani takdir ini, berjuang, dan menggenggam hari esokγ ‘selamanya bersamamu.
Jangan meninggalkanku, Madah.
Jangan menjelma hantu atau menjelma arwah, jadilah bagiku rumah tempatku pulang,
di balik dasar perangaimu.
βSiena hanya menjelma hening, menanti apa yang akan kaulakukan selanjutnya. Akankah bibirmu kembali meluncurkan hinaan-hinaan padanya? Akankah matamu lagi-lagi menjatuhkan tatapan yang merendahkan kepada dirinya? Jadi, katakan padanya,
@irevim Kepiawaianmu tak sedikit pun menyurutkan hasrat Nona kami untuk segera merasakan jemarimu menata rambutnya. Ia baru tahu, bahwa di balik jemarimu yang kasar disebabkan oleh tempaan waktu, telah tertanam kelembutan serupa bisikan angin malam.