Ayat ini Allah tujukan kepada Siti Maryam yang saat itu sedang bersedih, cemas, khawatir, dan takut karena menerima banyak celaan serta cemoohan masyarakat setelah melahirkan seorang bayi tanpa suami.
Menariknya, alih-alih menyuruh Maryam untuk sekadar “sabar”, “ikhlas”, atau “lebih banyak ibadah”, Allah justru menyuruhnya untuk makan dan minum.
Bahkan dalam Al-Qur’an pun banyak diceritakan kisah para nabi dan rasul yang pernah merasa sedih, kecewa, gundah, dan mengalami berbagai emosi manusiawi lainnya.
So, perasaan sedih, cemas, kecewa, down, dan sebagainya itu valid, ya, guys. Sebagai sesama manusia, kita gk punya hak untuk menghakimi atau melabeli orang yang sedang down sebagai “kurang iman”, “kurang ibadah”, “kurang bersyukur”, dan sebagainya hanya karena kita merasa sedang memberi nasihat agama.
Nasihat yang baik pun seharusnya disampaikan dengan cara yang baik.
Kalau Allah Yang Maha Segalanya saja begitu memanusiakan manusia, mengapa kita justru enggan melakukan hal yang sama?
BE KIND, EVERYONE. ✨
Nemu kata-kata cantik banget mashaAllah✨️
"Kematianmu akan datang di hari-hari biasa, di tengah rencana yang belum selesai, dan dunia akan tetap berjalan tanpa kamu. Jadiii, hiduplah sedikit lebih berani."
Psikologi bilang, ada orang yang nggak terlalu suka bersosialisasi bukan karena sombong atau benci orang.
Mereka cuma terlalu peka. Cepat menangkap energi, membaca ketulusan, dan sadar saat sesuatu terasa nggak tulus.
Makanya, basa-basi sering terasa melelahkan.
Mereka lebih memilih hubungan yang sedikit, tapi jujur, tenang, dan tanpa topeng.
Itu bukan antisosial.
Itu cara mereka menjaga energi dan kesehatan emosional
nemu afirmasi bagus dari apk sebelah.
"one day, aku akan menemukan giliranku. menikmati hal-hal baik yang selama ini hanya bisa kulihat atau kudengar dari orang lain."
it's a deep and warm🥹🫂
aaa i can't wait.