A long overdue update.
Back in January, every Rockologist Team Tee fulfilled its promise:
One Tee. One Tree.
Together, we funded the planting of 155 trees.
We intentionally held this update back.
The Rocktee was born from From Friends, and for us it didn't feel right celebrating this milestone while our responsibilities to that main project were still unfinished.
Now that everything has finally been wrapped up, we're happy to share this chapter too.
Thank you to everyone who chose to wear the tee. You didn't just support Rockologist. You helped leave something living behind.
Small actions. Real roots. See you in the next chapter.
PS: And a special thank you to @sunonmoondust, whose beautiful photograph became part of the journey through our thank-you card. We're grateful you trusted us with your work.
It’s been a year of “1” today! 🌙
Some thoughts keep you awake long after the lights go out. Somehow, this EP understood them better than words ever could.
Happy 1st Anniversary to “1”!🤍
@eaJPark#eaJPark #1
STOP NARASI PEMBODOHAN....✋️✋️⚠️
Rawa adalah lahan tidur yang tidak produktif.
Narasi inilah yang belakangan digunakan untuk membenarkan alih fungsi lahan basah menjadi kawasan pertanian skala besar. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman bahkan menyebut rawa di Merauke dapat dioptimalkan menjadi sawah produktif dengan panen hingga tiga kali setahun.
Di saat yang sama, proyek pangan skala besar di Merauke juga melibatkan Jhonlin Group milik Andi Syamsuddin Arsyad, yang diketahui memiliki hubungan kekerabatan dengan Menteri Pertanian sebagai sepupu.
Namun, benarkah rawa adalah lahan tidur?
Bagi alam, rawa tidak pernah tidur.
Rawa adalah bagian dari ekosistem lahan basah bersama gambut dan mangrove, yang termasuk ekosistem paling produktif di dunia. Ia menyimpan karbon dalam jumlah besar, mengatur siklus air, mengurangi risiko banjir dan kekeringan, menjadi rumah bagi ribuan spesies, serta menopang kehidupan masyarakat adat yang telah hidup berdampingan dengannya selama bergenerasi.
Masalah muncul ketika rawa hanya dilihat dari satu ukuran yaitu berapa ton pangan yang bisa dipanen darinya.
Cara pandang ini mengabaikan fungsi ekologis yang jauh lebih besar nilainya, tetapi sering kali tidak masuk dalam perhitungan ekonomi. Padahal, ketika rawa rusak atau hilang, fungsi-fungsi tersebut tidak bisa begitu saja digantikan.
Pertanyaannya bukan apakah rawa bisa ditanami.
Pertanyaannya adalah siapa yang diuntungkan, dan apa yang harus dikorbankan ketika ekosistem yang menopang kehidupan diubah menjadi kawasan produksi skala besar?
Ketahanan pangan memang penting. Namun menjadikannya alasan untuk mengorbankan rawa, hutan, dan wilayah adat bukanlah solusi jangka panjang.
Karena bagi alam, rawa bukan lahan tidur.
Rawa adalah ekosistem yang hidup, dan kehidupan di dalamnya bukan ruang kosong yang menunggu untuk dieksploitasi.
Soarce: Greenpeaceid
Udah lama ga jalan2 ke Malioboro, terus mode jd turis jalan ke Malioboro, nemu toko buku second ini. Hidden gems bgt sih soalnya dia di dalem gang gitu mana banyak banget koleksinya dan ga cuma bahasa Indonesia sama bahasa Inggris, tp ada bahasa Jerman, Belanda, Perancis bahkan Swedia sama Spanyol juga ada.
Terus kalo beli buku di sini mau dijual balik juga bisa nti di buyback 50% atau kalo kalian punya buku yang pengen dijual juga bisa dijual di sinj nanti dikurasi sama ibunya yg punya toko buku 😍
Why the leaf charm? Good question!
At first glance, it looks like just a leaf.
But it’s not a random form.
It’s an olive leaf.
And for Palestinians, the olive tree is not a metaphor.
It’s evidence.
For thousands of years, olive trees have grown on Palestinian land. Some of them are more than 4,000 years old, passed down from one generation to the next. These trees are inherited like family names. They mark presence, history, and continuity.
In many villages, olive orchards are the clearest proof that a family has lived on that land for generations. That’s why Palestinians often call the olive tree a living title deed.
The olive tree is also livelihood.
Around 80,000 to 100,000 Palestinian families depend on olives for income. Nearly half of the cultivated land in the West Bank and Gaza is olive groves.
But more than that, the olive tree represents sumud (steadfastness).
Planting, caring for, and harvesting olive trees has long been an act of quiet resistance. Because land that is cultivated is harder to confiscate. Because staying rooted is a form of survival.
Since 1967, over one million olive trees have been uprooted or destroyed. Not by accident. But because removing trees also means erasing history, identity, and the right to remain.
That’s why the olive leaf matters.
As memory.
As resistance.
As proof that people were there, and still are.
Lebih dari dua bulan pascabencana, lebih dari 150.000 warga Aceh masih bertahan hidup di tenda-tenda darurat — terusir dari rumah mereka, hidup dalam ketidakpastian, dan menunggu harapan untuk masa depan yang lebih layak.
Tsunami dari Gunung telah menyapu dan melenyapkan 26 gampong (desa) serta merusak ratusan desa lainnya.
Banjir Aceh 🌀 Cyclone Senyar merupakan bencana banjir dan longsor 💥 paling parah dalam sejarah Aceh dan Sumatera.
@DPR_Aceh@DPR_RI@DPDRI
Keluarganya dibakar hidup2 hanya krn ayahnya membongkar bisnis judi oknum militer
Hingga kini pelaku masih bebas dan digaji negara
Kini dia menjadi saksi mengenai perbedaan perlakuan hukum antara pelaku sipil dengan pelaku dari unsur militer
Seorang Ibu harus memanjat tebing demi membawa bayinya 👶🤱 ke Puskesmas. 📍Gampong (Desa) Sikundo, Aceh Barat, masih terisolasi. Jalan dan jembatan terputus. Warga terpaksa berpegangan tali di tepi sungai dan tebing untuk melintas.
🌀 Banjir dan longsor Aceh akibat Siklon Senyar pada 26 November 2025 menjadi bencana terparah dalam sejarah Aceh dan Sumatera. Gubernur Aceh menyebutnya sebagai “Tsunami Kedua”. Sebanyak 22 gampong hilang disapu banjir bandang, sekitar 50% wilayah Aceh terdampak, ratusan ribu rumah hancur, dan ratusan ribu warga menjadi pengungsi.
Be honest, what do you see?
This isn’t the result of a natural disaster.
It’s a landscape teetering on the edge of an ecosystem collapse.
We have to prevent this from happening again.
📹 Aceh, Sumatra
One month after flash floods and landslides in November 2025.
https://t.co/3yb0D218am
JANGAN LUPAKAN ACEH!
Sampai detik ini kondisi di Aceh Tamiang masih memprihatinkan, bahkan sudah 44 hari lewat berbagai kerusakan banyak yang belum diperbaiki!
More than the numbers, we’re grateful for the trust, the support, and the shared intention behind this drop. Thank you for the tees, thank you for the trees, and thank you for being part of something that quietly gives back 🖤