Kalian kalo selalu bilang demo bikin macet, nih liat yg bikn macet tu justru silop dan ijo.
Mahasiswa aja lewat jalur busway.
Pas ditanya alesannya masuk ke jalan:
1. "Mau nyeberang" (tapi kok ga jalan)
2. "Gatau, ikut perintah komandan"
Mahasiswa yang turun cuma 1500 tapi aparat yang diturunin 6000. Ini mahasiswa cuma modal bendera. Aparat modal gas air mata, riot shield, senjata lengkap. Udah kayak mau perang. Pengecut. ACAB!
polisi polisi itu sebenarnya tau gak sih tujuan demo itu apa? kenapa setiap demo rasanya mereka mikir para pendemo itu ngajak mereka tawuran, perang, menganggapnya musuh. yang harusnya dilindungi malah dibunuh.
Draft:
Selama aksi demo hampir tidak ada TV nasional yang meliput.
Tapi menjelang malam, ada massa yang tidak jelas tiba-tiba muncul dan mulai berbuat anarkis, TV mendadak breaking news, disiarkan secara live, dengan narasi seolah-olah inti dari demonstrasi adalah kerusuhan.
Our president, leader of the Republic of Indonesia, watches the poor eat their meal.
He does the watching from a lavish setting, his own plate stacked with expensive food.
Poverty as an evening's entertainment.
Liat orang ciuman : videoin, hakimin, viralin
Liat orang dilecehin : "tunggu dari dua sisi dulu deh, kan kita ga bisa juga ngejudge dari satu sisi doang. siapa tau dia juga yang salah"
Liat orang ciuman : videoin, hakimin, viralin
Liat orang dilecehin : "lagian dia juga sih..."