!2DFess A pleasure to greet my potential seed candidates~ Please feel free to drop your character's IC to start an interaction, or repost this tweet to be sparring partners. Don't worry, I won't bite at all ❤️
From: WUWA Canon RP
@ofdawningsun Jelasnya kemudian. Bertemu dengan iblis licik seperti Alice, ataupun sang penguasa lava Thamuz. Yang manapun itu, mereka semua sama-sama merepotkan bagi Alucard.
"Abyss tempat yang luas. Butuh persiapan yang matang kalau ingin melakukan 'misi rahasia' seperti itu. Paham?"
Kesan pertama adalah penting. Jadi Alucard hanya membuat gestur berupa lambaian tangan, serta tersenyum kecil kepada 'sosok asing' ini.
"Hei.. Kamu kenalannya putri Silvanna, benar?"
@ofdawningsun Makhluk suci kerajaan? Tidak pernah dengar. Si pirang membatin dengan sebuah senyum canggung yang terpoles di bibir, bertepatan pula dengan manik birunya yang mengerjap beberapa kali.
"Wow, tunggu sebentarーmembawa pulang Dyrroth bukanlah sesuatu yang sederhana, Lukas." (▷)
@lethalchant "Mati dalam pelukanmu. Bukankah itu romantis?"
Memberikan senyuman menggoda kepada sang kekasih; hingga dirinya yang mengesampingkan cubitan tersebut, sebelum memijit pelan bahu Granger.
"Makanya itu, istirahat dulu.. Kalau dipaksakan, yang ada malah badanmu makin sakit semua."
"Grangy, tolong aku.."
Memeluk @lethalchant dengan lesu. Tidak ada motivasi untuk hidup; tentu, setelah dia menyelesaikan laporan dari misinya kemarin.
@lethalchant "Aku mau mati saja kalau begitu."
Adalah dusta. Meskipun sekarang dia harusnya senang karena berhasil membuat perhatian yang lain teralihkanーdengan jemari yang kian mengerat, sedikit menuntut.
"Istirahat, Grangy. Aku tahu kamu sudah duduk di sini dari beberapa jam lalu."
@lethalchant "Kepalaku pusing."
Dengan tugas sialan yang baru saja diserahkan kepada putri Silvanna. Si pirang tampak menatap penuh benci ke arah tumpukan berkas di atas meja, sebelum kembali merengek kepada kekasihnya itu lagi. Mencari perhatian.
"Grangy.."
@lethalchant sosok yang lain, sebelum menyembunyikan wajahnya sendiri pada perpotongan leher Granger. Menghirup aroma tubuh kekasihnya itu diam-diam.
"Tentu saja, bermanja-manjaan denganmu. Memangnya Grangy nggak kangen sama aku, apa?"
@lethalchant Cinta pertama dan terakhirnya.
Hingga sebuah cemberut kecil mampir pada bibir si pirang; merasa tersinggung dengan kata-kata barusan, "Enak saja, aku nggak bau ya!"
Balasnya, sambil membuang pandang ke arah lain. Khas ekspresi merajuk yang selalu dia berikan kepada (▷)
@lethalchant dia bahkan belum puas melepas rindu dengan sosok tersayangnya kini.
"Astaga, Grangy. Aku bahkan baru saja menutup pintu di belakang sana semenit yang lalu. Masa sudah disuruh mandi, sih? Tega banget."
@lethalchant Seperti membuat kue dan cokelat di dapur. Hingga membuat si pirang sukses menyerengit bingung; tak paham, tanpa melepaskan pelukannya itu.
Namun hal tersebut tak berlangsung lama. Saat kata-kata yang membuat Alucard (kembali) merengek seperti anak kecil terdengarーmandi, (▷)
bagi si pirang untuk melupakannya.
"Ngomong-ngomong, aku juga punya sesuatu untukmu. Semoga kamu suka, Grangy."
Lalu disodorkannya sebuah bingkisan kecil dan buket bunga kepada @lethalchant; tampak sepucuk surat juga terselip dalam pemberian Alucard kali ini.
@lethalchant "Terimakasih banyak!✨
Kamu bahkan repot-repot menyiapkan ini semua."
Balasnya, dengan ekspresi bahagia yang tak terkira. Sebelum mengecup singkat pipi Granger.
Dia akui kalau dirinya memang cerobohーdalam beberapa hal, namun melupakan hari sepenting ini, rasanya mustahil (▷)