< tempat ketemuan. Biar begitu kan dirinya paling muda di antara mereka, masa menyuruh-nyuruh sih? Nah kalau @LaDynamight kan seumur, dirasanya akan lebih pantas melakukannya.
< tenaga untuk menghadapi kakak kelasnya itu. Sasuga Asanuma-senpai!
"Hmm.." Arum mendengarkan dengan baik beberapa opsi yang disebutkan Katsuki sebelum membuka suara. "Bagaimana kalau Kacchan saja yang menelepon?"
Ia merasa tidak enak kalau harus meminta Grizelle pindah >
@LaDynamight < sarapan-ssu ka?" tanyanya, heran. Namun ia lantas teringat sesuatu—profesi temannya ini.
"Ah! Apa seorang hero selalu merasa lapar-ssu ka? Seperti Flash-san?" Arum kembali melemparkan pertanyaan, menyebut superhero DC yang diingatnya harus selalu makan untuk metabolisme tubuh.
@LaDynamight < sedikit bimbang, apalagi setelah melihat restoran yang ditunjuk. Ia kira Katsuki mau makan setelah menonton, jadi bisa sekalian bersama Grizelle. Ternyata tidak.
Arum kemudian mengangguk, merubah arah jalannya menuju kios yang dimaksud Katsuki. "Eto.. Kacchan belum >
@AbusiveEgotist < tidaknya janji Katsuki itu.
Karena jujur saja untuk membayar bermain bowling dan menonton itu sudah menghabiskan uang jajannya dalam sebulan. Jadi tentu saja ia harus menerima semua kebaikan orang lain, apalagi urusan uang.
@AbusiveEgotist "Aah! Naruhodo.." Arum manggut-manggut, kemudian telinganya menangkap kata yang sangat ia suka. Makanan gratis!
Ia lantas menghentikan langkah, menarik ujung baju Katsuki. "Hontou-ssu ka??" Meski senang karena hendak dibelikan makanan, ia harus memastikan dulu benar atau >
< hanya menyediakan makanan ringan saja-ssu."
Seperti popcorn, kentang goreng, atau hotdog. Mungkin pilihannya tidak sebanyak yang @AbusiveEgotist bayangkan.
< tidak perlu memutar cukup jauh nanti.
Sebenarnya mereka bisa saja naik kereta, tapi di cuaca yang bagus begini lebih enak berjalan kaki, pikir Arum.
"Eh, kita akan makan-ssu ka?" Arum berusaha menjaga langkahnya agar tidak menabrak atau tertabrak orang. "Sepertinya bioskop >
@AbusiveEgotist < dimaksud.
"Yosh, sudah. Eh? Melawan senpai-ssu ka? Kenapa?" Sembari berjalan, ia menatap @AbusiveEgotist dengan kepala dimiringkan. "Setahuku senpai tidak mau melawan wanita-ssu!"
@AbusiveEgotist Arum mengangkat bahu, "Tidak tahu-ssu. Dia hanya bilang nanti datang dalam 20 menit, eto.. Mungkin sedang di Tokyo, Griz-chan wa."
Jemarinya mengetikkan nama tempat berikut tautan maps elektronik, lantas mengirimkannya pada Grizelle sebelum melangkah menuju gedung yang >
< memusat atensi pada Katsuki. "Jadi, kita akan menonton di mana-ssu ka? Eto.. Bioskop di dekat sini. . ."
Arum kembali melihat layar ponsel untuk mencari lokasi bioskop terdekat. "Ketemu! Eto.. Bagaimana kalau ke TOHO Cinemas?" Tanyanya pada @AbusiveEgotist.
< ia tidak mau mengoreksi tuduhan itu, dan hanya meloloskan tawa yang mungkin terdengar dipaksakan; karena memang kenyataannya begitu.
"Sou-ssu ka? Wakatta. Akan kukirimkan pesan kalau sudah menentukan bioskopnya-ssu. Sore ja, sampai nanti!" Arum memutus telepon dan kembali >
@tinkergrizy < jarak tempuh bisa memakan waktu tiga jam menuju Shibuya. Jauh juga!
"Eh? Tapi apa-ssu ka??" Ia jadi agak panik, apalagi mendengar tempat tinggal @tinkergrizy ternyata lumayan jauh.
@tinkergrizy "Dela—EEEHHH??" Ia tidak menyangka, tempat tinggal Grizelle sejauh itu dari mereka. Dipikirnya masih di sekitaran Tokyo juga. Sempat muncul sebersit rasa bersalah, sampai ia mendengar kalimat berikutnya dari gadis itu.
Hyogo, ya? Bukankah itu di Nagano? Kalau tidak salah, >