Menghina kampus kampus top karena mahasiswanya demo adalah bentuk betapa masih banyak masyarakat yang tidak peduli pendidikan, apalagi pendidikan tinggi. Mereka tidak termotivasi dalam kesempatan berkuliah di kampus-kampus top.
Jika itu organik dari masyarakat, jika itu buzzer berarti emang ada yang sedang ketakutan.
Bayangken, ada banyak ortu voter 02 yang kebawa narasi buzzer perihal kampus-kampus top ini karena mahasiswanya turun ke jalan dan melakukan perlawanan pada negara.
Lalu mereka (para ortu) dengan sok bijaknya mengambil kesimpulan bahwa anaknya yang kini duduk di bangku SMA tidak akan pernah mereka support untuk melanjutkan studinya di kampus-kampus ini.
Jika kita betulan diantarkan oleh negara untuk sampai di titik seperti itu, fix, negara telah mendatangkan kiamat lebih awal.
Kiamat itu bernama kebodohan akut.
2010. South Africa. They said theft will be at an all-time high. Unsafe for world cup. Didn't happen.
2014. Brazil. Complained about some of the remote places the venues were. Unsafe for players. Didn't happen.
2018. Russia. "It's not a democracy". There would be marginalization. People would not even be free or allowed entry. Didn't happen.
2022. Qatar. " Slave built stadiums ". A morally bankrupt nation. " It cannot be fun". The tournament is horrible. No alcohols. Religious intolerance. Didn't happen.
2026. US. All the above happening.
We see.
The blockade failed successfully. Now everyone in those towers can see what's going on 🫡 its getting more exposure instead of people just taking the bus n being dropped off directly at Bundaran HI
Stay safe guys 💪
Jadi sebenere boleh kritik government ga ini?
Soale tiap kritik dicounter, seolah2 yg kritik tu “ga nasionalis” bahkan dijawab “nyenyenyenye”
Ditanya “trus solusimu apa!”
Banyak juga yg udah kasi solusi. Ttp aja dibales dengan narasi offensive.
Begini ya Saudara Sebangsa dan Setanah Air.
- Sabang-Merauke,
- Miangas sampai Pulau Rote
PNS itu, jadi bagian dari Pemerintah tidak hanya melakukan Tugas dan Fungsinya, tapi juga Government Spending, Belanja Pemerintah.
Dari jaman dulu, PNS dibuat cukup, banyak Dinas, rapat, uangnya muter.
Kontrak Belanja A-Z, muter industri Swasta, pembangunan dst.
Dan kemudian MBG menyerang...
Gua udah punya jawaban kalo ditanya soal ini.
https://t.co/Kj7BQ2oS4r
Apakah kasihan? Tidak sama sekali. Sekarang kita balik:
- Apakah kalian kasihan dengan ibu2 kantin yang penghasilannya 0 rupiah karena MBG?
- Apakah kalian kasihan dengan orangtua yang menangis karena anaknya keracunan MBG?
- Apakah kalian kasihan dengan jutaan orang yang bayar pajak, namun uang pajak itu dipakai untuk korupsi dalam MBG?
- Apakah kalian kasihan dengan orang yang kena PHK akibat multiplier effect dari MBG ?
Sejawat kalian saja suka pamer gaji di SPPG dan merendahkan orang lain. Ngapain juga kasihan.
Setiap orang punya prosesnya masing-masing, ada yang cepet ada yang perlu bertahun-tahun.
Ketika Januari saya memutuskan aktif lagi di cenblu, saya berjanji sama diri saya.. Saya akan meningkatkan effort saya disini sebanyak 10x lipat dari tahun-tahun sebelumnya dan saya yakin hal itu akan membuahkan hasil.
6 bulan setelahnya effort yang saya lakukan mulai terbayarkan.. tantangannya adalah gimana saya tetap menjaga konsistensi itu.. wkwkww beraat banget!
Tapi yaaaa mana ada dapet uang itu gampang kecuali kalo kamu keturunan konglomerat dubai 💰
Yuk sama-sama berproses dan jangan lupa saling bantu yaa 😊
Even Hitler's Germany did not prevent athletes and officials from entering the country to take part in the 1936 Olympics.
This is pristine racism and @FIFAcom stands disgraced for allowing Trump to disfigure the beautiful game in this way.
*Russia banned from football for attacking Ukraine*
*USA, host of the World Cup, bombs Iran for over a month, kills its Supreme Leader and refuses to let the Iranian team stay even one night in the country*
FIFA President:
Sedikit advice untuk tim kabinet dan pejabat:
Tolong jika lain kali ketika ada video kritik yg viral, jangan buru2 direspons.
Bedah per menit, respons dengan data.
Hindari bahasan personal.
Menggeser kritikan ke arah personal, itu menghilangkan inti dari video balasan.
Kalian yg minta kalo kritik itu harus baik, beretika dan memberikan solusi. Apa yang disampaikan Pak Dino itu sudah sangat baik, halus, sopan, beretika, dan terstruktur serta memberikan saran dan solusi sesuai yg kalian mau. Sekarang masih tetep dianggap ga beretika. Intinya memang kalian itu enggan menerima kritik.
Saya udh ga tau harus komen apa lagi sama pejabat2 di negara ini. Dikritik keras salah, dikritik baik salah. Maunya semua orang dukung.
Correct me if Im wrong ya.
Ini hasil ngobrol sama admin pajak ku, mengenai pajak 22% untuk PT.
Disclaimer on!
Mari kita asumsikan setiap perusahaan memiliki persentase laba bersih sebesar 10% dari omset.
1. PT Abu (Omset Rp3 Miliar)
Karena omset PT Abu di bawah Rp4,8 Miliar, perusahaan memiliki dua pilihan mekanisme perhitungan pajak:
A: Menggunakan PPh Final UMKM 0,5% (PP 55/2022)
Jika PT Abu masih dalam jangka waktu yang diperbolehkan menggunakan PPh Final (maksimal 3 tahun sejak berdirinya PT):
Mekanisme: Langsung dikalikan dari omset bulanan.
Hitungan: Rp3 Miliar × 0,5% = Rp15 jt
B: Menggunakan Tarif Umum 22% + Fasilitas Pasal 31E
Jika masa berlaku PPh Final sudah habis, PT Abu wajib menggunakan pembukuan. Karena omsetnya di bawah Rp4,8 Miliar, maka seluruh laba bersih mendapatkan diskon tarif 50% (jadi hanya bayar 11%).
Laba Bersih (10%): Rp300 jt
Hitungan Pajak:
Rp300 jt× 11% = Rp33.000.000.
Ribet!
2. PT Nia (Omset Rp10 Miliar)
Omset PT Nia berada di antara Rp4,8 M sampai Rp50 M. Maka, perhitungannya wajib menggunakan Fasilitas Pasal 31E (Diskon Proporsional).
Artinya, bagian laba bersih yang setara dengan omset Rp4,8 M mendapat diskon tarif (bayar 11%), sedangkan sisa laba bersihnya dikenakan tarif penuh 22%.
Asumsi Laba Bersih (10%): Rp1 M
Langkah 1: Hitung bagian Laba yang Dapat Fasilitas Diskon dengan rumus
(Rp4,8 M ÷ Omset ) × Laba
(4,8 M ÷ 10 M )x 1 M = Rp 480 jt
Pajaknya: Rp480 jt× 11% = Rp 52.800.000
Langkah 2: Hitung sisa Laba yang Tidak
Rp1 Miliar (Laba) - Rp480 jt (langkah 1) = Rp520 jt
Pajaknya: Rp520 jt × 22% = Rp114.400.000
Total Pajak PT Nia:
Rp52.800.000 + Rp114.400.000 = Rp167.200.000.
Ribet!
3. PT Eri (Omset Rp51 Miliar)
Karena omset PT Eri sudah melewati Rp50 Miliar, PT Eri tidak berhak mendapatkan fasilitas pengurangan tarif apa pun. Seluruh laba bersih langsung dikenakan tarif penuh 22%.
Asumsi Laba Bersih (10%) = Rp5,1 Miliar
Langsung dikalikan tarif 22%.
Hitungan Pajak: Rp5.1M× 22% = Rp1,122 Miliar.
Initinya! Pajak naik😬
Sekali lagi yg patuh pajak diperes. 😁
Sementara pengusaha yg nggak pakai PT, yg jualannya di trotoar. Lolos pajak 🤣