La Storia del Milan è in lacrime per la scomparsa di Franco Baresi. Il suo esempio e la sua profondità saranno, per sempre come la sua maglia numero 6, parte integrante e fondamentale del DNA e del cammino di tutto il Club. Le condoglianze che AC Milan porge alla famiglia tutta di Franco Baresi sono le stesse che ogni tifoso rossonero fa a sé stesso in un'ora così dura.
The entire history of AC Milan is in tears following the passing of Franco Baresi. His example and integrity will be forever etched into the Club's DNA, just as his iconic number 6 shirt is. The condolences AC Milan extends to Franco Baresi's family at such a difficult time are shared by every Rossonero, who feels this loss as their own.
fyi, korsel memiliki target net zero 2050 dan menjalankan kebijakan Green New Deal.
tapi sejumlah laporan independen menunjukkan adanya keterlibatan perusahaan dan lembaga keuangan Korea dalam proyek ekstraktif di Indonesia yg berdampak pada hutan, iklim, dan masyarakat lokal.
CONCEICAO ERA, SENANGNYA BERMAIN DENGAN YANG BERKUALITAS
INTER 2-3 MILAN
Kegaduhan soal ganti pelatih bukan cuma kejadian di sebuah negara aja, tapi juga di sebuah klub yang ada Swedia-nya. Ini admin bikin cerpen bukan karena salah satu tim menang lho, tapi emang match-nya seru banget.
Cuma bedanya ada di summary ini:
1. Pergantian pelatih dari Paulo Fonseca ke Sergio Conceicao berwujud trofi Super Coppa Italia.
2. Simone Inzaghi sebenernya udah spot beberapa weak spot di pertahanan Milan. Taremi gak maen sejajar sama Lautaro, tapi gantian jemput bola dan cari space di antara Tomori-Thiaw. Cek gol2 keren Inter di match ini yang emang lahir dari kejelian dan pengalaman.
3. Leao masuk, dan rupanya dialah jagoannya kali ini.
4. Akhirnya kita liat lagi template inter-change Leao-Theo bikin perkara buat lawannya. Jangan ketipu sama Pulisic yang 70 menit looked quiet, tapi tiba2 menyeruak nyongsong bola di antara bek2 Inter, lalu dengan gerakan badan yang bener2 atletis berhasil nendang bola ke arah berlawanan lalu nyamain kedudukan.
5. Saat hasil sedang imbang dan match udah mau kelar, sebenernya siapa aja bisa curi gol. Tapi Leao curi lagi hati pendukung Milan yang tlah terbiasa tanpa kejutan menyenangkan.
6. Leao seakan tau masuk dari flank, ke halfspace, lalu ke sisi tiang dekat flank berlawanan untuk terima bola dari Pulisic yang paham kode2annya, abis itu kirim bola ke Tammy yang gak lagi kagok dengan kakinya sendiri.
Ya udahlah nikmatin aja cerpen khas admin—yang kadang narasinya dipake juga ga tau deh sama siapa yang ngerasa—daripada misuh2 terus dengan pergantian pelatih di universe lain.
KING MADRID 1-3 KING MILAN
Like a poet need the pain, Paulo Fonseca agaknya menghayati perasaan Jon Bon Jovi saat bikin lagu In These Arms. Segala bentuk kesulitan dan bad result yang didapat Milan di dua laga pertama UCL, belom lagi kalah 3x di Serie A, ini jadi pemantik Fonseca untuk nganter Milan ke hasil fenomenal di Bernabeu. Skornya 1-3 bray, bukan maen2 ini.
Madrid emang belom lama ini kalah telak di kandang sendiri pada laga agung El Classico. Biar gimanapun, Madrid tetaplah Madrid yang diisi bintang segala bintang. Ada Vini Jr yang seakan gak rela gagal dapetin Ballon D’Or, ada Bellingham, ada Mbappe, belom lagi semua bek dan gelandang kompeten yang selalu ngasih performa kelas atas dan udah terbiasa menang di bawah asuhan Ancelotti yang tentunya kaya taktik.
Semua nama itu berhadapan dengan Emerson Royal, Loftus-Cheek, Tammy Abraham, Calabria. Siapa yang berani jagoin Milan? Rasanya gak ada. Tapi namanya sepakbola yang gak ada formula patennya, hasil pertandingan emang susah ditebak.
Milan bener2 manfaatin segala kelebihan yang mereka punya, dan performa seluruh starter emang prima, ibarat seorang mahasiswa yang udah belajar mati2an dan siap ngadepin dosen penguji.
Tendangan pojok Pulisic jadi awal terjadinya gol pertama oleh pemain yang jarang ngegolin, Malick Thiaw. Emang sih abis itu Vini Jr sempet nyamain skor lewat penalti, tapi abis itu Leao did his magic.
Pemain yang juga sedang banyak dikritik dan tiga kali beruntun dicadangkan Fonseca ini berperan besar dalam gol kedua Milan yang dicetak Morata. Tendangan keras Leao diblok oleh Lunin, tapi abis itu gak ada bek Madrid yang ngawasin pergerakan tanpa bola Morata. Mantan striker Madrid ini ngedorong bola ke gawang Lunin tanpa keserimpet dan cedera bahu.
Leao harusnya bisa bikin skor 1-3 di awal babak kedua seandainya Lunin gak nepis sundulan keras hasil crossing Emerson. Emang pada kagak rela aja Emerson bikin assist ala2 Cafu.
Tapi pada menit 73 saat Madrid juga berusaha nyamain skor, mereka dikejutkan lagi sama aksi Leao yang emang megang banget sisi kirinya. Kali ini kerjasamanya dengan Reijnders berhasil lolosin gelandang keturunan Indonesia ini di kotak penalti tanpa penjagaan. Gol ketiga yang seakan bikin senyap Bernabeu.
Madrid emang bikin banyak peluang abis itu sih. Banyak tendangan Vini Jr, Mbappe, Brahim, Rodrygo, Militao sampai ada gol Rudiger yang dianulir terus memberi asa ke Madrid, tim yang juga dikenal sering bikin comeback di luar nalar. Tapi jangan kecilkan juga performa Maignan yang bikin banyak penyelamatan hingga mencegah comeback dan skor tetap 1-3.. eh malah harusnya bisa aja 1-4 andai Loftus-Cheek—yang juga presensinya terasa di kotak penalti—bisa manfaatin crossing mendatar Theo.
Ilmu ajaib Fonseca kembali padamkan kursi panas sementara waktu ini, tapi ketika balik ke habitat Serie A, ya gitu deh.
🏆🏆🏆🏆🏆 Champions League
🏆🏆🏆🏆🏆🏆 Supercoppa Italiana
🏆 Coppa Italia
🏆 Fifa Club World Cup
🏆🏆 Intercontinental Cup
🏆🏆🏆��🏆 UEFA Super Cup
🏆🏆🏆🏆🏆🏆🏆🏆 Serie A
Grazie Silvio!
🚨 BREAKING: Mantan Perdana Menteri Italia dan mantan Presiden AC Milan, Silvio Berlusconi dikabarkan meninggal dunia diusia ke-86 tahun. 🥀🔴⚫️
Rest in peace 🙏🏻