Please ya, aku ini bukan orang "senang" karena selalu tertawa, bukan juga orang kaya karena sering ke sana ke mari, bukan juga orang dgn jabatan karena menjaga etika.
Aku sebisa mungkin menertawakan keadaan hidup yg menyedihkan ini.
Aku ke sana ke mari karena hanya cuma itu yang aku bisa.
Aku menjaga etika karena memang sebagai manusia sosial.
Andrie pernah berkata, bila hari ini terjadi pelanggaran HAM oleh negara, dan anak mudanya diam, maka kekerasan negara bakal terus langgeng.
“Jika didiamkan, kita sebagai anak muda tidak ada jaminan yang pasti, jaminan yang seharusnya dipenuhi negara bahwa tidak akan terjadi pelanggaran HAM.”
Semoga keberanian Andrie menular, sebagaimana keberanian itu dulu diwariskan Munir kepadanya.
https://t.co/i66m4wBuFF
Bank sangat bergantung pada kriptografi asimetris (RSA/ECC), persis seperti Bitcoin. Saat mengakses mobile banking atau ATM melakukan sinkronisasi, proses handshake awal untuk bertukar kunci simetris wajib menggunakan kriptografi asimetris.
"Bank dan internet lebih terancam komputer quantum daripada Bitcoin"
Ini respons yang paling umum di kolom komentar dan beranda Twitter ya, rame diperbincangkan, jadi kita coba singgung perlahan.
Kalau kalian simpan uang di bank, nomor rekening kalian memang terlihat, tapi kunci aksesnya tidak pernah keluar dari sistem bank itu sendiri. Setiap kali login, kunci itu dibuat ulang saat itu juga dan langsung dibuang. Cuma satu dan terus berganti (symmetric).
Bitcoin berbeda. Ada kunci private dan public (asymmetric). Setiap kali mengirim koin BTC, kunci publik kalian tercatat permanen di blockchain yang bisa dilihat siapa aja, kapan aja, selamanya. Komputer quantum bisa unduh semua data itu dan santai memecahkan kunci private tanpa tekanan waktu.
Selain itu, sebagian besar data di sistem perbankan dilindungi jenis enkripsi yang berbeda (AES-256) yang lebih fleksibel melawan serangan quantum. Dan dunia internet sebenarnya udah gercep ke arah yang benar. Lebih dari 50% traffic web manusia via Cloudflare sudah dilindungi enkripsi post-quantum. Chrome, Firefox, dan Edge semuanya sudah mengaktifkan perlindungan ini secara bawaan.
💡 Artinya: bank dan internet sudah jauh lebih siap dalam menghadapi risiko komputer quantum.
Dan perbedaan yang paling penting antara sistem tradisional vs Bitcoin adalah sentralisasinya.
❎ Kalau penyerang berhasil dapat kunci private kripto, tidak ada yang bisa menghentikan mereka.
❎ Tidak bisa "batalkan transaksi".
❎ Tidak ada tim fraud/penipuan yang menelepon.
❎ Tidak ada sistem yang curiga karena tiba-tiba transfer besar dari negara asing.
Di bank tradisional, kalian bisa coba transfer jumlah sangat besar dan ada berbagai lapisan verifikasi yang bisa menghentikan transaksinya. Di kripto, satu kunci sudah cukup untuk segalanya.
Terakhir, soal kecepatan respons: ketika bank atau perusahaan teknologi menemukan celah keamanan, tim centralised mereka bisa langsung rilis upgrade dan semua user otomatis terlindungi tanpa ngapa-ngapain.
Di Bitcoin yang desentral, tidak ada yang punya wewenang untuk itu. Setiap perubahan butuh persetujuan dari berbagai pihak yang tersebar di seluruh dunia. Dan bahkan setelah disetujui, user harus migrasi sendiri secara aktif.
Sumber: @projecteleven, @Cloudflare, @Apple, @swiftcommunity, dan @GoogleResearch.
Riset dari Craig Gidney (Google) & Martin Ekerå (KTH Royal Institute of Technology) dalam paper mereka "How to factor 2048 bit RSA integers in 8 hours using 20 million noisy qubits"
Ada 2 riset besar yang mengkhawatirkan tentang komputer quantum dan Bitcoin 😱
CT dan beranda tech rame ngomongin Google yang resmi geser deadline migrasi kriptografi mereka ke 2029 (sebelumnya 2030–2035). Google adalah perusahaan besar pertama yang angkat tangan dan bilang itu terlalu lambat. Dan ada alasannya.
1⃣ Paper riset pertama yang bikin heboh ditulis bareng tim quantum Google, Ethereum Foundation, dan Dan Boneh (profesor Stanford yang dipanggil "Bapak Kriptografi Modern"). Mereka membangun sirkuit quantum yang bisa membongkar kunci private Bitcoin dalam waktu ~9 menit!
9 menit itu penting banget, karena rata-rata transaksi Bitcoin butuh ~10 menit untuk dikonfirmasi ke blok. Artinya ada celah waktu di mana orang bisa lihat transaksi kalian di mempool, ambil kunci private kalian, dan kirim ulang transaksi itu ke dompet mereka sendiri sebelum konfirmasi blockchain ⌛️
❎ Sebelum paper Google, estimasi terbaik butuh ~10.000 logical qubit.
✅ Google menemukan ternyata bisa dilakukan dengan 1.200–1.400 logical qubit, jumlah 10 kali lipat lebih kecil.
Dan mereka tidak publish sirkuit atau caranya, cuma membuktikan dengan ZK Proof kalau itu bisa dilakukan. Artinya era "quantum secrecy" (rahasia biar tidak dicuri musuh) sudah dimulai! 🥷
2⃣ Paper riset kedua datang dari Dolev Bluvstein, pendiri Oratomic, startup quantum yang pakai neutral atom qubit, bukan superconducting.
✅ Temuannya: untuk bobol Bitcoin hanya butuh ~10.000 physical qubit.
❎ Estimasi terbaik sebelumnya: 100.000 ke atas.
Dan ini bukan teori. Caltech sudah membangun neutral atom array dengan 6.100 qubit di lab. Sudah ada. Tinggal meningkatkan skala dikit lagi ke 10.000.
Oratomic serius bilang, "dalam 12–24 bulan, bisa jadi mereka sudah ambil koin dari alamat Satoshi" 💰
🧑💻 Google pake superconducting → 1.200 logical qubit → 9 menit untuk ambil kunci private Bitcoin.
🧑💻 Oratomic pake neutral atom → 10.000 physical qubit.
🧑💻 Caltech sudah di 6.100 qubit di lab.
Timeline quantum bergeser lebih cepat dari yang siapa pun prediksi!
✅ Ethereum Foundation sudah punya roadmap quantum resistance, target 2029, prioritas strategis utama.
❎ Bitcoin masih di tahap debat. BIP-360 sudah merge ke repository, tapi belum ada langkah aktif yang jelas.
Ini bukan soal "Bitcoin bakal mati dari quantum", teknisnya bisa upgrade. Tapi pertanyaannya: apakah Bitcoin bisa gerak cukup cepat tanpa satu pun otoritas sentral yang bisa atur deadline?
Google bisa bilang "selesai sebelum 2029" karena mereka kontrol infrastruktur mereka sendiri. Gimana dengan Bitcoin 👀
Mengklaim 10.000 physical qubit cukup untuk membobol Bitcoin bertentangan dgn konsensus saat ini yg memperkirakan butuh jutaan physical qubit untuk mencapai stabilitas yg diperlukan.
Pada batu dan onggokan tanah itu aku terdiam merenung yang kelak menjadi tempatku. Bertanya pada hatiku, seberapa cukup? Seberapa mampu? Dan seberapa banyak lagi hal-hal yang harus terlewati oleh hal fana? Semoga, tidak ada rasa yang harus disesali kelak.