Baru kali ini, loh, kami melihat ada orang yang mencaci-maki akademisi dan cendikiawan. Apalagi kalo 'orang itu' adalah seorang Presiden.
Ini maksudnya siapapun itu yang memiliki intelektualitas lebih, dilarang untuk melempar kritik, yaa?
Khawatir bahwa mereka akan menularkan keintelektualitasannya pada mereka-mereka yang 'masih bodoh' dan 'belum sadar'?
Kayaknya baru kali ini ada presiden yg ngusir rakyatnya sendiri. Padahal mereka yg pengen kabur bukan bener2 mau kabur, tapi karena saking merasa gapunya masa depan di negara sendiri.
Nggak semua hal layak dikejar sampai kita kehilangan diri sendiri.
Kadang, berhenti adalah keputusan paling waras. Bukan karena menyerah, bukan juga karena kalah, tapi karena kita mulai paham bahwa harga diri nggak boleh ditukar dengan sesuatu yang terus melukai.
Ada hubungan, keadaan, atau harapan yang justru membuat kita meragukan siapa diri kita sebenarnya. Dan saat kita memilih pergi dari hal-hal seperti itu, itu bukan tanda kelemahan.
Guys, Mahfud MD baru keluarkan kritik yang menurut gue salah satu yang paling tajam dan paling berbobot sejak pemerintahan Prabowo berjalan.
Bukan karena Mahfud asal ngomong.
Tapi karena dia menggunakan buku Prabowo sendiri sebagai standar penilaiannya.
Senjata yang dipakai Mahfud: buku Paradoks Indonesia:
Sebelum menjabat Prabowo menulis buku Paradoks Indonesia yang bahkan dibagikan ke setiap anggota kabinet.
Di dalamnya Prabowo menekankan tiga hal: strategi yang benar, manajemen pemerintahan yang baik, dan pemerintahan yang bersih.
Mahfud menggunakan standar yang Prabowo buat sendiri itu untuk menilai implementasinya sekarang.
"Itu standar yang beliau buat sendiri. Namun sekarang, demokrasi kita melemah. DPR hampir tidak pernah lagi mempersoalkan kebijakan Presiden secara kritis."
Tiga poin kritik utama Mahfud:
Satu melemahnya checks and balances.
DPR yang seharusnya jadi penyeimbang kekuasaan hampir tidak pernah mengkritisi kebijakan presiden secara substantif. Koalisi yang terlalu besar membuat fungsi pengawasan parlemen praktis tidak berjalan.
Dua autocratic legalism.
Mahfud menyoroti fenomena di mana hukum dibentuk hanya untuk melegitimasi kehendak penguasa tanpa partisipasi publik yang bermakna. Hukum dipakai sebagai alat bukan sebagai pagar.
Tiga penegakan hukum yang tebang pilih.
Ini bukan tuduhan baru tapi Mahfud menegaskannya dengan konteks yang lebih besar soal arah demokrasi Indonesia.
Soal desakan mundur yang mulai bermunculan:
Mahfud juga merespons soal sejumlah tokoh yang menyuarakan desakan agar Prabowo mundur.
Posisinya jelas: itu bukan makar. Itu bagian dari mekanisme demokrasi yang sehat.
"Kritik yang muncul bukanlah upaya menggulingkan pemerintah. Ini adalah bagian dari demokrasi."
Dan ini penting karena ada kecenderungan untuk melabeli kritik keras sebagai destabilisasi atau makar. Mahfud secara eksplisit membantah framing itu.
Yang membuat kritik Mahfud berbeda:
Mahfud bukan oposisi ideologis yang dari awal menentang Prabowo. Dia mantan Menko Polhukam yang punya akses langsung ke dalam sistem.
Dan dia tidak menyerang dari luar dia menggunakan dokumen yang Prabowo buat sendiri, yang bahkan disebarkan ke seluruh kabinet, sebagai tolok ukurnya.
Ini bukan serangan personal. Ini audit berbasis janji tertulis.
"Objektivitas seorang pemimpin bisa dinilai dengan membandingkan janji tulis dan implementasi di lapangan."
Indonesia Diobral‼️
Ketika Eropa, negara-negara Teluk, Amerika-Selatan hingga Afrika menjauh, Indonesia malah mendekat ke AS.
Akan ada kesepakatan pada 15 April 2026, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin ketemu dengan Pete Hegseth di Washington.
Jika disepakati, ini bukan cuma kerja sama militer biasa, tapi pemberian "blank cheque" ke AS untuk menggunakan wilayah udara Indonesia.
Usulan AS adalah:
1. "Blanket Overflight Clearance":
Indonesia memberikan izin terbang massal untuk semua pesawat militer AS. Artinya, pesawat AS tidak perlu mengajukan izin satu per satu setiap mau melintas.
2. Notifikasi, Bukan Permohonan:
Sistemnya adalah "notification-based". AS cukup memberi tahu, bukan minta izin, bahwa pesawat mereka mau lewat. Begitu terus sampe ada pemberitahuan pembatalan dari AS. Ini artinya menghilangkan kendali Indonesia atas lalu lintas udara militernya sendiri.
3. Ruang Lingkup Luas:
Izin ini diberikan untuk "contingency operations, crisis response missions, and mutually agreed exercise-related activities." Frasa "contingency operations" dan "crisis response" ini sangat lentur dan bisa dimaknai macam-macam, termasuk operasi militer besar.
4. Jalur Panas (Hotline):
Disebutkan juga pembentukan hotline langsung antara US Pacific Air Forces (PACAF) dan pusat operasi udara Indonesia. Ini adalah standar untuk sekutu dekat, tetapi di konteks ini, lebih berfungsi untuk mengoordinasikan aliran lalu lintas pesawat AS yang padat.
Sumber: The Sunday Guardian Live (12 April 2026)
Kita sudah lihat bagaimana AS menempatkan negara-negara sekutunya di Teluk berasa dalam bahaya. Mereka tak diberitahu, lalu harus menerima konsekuensi tindakan AS-Israel ke Iran.
‼️‼️‼️‼️
News:🚨Prabowo diam-diam buka pintu langit Indonesia lebar-lebar buat militer AS! Blanket overflight rahasia disetujui, besok ditandatangani
kedaulatan udara RI tinggal kenangan!
Pak. Kapan mungut pajak tambahan ke pejabat dan pengusaha tambang?... kenapa harus ke RAKYAT MULU YG JUALAN UNTUNG JUGA GA SEBERAPA !!! NEGARA ZALIM!!! PEJABAT ZALIM!!! PEMIMPIN ZALIM!!
Tau ga ironinya apa?
Sebagian ada yg milih dia krn gamau milih capres yg menurut mereka 'omon2' & 'ga bisa kerja'
Gamau milih capres yg 'pinter ngomong krn biasanya ga jago kerja'
Guess what? What a blessing kita skrg dapet yg both ga pinter ngomong, omon-omon, dan gabisa...
Kamu suka makan nanas…
tapi kamu gak sadar satu hal:
dia satu-satunya buah yang bisa “melukai” kamu,
tapi kamu tetap menikmati.
Nanas mengandung enzim bernama bromelain.
Tugasnya?
Memecah protein.
Dan masalahnya…
mulutmu juga terbuat dari protein.
Makanya setelah makan nanas:
• lidah terasa perih
• bibir agak “panas”
• kadang muncul rasa gatal
Itu bukan alergi.
Itu karena nanas sedang “mengurai” lapisan kecil di mulutmu.
Secara perlahan.
Tapi justru di situ letak manfaatnya.
Bromelain bukan cuma bekerja di mulut,
tapi lanjut di dalam tubuh:
• membantu pencernaan protein
• mengurangi peradangan
• mempercepat pemulihan otot
Fakta yang jarang orang tahu:
nanas muda = lebih “menyakitkan”
nanas matang = lebih bersahabat
Karena enzimnya lebih aktif saat masih muda.
Kadang...
yang terasa gak nyaman di awal,
justru yang paling membantu tubuhmu.
yang terasa perih…
justru yang paling bermanfaat.
Kamu ngerasa gitu gak?