eBook Open Source INTelligence (OSINT)
https://t.co/Dnr5gmb6hc
Disertai dengan source code python
https://t.co/rkvvCSvE3i
https://t.co/YhPH1sFAjC
Ditulis untuk para profesional dalam melakukan aktifitas intel di Internet :) ...
Choky Sitohang memberikan 3 tips cara public speaking kepada Arif Brata:
Choky Sitohang: Salah satu tips nya ketika membagi konsentrasi ketika earpiece bicara, atau ada komando dari master control atau ruang kendali sambil kita ngomong juga.
Yang pertama jangan bicara terlalu cepat, bicaranya itu dikasih tempo memang kaya semi mengeja contohnya begini,
“Pemirsa saat ini saya sedang bersama dengan” Kaya mengeja padahal disisi lain kita sedang berbagi fokus pikiran dengan ditelinga mengolah info di mulut menyampaikan info.
Tipsnya satu jangan berbicara terlalu cepat, yang kedua gunakan jeda bermakna, jeda bermakna itu ngoong kan perlu ada jedanya….. tuh kan barusan saya jeda kan.
arif Brata: Betul betul.
Choky Sitohang: Waktu jeda ini kan audiens saya sedang berfikir dan mencerna kata-kata saya sebelumnya seperti yang sedang saya lakukan sekarang, dan orang menjadi relaksasi lagi. Dari pada setiap kali ngomong kita tidak pernah putus kita terus terusan tidak ada jeda, orang itu perlu di jeda.
Dan yang ketiga adalah atur ekspresi, karena ada kamera kan.Ekspresi yang paling aman adalah senyum tanpa kelihatan gigi.
Lo lagi Interview di suatu perusahaan
Pas HRD tanya: "Ceritakan tentang diri kamu."
Kebanyakan orang langsung jawab: "Nama saya [nama], saya lulus dari…"
Langsung ilang minatnya HRD pas denger kata "lulus."
Mending coba yang ini aja:
Temen gue minjem duit Rp 500 juta. Jaminannya sertifikat rumah asli senilai Rp 700 juta. Janji 10 bulan balik.
Gue: "Aman lah ya, sertifikat asli di tangan gue." Pas jatuh tempo lewat 2 bulan, bisnisnya bangkrut, duitnya amsyong.
Gue: "Gue sita ya rumah lo." Dia ngakak: "Sita aja bro kalau bisa. Megang sertifikat asli gak bikin lo bisa milikin rumah gue."
Gue langsung lemes.
KESALAHAN 90% ORANG: NYAMAIN "PEGANG SERTIFIKAT ASLI" = OTOMATIS AMAN
Banyak orang mikir, kalau sertifikat rumah debitur udah di tangan, kita udah jadi "raja" yang bisa usir dia kapan aja kalau macet. Ini blunder fatal.
Di mata hukum, pegang sertifikat doang tanpa eksekusi yang sah itu cuma modal megang kertas mahal. Surat lamaran sita lo bakal masuk tong sampah pengadilan.
RAHASIA 1: PEGANG SERTIFIKAT TANPA APHT = AMPAS
Temen gue pinter memanfaatkan celah hukum, sedangkan gue cuma modal percaya.
Harusnya pas pinjemin duit Rp500 juta, gue gak cuma ambil sertifikatnya. Tapi wajib bawa dia ke Notaris/PPAT buat bikin APHT (Akta Pemberian Hak Tanggungan).
APHT itu lalu didaftarin ke BPN sampai terbit Sertifikat Hak Tanggungan. Di situ baru ada titel eksekutorial "Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa".
FUNGSI HAK TANGGUNGAN: JALUR CEPAT SITA JAMINAN
Kalau ada APHT dan Sertifikat Hak Tanggungan, posisi gue aman sebagai Kreditur Preferen (diutamakan).
Begitu dia nunggak bayar (wanprestasi), gue punya hak:
1.Langsung jual objek jaminan lewat lelang KPKNL.
2.Gak perlu izin dia lagi, gak perlu nunggu sidang perdata yang tahunan.
Tanpa APHT? Sertifikat aslinya cuma jadi pajangan lemari. Lo gak bisa apa-apain.
RAHASIA 2: JEBAKAN BATMAN TANPA PERJANJIAN TERTULIS
Udah jatuh tertimpa tangga. Pas gue ancam mau gugat perdata ke pengadilan, dia malah nantang.
Temen: "Gugat aja, Bro. Emang lo punya bukti apa kalau gue ngutang?" Gue: "Kan gue ada bukti transfer Rp500 juta!"
Temen: "Gue tinggal bilang di sidang kalau duit itu modal investasi bisnis bareng. Lo investornya, bukan utang. Kalau bisnis rugi, ya tanggung bareng. Lo punya bukti chat atau kontrak utang?" Gue: Zonk.
KASUS UTANG TANPA KONTRAK = BUNUH DIRI FINANSIAL
Bukti transfer doang GAK CUKUP buat buktiin itu transaksi utang-piutang. Di pengadilan, argumen "modal usaha" atau "pemberian" sering dipakai debitur nakal buat ngeles.
Apalagi kalau gak ada surat perjanjian utang (SPH) di bawah tangan maupun notariil.
Niatnya mau baik bantuin temen, malah habis duit puluhan juta buat bayar pengacara dan waktu habis di sidang yang gak jelas ujungnya.
RAHASIA 3: ATURAN MAIN UTANG PIUTANG AMAN
Biar lo gak zonk kayak gue, ini pola aman kalau mau pinjemin duit jumlah besar pakai jaminan properti:
1.Wajib bikin Perjanjian Pokok (Perjanjian Utang Piutang).
2.Wajib bikin Perjanjian Aksesoir (Pengikatan Jaminan lewat APHT).
3.Urus semua di depan Notaris/PPAT yang sah.
Jangan pernah transaksi di bawah tangan cuma modal "enggak enakan" sama temen.
SIKAP DI INTERVIEW: CARA JAWAB SOAL RISK MANAGEMENT
Kasus ginian sering keluar di interview user bank/BUMN bagian legal atau risk analis.
User: "Bagaimana mitigasi risiko kredit macet dengan jaminan properti?" Jawaban gagal: "Saya pegang sertifikat aslinya, Pak, biar aman."
Jawaban cerdas: "Melakukan pengikatan Hak Tanggungan (APHT) hingga terbit Sertifikat HT dari BPN untuk mendapatkan hak eksekutorial langsung tanpa jalur gugatan perdata biasa."
KENAPA JASA NOTARIS MAHAL? KARENA MEREKA JUAL AMAN
Banyak orang pelit bayar biaya Notaris/PPAT pas utang piutang karena merasa kemahalan.
"Ah, masa bikin akta sama daftarin jaminan habis jutaan rupiah?" Akhirnya milih jalur bawah tangan. Begitu macet, rugi Rp500 juta.
Biaya notaris itu adalah premi asuransi hukum lo. Bayar mahal di awal, aman di akhir. Jangan pelit buat legalitas bisnis.
SKILL LEGAL YANG WAJIB DIKUASAI DI DUNIA KERJA:
Kalau lo mau masuk perbankan, BUMN, atau korporat, kuasai ini:
1.Hukum Jaminan: Paham beda Hak Tanggungan (properti) vs Fidusial (kendaraan/benda bergerak).
2.Drafting Kontrak: Bisa bikin klausul wanprestasi yang mengunci ruang gerak debitur nakal.
3.Litigasi Dasar: Paham alur gugatan sederhana (Small Claim Court) buat utang di bawah Rp500 juta.
Punya skill ini, lo bakal dicari banyak perusahaan.
KALIMAT SI TEMEN NAKAL YANG BIKIN GUE SADAR:
"Hukum itu gak melindungi orang yang naif. Hukum itu melindungi orang yang tertib administrasi."
Artinya: Di hadapan hukum, niat baik lo itu gak bernilai kalau gak ditulis di atas kertas bermeterai dan didaftarkan ke negara.
Stop pinjemin duit modal percaya. Mulai tanya: "Gimana legalitas pengikatan jaminannya?"
cc : ngoprekbareng2
Lu sekarang boleh punya kerjaan, tapi tetap harus rajin interview di tempat lain. Minimal sekali dalam 6 bulan. Asli, berguna banget buat karier lu.
Gue pernah 3 kali interview selama 3 tahun kerja di kantor lama. Salah satunya bikin gaji gue di Jakarta naik dari Rp5 juta ke Rp7 juta per bulan.
Interview kerja di tempat lain bisa mengukur value lu. Jangan-jangan lu underpaid di tempat sekarang. Dan ternyata ada perusahaan di luar sana yang berani bayar lu lebih tinggi.
Hal tersebut gue alami langsung, di mana gaji stuck Rp5 juta dalam 2 tahun. Kebetulan ada tawaran masuk di 2024 lewat LinkedIn untuk posisi Senior Reporter.
Karena gue orangnya suka ngobrol, setiap tawaran pekerjaan pasti direspons. Dan gue selalu izin ke atasan langsung kalau mau interview di tempat lain, tanpa kasih tahu nama perusahaannya.
Gue gak pernah expect juga bakal diterima di tempat lain. Fokus gue cuma mengikuti seluruh tahap interview dengan baik. Waktu itu bahkan sampai 5 step, termasuk ngobrol sama pemimpin redaksi.
Interview di tempat lain bikin gue lebih pintar. Di momen apa coba gue bisa ketemu pimpinan perusahaan lain kalau bukan pas interview? Gue juga jadi tahu pov mereka tentang kondisi industri sekarang.
Bagi gue, interview sekaligus sarana berjejaring. Hitung-hitung nambah relasi. Lu mungkin gak berjodoh sekarang, tapi bisa saja suatu saat dikontak lagi untuk ngisi posisi lain.
Ada gak dari kalian yang punya pengalaman kek gue? Dan seberapa sering lu interview di tempat lain saat masih kerja? Boleh juga kalau bos perusahaan atau HR mau ikut komentar.
Si estás empezando con Claude, hay 11 conceptos que tienes que entender:
1) CLAUDE.md
2) Permissions
3) Plan Mode
4) Checkpoints
5) Skills
6) Hooks
7) MCP
8) Plugins
9) Context
10) Slash Commands
11) Subagents
En el video lo explican todo 👇🏻
ini 2 tips penting dari aku
1. visibilitasnya diganti public tujuannya biar HR/HC yg lagi hiring bisa liat profil dan download profil kalian termasuk CV kalian kaya aku kemarin
2. keahlian sesuaiin sama minat karir kalian karena ini ngebantu HC sortir kandidat
semoga bermanfaat!
Gilaaaaa gaisss, gw baru nemu cara bikin Claude kagak iyes-iyesss mulu dan beneran mindblown bangeeet wkwkwk 😂
Gw tu ngerasa selama ini emang Claude tuh default-nya terlalu baik yaaa
Gw kasih ide, dia bilang bagus
Gw kasih asumsi, dia bilang masuk akal
Gw nanya hal yang belum pasti, dia tetep jawab dengan pede
Awalnya enak sih
Berasa gw pinter benerrr dah 😭
Ternyataaa, yaelahhh dia lagi cosplay ABS doang
Literally asal bapak senang, alias asal lu happy aja dahh wkwkwk
Nahh ternyata cara benerinnya bukan cuma bilang:
“jangan setuju terus ya”
Ga mantapp itu cuyy
Yang lebih ngaruh ituu, lu harus ngasih instruction yang jelas biar Claude lebih jujur pas belum yakin
Jadi dia gak asal:
- setuju
- ngarang angka
- ngarang sumber
- sok tau soal info terbaru
- ngutip orang padahal belum pasti
Ini bukan bikin Claude jadi gaje yaa
Tapi bikin dia lebih waras dikit
Lebih hati-hati
Lebih jujur
Lebih gak sotoy kalau emang belum tau
Nahh, cara setupnya gampang bangeet. Lu cuman harus:
1) Buka Claude
2) Masuk ke Settings
3) Cari bagian Instructions / Personal Preferences
4) Paste prompt di bawah ini
5) Save
Lu bisa pake prompt dari post aslinya
Atau pake versi Indonesia yang udah gw rapihin ini:
===START PROMPT===
Utamakan kejujuran, akurasi, dan kejelasan di atas segalanya
Prioritas utama bukan terdengar paling yakin. Prioritas utama adalah memberi jawaban yang benar, jelas, dan transparan tentang apa yang diketahui, apa yang belum diketahui, dan apa yang sedang disimpulkan
Ikuti aturan ini dalam setiap jawaban:
1) Ketidakpastian
Kalau belum sepenuhnya yakin tentang suatu fakta, katakan dengan jelas
Gunakan kalimat seperti:
- “Saya belum sepenuhnya yakin, tapi…”
- “Ini sebaiknya dicek lagi…”
- “Saya mungkin keliru di sini, tapi…”
- “Berdasarkan informasi yang tersedia…”
- “Ini perkiraan terbaik saya, bukan fakta yang sudah terkonfirmasi”
Jangan memberikan informasi yang belum pasti seolah-olah itu fakta
Kalau jawabannya bergantung pada konteks yang belum ada, jelaskan konteks apa yang kurang
Kalau ada beberapa kemungkinan jawaban, jelaskan kemungkinan-kemungkinan utamanya daripada memaksakan satu jawaban seolah itu satu-satunya yang benar
2) Sumber
Jangan mengarang sumber
Jangan membuat-buat:
- judul paper
- URL
- penulis
- studi
- statistik
- buku
- kasus hukum
- kutipan
- laporan perusahaan
- referensi sejarah
Kalau tidak bisa menyebutkan sumber nyata yang bisa dicek, katakan saja
Kalau jawabannya berdasarkan pengetahuan umum dan bukan dari sumber spesifik, jelaskan itu dengan jujur
Saat memakai sumber, prioritaskan:
- dokumentasi resmi
- sumber primer
- paper peer-reviewed
- data pemerintah atau institusi
- pernyataan langsung dari orang atau organisasi terkait
Kalau sumbernya mungkin sudah lama atau informasinya bisa berubah, katakan bahwa sumber tersebut perlu dicek ulang
3) Angka dan Statistik
Beri tanda untuk angka, statistik, persentase, ranking, market size, salary, metrik performa, atau estimasi yang belum benar-benar pasti
Gunakan kalimat seperti:
- “Saya rasa ini kurang lebih…”
- “Angka ini mungkin sudah berubah”
- “Cek lagi ke sumber utama sebelum menjadikannya acuan”
- “Saya tidak punya cukup informasi untuk memastikan angka pastinya”
Jangan membuat-buat angka supaya jawaban terlihat lebih berguna
Kalau angka yang presisi tidak tersedia, berikan range hanya kalau memang masuk akal. Kalau tidak, katakan bahwa angkanya belum diketahui
4) Informasi Terbaru
Jangan menebak-nebak tentang hal yang mungkin sudah berubah
Ini termasuk:
- berita
- pemilu
- hukum
- regulasi
- fitur produk
- leadership perusahaan
- versi software
- kemampuan AI model
- data pasar
Untuk topik yang cepat berubah, katakan bahwa informasinya mungkin sudah berubah dan sebaiknya dicek ke sumber terbaru
Jangan memberikan informasi lama seolah-olah masih pasti berlaku sekarang
5) Orang dan Kutipan
Jangan mengaitkan kutipan ke orang nyata kecuali benar-benar yakin bahwa orang tersebut memang mengatakannya
Kalau belum yakin, katakan:
- “Saya belum bisa memastikan kutipan ini akurat”
- “Kutipan ini sering dikaitkan dengan orang tersebut, tapi saya belum bisa memverifikasinya”
- “Saya tidak tahu siapa sumber asli kutipan ini”
Jangan mengarang pernyataan, keyakinan, atau motivasi orang nyata
Pisahkan fakta yang terkonfirmasi dari interpretasi
===END PROMPT===
Save, repost, dan like postingan ini yaa kalau lu ngerasa bermanfaat 🙌
Ingat kasus Leony Vitria Hartanti (eks Trio Kwek Kwek)? Ayahnya meninggal 2021. Rumah sudah lunas dari dulu. PBB dibayar rajin tiap tahun. Pas Leony mau balik nama sertifikat, dia kena tagihan PULUHAN JUTA.
Reaksi Leony sama seperti semua org: "Kan bukan jual beli? Ini kan WARISAN?"
Ternyata ada prosedur yang bisa bikin biaya balik namanya jadi 0 rupiah. Tapi banyak yang gak tau. Simak screenshot cara2nya dari akun thread @nafkahnation.dx
Ada yang menarik Nih!! Mau tau Gak ?
Btw ada yang masih hold $ENA ga ?
Lagi cetak Atl terus tuh koin. Tenang ini ada sedikit hopium buat yang hold $ENA
Jadi saat ini: Ada whale yang lagi hold banyak banget token $ENA: sebanyak 885 juta token (setara $71M).
Dompet ini bukan kaleng-kaleng:
Dia pindahin dari @coinbase ke Private Wallet.
Biasanya: tanda niat hold bukan trading.
Ini Bagian Menariknya:
• Dulu posisi dia hampir: $100M.
• Sekarang turun jadi: $71M.
• Floating loss sekitar 20-24%.
• Tapi masih belum di jual $ENA nya.
Terus kenapa bang ?
Kalau harga balik $ENA ke area dia masuk: 2 minggu yang lalu. Potensi $ENA naik +20% dari harga sekarang.
Sekarang pertanyaannya ?
• Apakah $ENA bisa naik +20% ?
• Atau malah lanjut bikin ATL baru lagi ?
Sebenernya menarik mengalisis pergerakan seperti ini!! Jadi semakin banyak yang kita lihat, Market akan membuat kita semakin Humble karena tahu seberapa kecilnya kita disini.
Pantau Wallet ini yah: https://t.co/rNkoTFG6ez
Kalau kamu bukan orang IT, tapi pengen belajar IT/Informatika/Ilmu Komputer, kamu bisa mulai dengan kursus gratis CS50: Introduction to Computer Science dari Harvard University.
@cs50
Melalui kursus ini, kamu bisa belajar:
- Intro ke computer science (luas tapi robust). Fundamental seperti ini penting supaya kamu beneran solving problems, bukan hanya asal bikin aplikasi kayak pemerintah (oops)
- Kamu akan belajar BERPIKIR KOMPUTASIONAL. Karena solusi digital hanya bisa dihasilkan dengan optimal kalau kamu menggunakan pendekatan atau cara berpikir komputasional dalam memecahkan masalah.
- Kamu akan belajar tentang abstraksi, algoritma, struktur data, enkapsulasi, pengelolaan sumber daya, keamanan siber, rekayasa perangkat lunak, pengembangan web, dan AI
- Bahasa pemrograman yang akan kamu kenal di sini mulai C, HTML, Python, SQL, JavaScript..
- Membangun dan bertumbuh bersama komunitas melalui berbagai platform
- Bikin proyek akhir hingga presentasi.
Instrukturnya adalah Professor favoritku, yaitu @davidjmalan
Bisa ikut di https://t.co/yaY5Jd3uGd
Gue pernah kena kasus kek gini, sertifikat ganda di satu aset (tanah) yg sama. Karena gue ga paham sebelumnya, akhirnya coba gue konsultasikan ke temen gue yg di BPN.
Menurut mereka kaya gini terjadi ketika ada permohonan terbit SHM dari yg sebelumnya letter c. Yg jadi masalah adalah kantor desa yg mengeluarkan letter c ini yg sering kurang teliti atau memang ada permainannya. Sementara BPN mereka akan cek kelengkapan datanya aja tanpa verifikasi lapangan. Jadi selama data lengkap, maka shm bisa diterbitkan. Dan inilah yg bikin banyak kasus sertipikat ganda.
Lalu siapa yg menang kalau berkasus? Yg menang adalah yg pertama kali cetak shm nya. Lu jangan berharap menang di pengadilan kalau sertifikat lu lebih muda dari yg lainnya.
Terus gimana caranya biar bisa menang? Lu harus tarik kasus ini lebih jauh, cari siapa yg terlibat cetak shm tanah itu. Gue kemarin berhasil menang (tanpa pengadilan) karena gue seret semua orang yg terlibat sebelumnya (kepala desa dan keluarga pemilik). Akhirnya pemilik sertifikat lainnya rela menghapus sertipikatnya setelah negosiasi antara keluarga pemegang letter c dan kepala desa.
Manajer tier 2 dipecat karena basicly useless
Terus Manajer tier 1 yang manage departemen gue naik, dari bbrp lead lain, gue diminta naik jd kerjaan manajer tier 1 gantiin manajer gue ini
Gue mau kasih tau skill2 apa yang bikin kalian relevan di dunia kerja, dan gmn cara gue menguasainya
Pertama, struktur
Gue selalu bikin sistem across semua project
Buat tapihin alur kerja yang berantakan, basicly gue bikin semuanya jelas, gue pastiin ga ada yang random soalnya di level tertentu yang dicari bukan orang sekedar bisa kerja tp yang bikin kerjaan jalan
Kedua, attention to detail
Setiap meeting gue selalu siap dari A sampai Z
Data udah gue cek, kemungkinan pertanyaan udah gue pikirin, leakage segala macem gue hrs siap, pun opsi solusi udah gue siapin
Jadi bukan cuma datang dan denger, tapi datang with control, gue hrs lead the call, point out risk and mitigation
Ketiga, endorsement
Ini yang paling ngaruh
Gue udah ngerjain kerjaan manajer gue sebelum gue disuruh, gue ambil tanggung jawab dan beban kerja dia secara inisiatif sendiri
Jadi waktu posisi itu kosong, mereka ga perlu mikir lama karena trustnya udah ada
Dan ini paling penting
lo ga naik karena title tapi lo naik karena lo udah jalanin role itu sebelum dikasih
Tbh semua ini gue belajar karena dimarah2in trs tiap ada yang kurang, gue kasitau kalian biar ga perlu kena marah buat belajar
Sering lihat pertanyaan seperti ini setiap kali ngebahas NAS.
Sebetulnya tergantung trade off yang mau kamu ambil.
Beli NAS siap pakai:
+ Udah siap pakai (include remote akses), setup tinggal klak klik 5 kali.
+ Mungkin lebih durable secara hardwarenya.
- Biayanya lebih mahal untuk spek minimalis.
- Beberapa merk NAS membatasi komponen yang bisa dipakai. Misalnya NAS Synology sekarang cuma bisa pakai hard disknya Synology juga.
- Kekhawatiran soal privasi data (setiap orang punya pandangan berbeda tentang ini).
Setup sendiri:
+ Bisa dapat spek lebih bagus dengan biaya yang lebih murah.
+ Punya kontrol lebih, bebas mau campur aduk komponen apa aja.
- Harus setup sendiri 🤣
- Mungkin hardwarenya kurang durable kalo servernya beli bekas atau beli merk hard disk yang kurang bagus.
Terkait biaya, bisa dilihat perbandingan tabel di bawah. Kalau rakit sendiri, saya dengan biaya lebih murah bisa dapat spek server yang jauh lebih tinggi (Core i7 Octa Core, RAM 8 GB), jadi itu server bisa diisi banyak aplikasi. Kalo NAS-nya Synology, udah lebih mahal, speknya cemen pula (CPU cuma quad core, RAM 4 GB doang. Buat pasang Immich aja gak muat itu)