Sekarang peran itu sedang ku mainkan.
Jawaban atas keegoisan semasa kecil t'lah terjawab.
Malam seakan menjadi pertanda; kepala penuh sesak dengan banyak tanya.
Bergumam sendiri disudut tembok yang rata.
Jiwa-jiwa yang berusaha menguatkan raga,
BERJALANLAH..
Sebenarnya saya benci mengatakan hal yang seperti ini, tapi rasa-rasanya setiap tahun selalu menghampiri tanpa permisi.
Teruntuk binatang yang mengaku menjadi teman. Silahkan untuk menjatuhkan, saya kasih ruang 😎.
Jika pekerjaan hari ini rasanya melelahkan sekali, semoga hari esok menuai hasil yang membahagiakan hati.
Jika hari ini harus belajar lagi, semoga hari esok jadi lebih hebat dan kuat kembali.
Berhenti menyalahkan diri sendiri, bukankah kamu sudah melakukan yang terbaik? Saat kamu bisa saja menyerah, kamu tetap berusaha, bahkan terus bertahan sampai akhir. Itu sudah cukup. Tidak ada yang perlu disalahkan.
kebersamaan ini akan ada masanya; masa dimana nanti aku mulai lelah. Dan, aku berusaha memeluk diriku sendiri sembari berucap; tugasmu sudah selesai.
See you...
Orang lain boleh tidak suka padamu. Tidak mungkin mengendalikan perasaan mereka. Namun kamu juga boleh tidak memberi ruang dalam dirimu untuk mereka membenci. Abaikan, tinggalkan, block. Jaga dirimu dari hal-hal yang bisa merusak mu.
Aku mungkin bisa terlihat biasa saja di hadapanmu. Tetap terlihat tenang. Tidak membahas apa pun soal perasaan. Meski hal yang kau tak pernah tahu adalah betapa aku ingin bilang padamu aku ingin kau tapi aku takut kau tidak menginginkanku.
Nanti jika aku tidak kembali, sungguh aku pernah bersungguh-sungguh di sana. Sungguh aku pernah setotal itu memberikan apa pun yang aku bisa. Pernah aku utarakan rasa kecewa, namun yang aku dapatkan hanya pengabaikan semata. Jika lelah itu tak kunjung pulih, ikhlaskan saja aku.
Kini aku belajar untuk lebih menerima diriku yang biasa saja, sebab melelahkan sekali rasanya jika harus memenuhi ekspektasi semua kepala yang tiada habisnya.