@ainurohman Ini bukan masalah ngomong ngawur atau harus dimaklumi tapi ini adalah pembohongan publik , masa iya anak seorang ekonom tidak bisa membaca secara detail berapa upah sebenarnya yang dibayarkan dan biasanya sebelum pidato teks terlampir, sampai kapan mau begini terus
@profesor_saham Sama aja ketua BGN nya, kalau bukan bidangnya begini berantakan semua dicampur aduk, tapi sppg ga mau di perbaiki kinerjanya masih ada aja yang keracunan.harusnya sppgnya diperketat pengawasannya dan kasih literasi gizi,ga cuma asal masak doang
@Raiza_RiRi@Hnirankara Dia tidak benci negaranya tapi dia benci kebijakan pemerintahnya yang tidak pro rakyat, habiskan APBN, korupsi merajalela. Sementara rakyatnya di kenakan pajak seenaknya
@OmJ_J3Nggott Itulah tanda dari Allah bahwa indonesia sedang dilanda marabahaya dengan pemimpin yang selalu menginjak injak rakyatnya dengan pajak dll, doa2 rakyat yang terzolimi dikabulkan semoga pak Presiden sadar
@kokitz1521@ArusPolitik_@SudaryonoSudar Bener, kalau anaknya jadi korban keracunan gimana?Yang begini ini bukannya di cek sppg nya, di cek dan evaluasi sppgnya pak ko malah nyari kambing hitam malah korban di salahkan, pak jangan cuma mikirnya laporan asal bapak senang aja pola pikir di perluas pak
@BanserLuhu44268@GerpolekID Bener, karena presiden kita tutup mata dan telinga, tidak mau ada tindakan dan membiarkan yang diakibatkan keracunan. Harusnya tindak itu SPPG yang sudah lalai dan evaluasi.
@Boediantar4 Inilah akibat presiden ga mau cek kelapangan dan ga mau negur, sperti apa kondisi dilapangan di biarkan begitu saja. tau nya terima laporan beres, panggil sana panggil sini
@Muslim_AntiPKI9 Makanya pak Presiden turun kelapangan langsung, tanya ke petani /rakyat jangan cuma terima laporan, kalau laporan itu bener kalau salah?.
Bapak itu presiden dipilih rakyat bukan presiden direktur/ceo perusahaan yang cuma terima laporan